KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
EPISODE 31 Mulai menyadari sesuatu


__ADS_3

"Hujan... "


Mira memandang nya dengan perasaan yang terasa hampa. Setitik air yang turun secara bersama setitik air lainnya membuatnya terlihat seperti arus air yang deras.


"Perasaan apa ini... "


Ceklek...


Seseorang telah membuka pintu....


"Astaga kenapa kamu begitu ceroboh, hah... " ucap Klara tiba tiba.


Klara datang menghampiri Mira dan tanpa permisi main duduk di ranjang milik Mira.


Dengan cepat Klara menyentuh dan menggulung rambut Mira.


"Apa yang kamu lakukan ?" tanya Mira.


Klara menatap wajah Mira dengan seksama, ada daya tarik tersendiri setiap kali melihat nya.


"Cantik... "


"Apa yang terjadi hingga kamu mengalami kecelakaan seperti ini, Amiradian... " tanya Klara dengan lirih.


Untuk sesaat tatapan mata mereka bertemu, mata lentik itu terlihat begitu indah. Tapi hanya untuk sesaat...


"Lepaskan! " berontak Mira.


"Oke.. oke.. baiklah, tidak perlu membentak seperti itu.. " (Klara)


"Kamu benar benar orang yang aneh " (Mira)


"Sorry.. aku hanya sedikit tertarik padamu " (Klara)


"Terserah... " (Mira)


"Jadi, apa yang telah terjadi ?" tanya Klara.


"Aku sendiri tidak tahu... tapi kurasa ini berhubungan dengan mimpi itu. Semuanya terjadi begitu saja dan aku tidak bisa menghindari hal tersebut " (Mira)

__ADS_1


"Jadi begitu... sekarang coba jelaskan apa yang kamu rasakan saat itu " (Klara)


"Saat itu aku sedang mengedarai mobil tapi entah kenapa sesuatu yang asing menusuk telingaku, terdengar seperti bisikan. Dan itu sangat mengganggu dan tepat disaat yang sama sebuah mobil mengarah ke arahku..."


"Aku berusaha menghindari nya tapi sialnya hal itu justru membuatku menabrak pembatas jalan dan hal terakhir yang kuingat hanyalah...


"Semua terlihat sangat gelap... "


Mira menjelaskannya dengan begitu jelas. Ia melihat pergelangan tangannya untuk sesaat yang mulai terasa aneh, dan kini tangannya terasa bergemetar.


"bisikan itu... "


"Hei... apa kamu baik baik saja ?" tanya Klara.


Mira langsung tersadar dari lamunannya. Ia melihat Klara dengan perasaan yang terasa aneh. Apa mungkin...


"Klara... " (Mira)


"Hei... ada apa ?" (Klara)


"Apa kamu merasakannya ? "(Mira)


"Entah kenapa, semenjak kita bertemu rentetan kejadian aneh terus saja berdatangan. Dan kini semakin terus saja terjadi bahkan tidak segan segan melukai " (Mira)


"Jadi kamu sudah mulai merasakannya. Sebenarnya aku sudah lama menyadari hal ini. Semenjak pertemuan pertama saat itu hidupku perlahan mulai berubah. Awalnya aku mengabaikan nya tapi, semakin diabaikan maka semakin mimpi itu datang meneror. Dan kini aku benar benar tidak bisa lagi untuk mengabaikannya "


"Tapi kini pertanyaan nya, apa yang sebenarnya ingin mimpi itu sampaikan ?" (klara)


"Entahlah... " (Mira)


Mira menatap Klara dengan berbagai pertanyaan di benaknya. Apa mungkin dirinya perlu memberitahu kepada Klara awal dari teror mimpi ini. Apa mungkin Mira bisa menjelaskan bahwa mimpinya berawal dari niat miliknya. Niat dimana untuk menghilangkan trauma yang mendalam.


Trauma yang selama ini memjadi bayangan dalam hidupnya. Trauma yang selama ini menjadi teror yang sebenarnya.


"Apa mungkin seharusnya ku beritahu... "


Mira menggenggam tangannya dengan erat. Ada perasaan bersalah yang muncul. Mungkin jika dirinya tidak kembali melakukan mimpi itu mungkin saja mimpi itu tidak akan pernah datang meneror kehidupan Klara.


Mungkin seharusnya ia menerima kenyataan bahwa dirinya memang ditakdirkan untuk tidak bisa lepas dari trauma yang menjadi mimpi buruk dalam hidupnya.

__ADS_1


Tapi...


"Ini mungkin terdengar aneh, tapi mungkin mimpi itu memang takdir yang harus aku jalani " ucap Klara dengan semangat.


Klara tersenyum yang membuatnya terlihat begitu bahagia. Klara menggenggam tangannya dan menunjukkan nya kepada Mira.


"Selama ini aku tidak pernah memiliki teman. Aku selalu hidup dalam kesendirian dan rasa kesepian telah menjadi temanku. Tidak ada orang yang bisa kuajak bicara. aku begitu kesepian, kamu tahu orang tua ku sudah meninggal saat diriku lahir ke dunia. Mereka berdua meninggalkan aku sendiri di dunia yang begitu luas "


"Tapi kini tidak lagi, semenjak mimpi itu datang dalam hidupku kamu datang menemuiku. Kini aku memiliki seorang teman yang bisa kuajak bicara dan kini rasa kesepian itu perlahan mulai memudar..."


"Kurasa mimpi ini tidak begitu buruk, karena kini aku memiliki teman " (Klara)


Mira tersenyum mendengar pengakuan Klara. Apa yang Klara ucapkan begitu aneh, tapi Mira justru malah menerima nya.


"Memangnya aku pernah menganggap kamu sebagai teman ?" (Mira)


"Jika begitu... Amiradian apa kamu mau menjadi temanku mulai sekarang.. " (Klara)


"Baiklah... aku menerima mu sebagai temanku,hanya sebagai temanku tidak lebih... " (Mira)


"Kenapa tidak lebih ?" (Klara)


"Karena sahabatku hanya satu dan itu adalah Fina " (Mira)


"Aku sungguh iri padanya " (Klara)


"Terserah " (Mira)


Mira menatap ke arah luar jendela. Hujan telah berhenti dan kini berganti menjadi hari yang cerah.


"Bisikan itu... "


Mira melihat dan menggenggam tangannya dengan erat.


"Apa kamu sudah mengigatnya..."


BERSAMBUNG...


THANK YOU 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2