KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
EPISODE 33 Si korban VS Si pelaku


__ADS_3

Fina berjalan ke arah para perundung itu dan tanpa aba aba...


PLAK....


Fina dengan keras menampar pipi gadis itu dan sontak saja semua orang yang berada di kantin terkejut dengan sikap Fina yang ternyata diluar dugaan mereka semua.


"Gimana rasanya....?" tanya Fina pada gadis tersebut.


Rupanya yang ditampar oleh Fina jusru malah si korban perundung. Bahkan Fina tidak segan segan mendorong nya dengan kasar hingga terjatuh.


Si korban perundung hanya bisa berusaha menahan tangisnya. Ia menggenggam tangannya dengan erat, kini air mata miliknya sudah tumpah.


Melihat hal itu Fina tersenyum dengan puas. Kini niat nya sebentar lagi akan dimengerti oleh si korban perundung.


"Kenapa...? "tanya si korban perundungan dengan tangan yang gemetar.


"Bukan apa apa, aku hanya muak melihat orang yang bodoh. " jawab Fina dengan santai.


Mendengar hal itu si korban perundungan semakin tidak bisa menahannya. Jika bisa Ia ingin sekali melakukan nya.


Semua orang memandang Fina dengan berbagai pertanyaan dibenak mereka semua. Sebenarnya apa yang ingin Fina sampaikan.


"Lo harus tahu, disini orang lemah dianggap sebagai orang yang bodoh. Karena mereka tahu hanya orang bodoh yang menerima perundungan begitu saja. Bahkan sampai membuat temannya sendiri memutuskan untuk pergi. Apa lagi jika bukan di sebut dengan orang bodoh ?" (Fina)


"Aku bukan orang bodoh.... " ucapnya dengan lirih.


"Kalo bukan, berarti disebut sebagai pen-ge-cut dong... " Balas Fina dengan mengeja kata kata pengecut.


Hal itu justru semakin membuat si korban perundungan tidak terima. Ia semakin menggenggam tangannya.


Fina yang melihatnya bukannya berhenti justru semakin memanas manasi. Ia cukup merasa terhibur dengan ekspresi si korban perundungan.


Bahkan Fina kini malah tertawa dengan keras seolah mengejek si korban. Tunggu dulu...


Memang itu yang dilakukan olehnya.


Si korban yang melihat hal itu kini benar benar tidak bisa mengendalikan emosi nya lagi. Dengan berani si korban perundungan berusaha menampar pipi Fina. Dan...


PLAK...


Semua orang menutup mulutnya tidak percaya akan apa yang telah mereka lihat.


Begitupun dengan Klara yang ikut terkejut dengan apa yang telah terjadi.


"Tunggu, bagaimana mungkin... " ucap Klara tidak percaya.

__ADS_1


Si perundungan yang telah di tampar menunjukkan ekspresi tidak percaya. Berani beraninya orang yang telah dirundungnya kini menampar pipi nya.


Bahkan si korban juga tidak percaya akan apa yang telah diperbuatnya. Ia melihat tangannya tidak percaya, ekspresi itu kini tidak bisa di sembunyikan.


"Ups... maaf kaki gue tadi licin...,eh tapi lo ngak kenapa kenapa kan... maaf ya... jadinya elo yang kena tampar. Sekali lagi gue minta maaf karena...


"Gue ngak merasa bersalah... ups... " ucap Fina dengan nada mengejek.


Si pelaku perundungan tentu saja merasa geram dengan sikap Fina. Dengan cepat dia berusaha menampar Fina. Tapi kemudian...


PLAK...


Fina menutup mulutnya tidak percaya. Kini dirinya benar benar merasa puas dengan apa yang telah terjadi.


"Wow... pemandangan yang hebat. Kini si korban telah berhasil membalas perbuatan si pelaku, sepertinya babak baru akan dimulai. Mohon kepada orang orang untuk tidak meninggalkan tempat kejadian perkara. " ucap Fina seolah olah tengah menjadi suporter.


Semua orang menatap Fina dengan aneh dan mungkin beberapa dengan takjub. Tidak ada sama sekali yang bergerak, semua orang memperhatikan dengan seksama.


Si pelaku tentu saja tidak tinggal diam, dia langsung menampar si korban tapi sayangnya...


PLAK... PLAK... PLAK... PLAK...PLAK...


Si korban perundungan tidak berhenti menampar dirinya. Bahkan kini si korban perundungan terlihat seperti sedang tersenyum, seperti telah mendapatkan kepuasan.


Dan kini perkelahian sengit pun terjadi. Mereka berdua tidak penah mau berhenti. Mereka saling membalas satu sama lain, semua orang melihat mereka berdua.


Sementara si korban dan si pelaku perundungan masih tetap menampar satu sama lain. Kondisi mereka begitu berantakan dengan rambut dan baju yang kini telah kusut dan bahkan pipi mereka sudah membiru.


Semua orang berteriak kegirangan seperti orang gila, kini mereka mendapatkan tontonan yang seru.


Hingga akhirnya si pelaku terjatuh, melihat hal itu si korban tidak menyia yiakan kesempatan. Dengan segera si korban...


"HENTIKAN! "


Kevin menghampiri mereka berdua yang kini sudah seperti cakar ayam. Dia menghentikan perkelahian ini, sebenarnya bisa saja Kevin menghentikannya dari tadi tapi sayangnya dia tidak ingin melewatkan tontonan yang bagus, bukan.


Tapi sekarang dirinya harus campur tangan jika tidak sudah dipastikan si pelaku perundungan tidak akan selamat.


"Mengenaskan.... " ucap Kevin melihat mereka berdua.


Semua orang seketika langsung terdiam melihat Kevin. Bahkan mereka sama sekali tidak menyadari keberadaan Kevin yang ternyata selama ini berada di kantin.


Kevin menghampiri si pelaku dan membantu nya berdiri. Terlihat si pelaku terlihat kesulitan untuk hanya sekadar berdiri. Bayangkan apa yang terjadi jika perkelahian ini tetap di lanjutkan.


Setelah itu Kevin memberikan teguran keras kepada semua orang dan membubarkan mereka semua. Tidak ada yang berani melawan ataupun berkutik sedikit jika Kevin sudah turun tangan.

__ADS_1


Dan kini tinggal mereka berdua.


"Sekarang kalian berdua dengarkan perkataan saya! ,Saya tidak ingin melihat hal seperti ini kembali terulang dan saya akan memanggil orang tua kalian berdua untuk membicarakan perihal masalah kalian berdua. Sekarang lebih baik kalian bersihkan diri..."


Ucap Kevin yang membuat si korban perundungan seketika bungkam dan pamit pergi. Tapi sebelum benar benar pergi dirinya tidak sengaja berkontak mata dengan Klara. Terlihat ada perasaan menyesal dalam dirinya.


Tapi lain halnya dengan si pelaku, terlihat dirinya merasa gelisah dengan perkataan Kevin.


"Tunggu dulu Kevin, bisakah kalo lo ngak perlu manggil orang tua gue " ucapnya dengan gelisah.


Kevin memperhatikan si pelaku perundungan dengan seksama. Terlihat dia sedang merasa ketakutan.


"Bukan hanya orang tua kamu saja tapi orang tua dia juga saya panggil " (Kevin)


"Maksud gue bukan kaya gitu, maksud gue...( Si Pelaku Perundungan )


Belum selesai si pelaku berbicara, Kevin sudah terlebih dahulu memotong.


"Tidak bukankah sudah saya katakan dengan jelas, seharusnya jika kamu tidak ingin mendapatkan masalah sebaiknya tidak mencari masalah. Saya tidak menerima alasan apa pun, pokoknya saya tidak mau tahu besok ke dua orang tuamu akan datang ke sekolah " Ucap Kevin dengan tegas.


Kini si pelaku perundungan sudah tidak dapat berkutik, dengan perasaan gelisah dirinya pergi meninggalkan kantin.


Fina yang melihatnya kembali tertawa dengan keras, kini usahanya tidak sia sia. Dirinya telah berhasil membuat tontonan yang seru.


"Semua orang kini pasti sedang merasa takjub denganku, ngak akan lama lagi gue pasti bakalan populer... " Bantin Fina.


Membayangkan nya membuat Fina semakin keras tertawa.


Kevin yang melihatnya hanya bisa mengeleng gelangkan kepala. Sahabat Mira memang tidak jauh darinya, sama sama sulit untuk di tebak.


"Sudah cukup! " (Kevin)


"Oke, oke... " (Fina)


"Apa tujuan lo sebenarnya ?" (Kevin)


"Hmm... apa ya... " (Fina)


"Hah...? " (Kevin)


"Mungkin karena....


Fina berjalan mendekati Kevin dan kemudian membisikan sesuatu.


"Mungkin karena gue... "

__ADS_1


BERSAMBUNG....


THANK YOU 💕💕💕


__ADS_2