
Mira membuka matanya. Dia telah kembali terbangun tapi...
Mira melihat dirinya berlumuran darah. Ternyata darah tersebut berasal dari kepalanya. Mira memegang kepalanya yang terasa pusing. Mira kemudian bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Dia membersihkan kepalanya dari darah. Mira kembali memegang kepalanya yang terasa pusing.
YUT... YUT... YUT...
Kepala Mira terus saja berdenyut pusing. Mira kemudian melihat dirinya di cermin. Jujur saja Mira merasa aneh. Kenapa Devan tiba tiba saja muncul dalam mimpinya.
Kenapa Mira memimpikan hal tersebut. Bahkan Mira nyaris saja tidak mengigat tentang kejadian tersebut.
"Matamu sangatlah cantik "
Kata kata itu terus membayangi kehidupan nya saat itu dan membuat Mira menyembunyikan warna matanya.
Mira membuka sofples matanya. Terlihat mata asli Mira berwarna biru dan hijau. Memang Mira memiliki warna mata yang berbeda. Selama ini Mira menyembunyikan nya termasuk dari Fina.
Mira melihat bayangan nya di cermin. Dia memperhatikan matanya.
"Indah "
Satu kata tersebut berhasil lolos dari bibirnya. Mira memang senang memiliki warna mata yang berbeda tapi disisi lain Mira juga membenci nya.
Tapi kemudian pikiran Mira kembali mengigat tentang Devan. Kenapa Devan bisa masuk ke dalam mimpinya. Apa hubungan Devan dengan anak laki laki itu. Kenapa hal ini bisa terhubung.
Tunggu....
Mira mulai menemukan jawabannya.
"Apa mungkin "
Keesokan harinya di sekolah....
TRING....
Ketika bunyi bel tersebut berdentang semua siswa dan siswi berhamburan ke luar. Mira berjalan ke luar kelas menuju kantin. Kini perutnya sudah berbunyi meminta di isi.
Saat berjalan menuju kantin Mira kembali berpapasan dengan Kevin. Untuk seperdetik mereka beradu mata hingga mereka kembali berjalan kearah yang berbeda.
Tapi tanpa sepengetahuan Mira Kevin ternyata tengah memperhatikannya. Kevin tersenyum melihat Mira. Apa yang harus dilakukan oleh nya. Apa dia harus menyapa atau mengabaikan Mira seperti biasa. Kini pertanyaan itu memenuhi benak Kevin.
Sementara itu Mira ternyata menyadari bahwa Kevin sedang memperhatikan dirinya. Tapi Mira tidak mau mempedulikan hal itu. Karena ada hal yang lebih penting yaitu perut nya sudah meronta ronta di beri makan.
Mira memesan makanan dan ketika makanan tersebut sudah sampai Mira langsung melahap habis. Mira benar benar kelaparan. Kemarin Mira melewatkan makan siang dan makan malam.
Mira berpikir bagaimana bisa dia bertahan dari itu semua. Mira tersenyum memikirkan nya.
Tidak lama kemudian Fina datang menghampiri dirinya. Terlihat dari wajahnya Fina sedang merasa senang.
Mira yang melihatnya kemudian bertanya.
"Lo kenapa ?" Tanya Mira.
__ADS_1
Fina yang ditanya bukannya menjawab justru bergelayut manja kepada Mira.
"Lo tau ngak tadi Devan ngasih gue ikat rambut. Lucu banget tau ngak ikat rambutnya "(Fina)
"Terus.. " (Mira)
"Ya mau gue pake lah " (Fina)
"Tunggu bukannya lo ngak suka rambut lo di ikat " (Mira)
"Iya sih.. tapi tadi Devan bilang kalo gue pasti bakal cantik kalo rambur gue di ikat kaya lo " (Fina)
DEG...
Mira terkejut mendengar nya. Kenapa dari perkataan Fina seperti itu. Apa Fina merasa marah kepada nya. Tapi bukankah itu bukan kesalahan nya jika Devan mengatakan hal itu.
Saat Mira hendak bertanya apa maksud Fina tiba tiba saja seseorang datang.
Terlihat Devan datang menghampiri mereka berdua. Devan kemudian meminta izin untuk bergabung.
"Boleh gabung ngak ?" Tanya Devan.
"Boleh kok " Jawab Fina.
Mira merasa kesal setiap kali melihat Devan. Mira ingin sekali pergi dari tempat ini tapi sayangnya perut Mira masih merasa kelaparan. Dan dirinya kini terpaksa tetap berada di sini. Belum lagi seluruh meja sudah penuh.
Lengkap sudah rasa kesalnya.
Tapi kemudian Devan tiba tiba saja bertanya ke Fina.
"Iya. Pasti kok " Jawab Fina.
Mira yang mendengar nya mendengus kesal. Rasanya dirinya merasa seperti nyamuk. Melihat dua orang saling bercerita.
"Wahai penjual bakso cepatlah datang. Agar diriku bisa lepas dari cobaan ini " Batin Mira
Fina kemudian pergi meninggalkan Mira dan Devan berdua. Suasana langsung berubah. Mira menatap Devan dengan tatapan sulit di artikan.
Mira kembali mengingat apa yang di temukan dirinya kemarin.
"Apa lo pernah masuk panti rehabilitasi ?" Tanya Mira the de point.
Devan yang mendengar tertawa. Sungguh gadis di depannya sulit untuk di tebak.
"Pernah " Jawab Devan dengan santainya.
"Apa alasannya " (Mira)
"Bukannya kamu sudah mengetahui nya "(Devan)
"Kamu benar benar gila " (Mira)
"Terima kasih " (Devan)
__ADS_1
"Hentikan apa yang kamu lakukan " (Mira)
"Tidak akan pernah sebelum keinginanku terpenuhi " (Devan)
"Bukankah sudah kukatakan untuk tidak memperalat Fina " (Mira)
"Dan bukankah sudah kukatakan bahwa aku akan melakukan segala cara untuk mendapatkanmu " (Devan)
Percakapan mereka berdua terhenti ketika Fina datang bersama pesanan makanan mereka.
Suasana yang tadinya tegang tiba tiba saja berubah menjadi santai. Mira benar benar bisa dengan mudah menyusuaikan diri dengan keadaan.
"Lo benar benar unik Amiradian " Batin Devan.
Ketika makanan sudah sampai di meja tanpa berlama lama Mira langsung menyantap makanannya.
Setelah selesai Mira lansung pergi meninggalkan mereka berdua. Mira tidak ingin berlama lama jika tidak dia bisa saja terkena darah tinggi.
Mira masuk kedalam kamar mandi dan mengunci pintu dari dalam. Sudah menjadi kebiasaan baginya untuk mengunci kamar mandi.
Mira membasuh wajahnya. Mira berusaha melupakan sesaat semua masalah yang dimiliki oleh nya.
Mira melihat dirinya di cermin. Hanya satu kata untuk mengambarkan dirinya.
"Cantik "
Mira benar benar sangatlah cantik. Hanya saja dengan penampilan tomboinya membuat kecantikan Mira tertutupi.
Saat sedang kembali membasuh wajahnya tiba tiba saja air keran berubah menjadi darah. Mira terkejut bukan main.
"Apa mungkin mimpi itu datang lagi " Tanya Mira.
Karena setiap kali mimpi itu datang pasti Mira akan mengalami kejadian aneh terlebih dahulu.
Lampu kamar mandi tiba tiba saja mati hidup. Mira kemudian berusaha keluar dari kamar mandi. Tapi sialnya pintunya tidak bisa terbuka.
"Sial "
Mira berusaha untuk keluar dari kamar mandi. Akan sangat berbahaya jika dia terus saja membiarkan mimpi itu datang lagi.
Tapi tiba tiba saja sesosok bayangan tiba tiba saja muncul. Itu adalah bayangan dirinya sendiri. Mira yang melihat nya kemudian memberanikan diri menghampiri.
Terlihat sesosok dirinya tapi dengan pakaian yang berbeda.
"Siapa kamu " Tanya Mira.
Tapi sesosok bayangan itu berubah menjadi mengerikan. Mira berjalan mundur beberapa langkah.
Mira memegang kepalanya yang terasa sakit. Penglihatan nya mulai menghilang semua terasa gelap.
Disaat detik detik terakhir Mira berusaha melawan tapi sayangnya semua percuma.
Terlihat darah keluar dari kepala Mira. Darah itu kemudian mengelilingi tubuh Mira. Hingga akhirnya Mira kehilangan kesadaran nya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....
THANK YOU 💕💕💕