KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
EPISODE 28 Aku harap selamanya kita bermusuhan


__ADS_3

Mereka berlari dengan cepat menuju ruang kesehatan. Terlihat dengan jelas seseorang melambaikan tangah ke arah mereka.


"Apa yang terjadi ?" Tanya Mira.


Terlihat banyak darah bercucuran dari kepala nya. Tapi yang terluka malah tersenyum dan tertawa.


"Apa dia gila... " Batin Mira.


"Tidak perlu khawatir aku hanya berdarah sedikit " Jawab Klara.


Mira hanya mengerutkan alisnya. Hanya berdarah sedikit apa dia gila. Bukankah terlihat dengan jelas bahkan darahnya sudah hampir menutupi wajahnya. Apa yang sebenarnya ada dipikiran gadis ini.


"Kamu benar benar aneh... " (Mira)


"Hah... ini adalah hal biasa " (Klara)


"Jika begitu jelaskan apa yang telah terjadi " (Mira)


"Mudah saja intinya tiba tiba kepala ku terasa pusing, lalu semua gelap dan kepala ku berdarah dan setelah itu aku berada di sini. Jelas bukan... " Jawab Klara seadanya.


"Hanya itu saja ?" (Mira)


"Memangnya apa yang ingin kamu dengar ?" (Klara)


"Lupakan " (Mira)


Kevin hanya memperhatikan mereka berdua. Dia berusaha mengerti tapi sayangnya mustahil. Apa yang telah terjadi kini pertanyaan itu memenuhi benaknya.


"Kedua gadis ini aneh. Untung saja Fina tidak ikut jika tidak bisa dipastikan dia akan merasa bingung. Tapi sebenarnya apa yang mereka bicarakan. Kenapa cara bicara mereka sepotong sepotong begitu. Sungguh membingungkan... " Batin Kevin.


Melihat mereka berdua kevin memijat pelipisnya yang terasa pusing. Bisakah mereka berbicara dengan benar. Tidak ada yang bisa dimengerti sama sekali.


"Kevin keluar " Perintah Mira dengan tiba tiba.


"Tunggu, kenapa... " Tanya Kevin merasa bingung.


"Keluar sekarang " Perintah Mira dengan tegas.


"Baiklah... " Jawab Kevin pasrah.


Kevin menggenggam erat tangannya. Sungguh dirinya merasa kesal seolah dia tidak dianggap oleh Mira. Gadis itu benar benar keterlaluan.


Klara yang melihat Kevin keluar hanya tersenyum tidak jelas. Kemudian kembali menatap Mira dengan tatapan sulit dimengerti.


"Hei... kamu terlalu dingin kepada orang itu. Mencairlah sedikit " (Klara)


"Bukan urusanmu! " (Mira)


"Baiklah... " (Klara)


"Sekarang jelaskan semua dengan jelas! "(Mira)


"Oke dengan senang hati. Jadi begini kamu ingat bukan apa yang terjadi saat itu... " (Klara)


"Hmm... gadis penarik tangan bukan ?" (Mira)


"Astaga jadi itu sebutan yang kamu berikan. Oke kembali pada topik. Setelah kejadian itu aku mengalami kejadian janggal. Kau tahu aku selalu mendapatkan bayangan seseorang yang ingin menusukku..." (Klara)

__ADS_1


"Lalu... " (Mira)


" Lalu setelah itu mimpi yang terus berulang..." (Klara)


"Lalu... " (Mira)


"Dan yang terakhir aku selalu terluka... " (Klara)


"Jika begitu aku pergi " (Mira)


"Apa... " Ucap Klara tidak percaya.


Klara menatap Mira tidak percaya. Apa yang dipikirkan gadis ini sebenarnya apa dia menganggap ini adalah hal sepele.


Sementara itu Mira hanya terdiam. Dia tahu bahwa gadis ini pasti berpikir bahwa dirinya gila. Tapi Mira tidak peduli dengan hal itu. Bukankah Mira hanya ingin memanfaatkan gadis ini semata. Apa yang terjadi padanya Mira hanya akan menganggap angin lalu.


"Apa kamu gila ?" Tanya Klara tidak percaya.


Bisa bisanya Mira main pergi begitu saja apalagi melihat ekspresi yang yang terus saja santai. Jika begitu untuk apa Mira datang.


"Aku tidak peduli tapi hanya ini yang bisa kuberitahu kepada mu. Jadi dengarkanlah baik baik... "


Ucap Mira mendekati Klara. Sungguh saat ini entah kenapa suasana begitu tegang. Mira berbisik...


"Kamu tahu apa yang kamu alami mungkin berkaitan dengan mimpiku. Aku tidak bisa memberi tahu apa yang terjadi. Tapi sebaiknya kamu berhati hati dengan mimpi itu karena bisa saja mimpi itu berusaha membunuh mu. Aku sudah merasakannya berulang ulang. Jadi berjaga jaga lah jika kamu tidak ingin dirimu tiada. Mengerti... "


Jelas Mira.


Setelah itu Mira pergi meninggalkan Klara tapi sebelum benar benar pergi Mira berbalik dan berkata.


"Jika kamu mempunyai informasi baru langsung beritahu. Bukankah kamu harus berhati hati jika tidak bisa saja kamu tidak bisa melihat matahari lagi... "


Klara menggenggam tangannya dengan erat. Entah kenapa setiap perkataan yang Mira ucapkan mampu membuat dirinya bergetar.


Klara berusaha menenangkan dirinya tapi sialnya mustahil. Tangan nya terus saja bergetar. dan kini tanpa sadar air matanya mengalir.


Kenapa Mira bisa begitu mengerikan padahal saat tadi pagi dia tidak seperti itu. Apa ini adalah ancaman yang sebenarnya. Apa dia sudah menantang orang yang salah.


Klara menggigit bibirnya dengan kuat tidak peduli sekalipun berdarah.


Klara mengigat hal tadi dengan jelas. Dia tidak akan menyerah hanya karena hal seperti tadi. Tidak akan pernah...


"Dia benar benar mengerikan... "


Mira berjalan pergi dengan cepat. Lagi lagi dirinya kembali merasa aneh. Apa yang dilakukan olehnya tadi seperti bukan dirinya.


Mira menghentikan langkah nya entah kenapa dia merasakan sesuatu. Sesuatu yang begitu asing. Mira benar benar tidak berniat mengatakan hal tadi dia juga tidak menyadari nya.


"Ada apa dengan diriku ?" Batin Mira.


Mira menatap tangannya entah kenapa dia merasakan sensasi yang aneh. Tapi tangannya tiba tiba saja bergetar. Mira berusaha menghentikan tangannya tapi sialnya tidak bisa dilakukan.


"Ada apa dengan tanganku..."


Disaat seperti ini Mira kembali merasakan pusing yang hebat. Tapi kemudian tangannya tiba tiba saja ditarik oleh seseorang.


"Kevin...."

__ADS_1


Dengan cepat Kevin membawa pergi Mira. Dilihat dari wajah nya seperti nya dia merasa kesal. Setelah sampai di tempat yang dituju Kevin menghempaskan tangan Mira dengan kasar.


Kevin langsung mengunci pergerakan tubuh Mira. Mira yang melihatnya tentu saja lansung memberontak.


"Lepaskan! " Ucap Mira.


Mira menatap mata Kevin terlihat dengan jelas rasa kesal yang mendalam. Mira memperhatikan sikap Kevin bukankah ini adalah hal yang aneh.


Untuk apa Kevin merasa kesal dengan dirinya karena hal sepele.


"Kenapa kamu merasa kesal ?" Tanya Mira.


Kevin mengerutkan alisnya melihat perubahan ekspresi Mira. Terlihat dengan jelas ekspresi Mira berubah. Dari merasa tegang kini berubah menjadi santai.


"Apa " (Kevin)


"Kenapa kamu merasa marah " (Mira)


"Apa kamu tidak menyadari nya " (Kevin)


"Menyadari apa..." (Mira)


"Apa kamu bodoh. Memangnya kamu menganggap apa perhatian dariku ini " (Kevin)


"Memangnya harus aku anggap apa ?" (Mira)


"Kenapa... " (Kevin)


"Bukankah aku adalah musuhmu " (Mira)


Kevin mundur beberapa langkah mendengar ucapan Mira. Kevin menggenggam erat tangannya.


"Musuh.. "


"Kenapa kamu terlihat terkejut ?" Tanya Mira.


Kevin menatap Mira dengan tajam.


"Hah... jadi begitu. Kenapa aku bisa lupa dengan hal itu. Bukankah aku memang menganggap Mira adalah musuh tapi kenapa aku justru bersikap baik kepada nya. Kenapa aku bisa melupakannya. Kenapa perasaan ini mampu membuat diriku lupa dengan tujuan utama yang sebenarnya " Pikir Kevin.


"Jadi selama ini kamu masih menganggap aku adalah musuhmu " Tanya Kevin.


Mira yang mendengar nya merasa heran. Bukankah Kevin sendiri yang mengatakan nya.


"Tentu saja... " Jawab Mira.


"Baiklah jika begitu. Maka aku harap selamanya kita bermusuhan " Ucapnya kemudian pergi.


Entah kenapa Kevin merasa kesal yang mendalam. Walaupun itu adalah benar tapi entah kenapa Kevin tidak bisa menerimanya.


Mira yang melihatnya hanya mengukir senyuman. Tanpa Kevin sadari inilah sesuatu yang diinginkan oleh Mira. Mira tidak ingin Kevin terikat dengan perasaannya.


Mira ingin Kevin tidak melupakan bahwa dia masih menganggapnya adalah musuh. Mira tidak ingin Kevin menjadi lemah hanya karena perasaannya semata.


Mira berjalan pergi meninggalkan tempat itu. Pada akhirnya mereka berdua berjalan ke arah yang berbeda.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


THANK YOU 💕💕💕


__ADS_2