KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
Eps 49 : Tolong aku


__ADS_3

"Aku hanya berusaha melindungi diri..." jawabnya.


"Aku tidak tahu apakah aku bisa percaya dengan cerita mu..." ujar ku.


"Ku mohon tolong aku...dia tidak pernah meninggalkan ku sendiri, dia selalu mengikuti kemanapun aku pergi, dia adalah seorang penguntit..." (Indri)


"Lalu...apa alasan kamu merundung nya ?" (Mira)


"Aku hanya ingin dia berhenti mengikuti diriku, tapi dia malah semakin menjadi, dia terus mengikuti ku, ku mohon... tolong aku..." (Indri)


Siswi ini terus menangis di depanku, jujur aku tidak percaya sama sekali dengan ceritanya. Siapapun pasti tidak akan percaya, bukan.


Tapi kenapa dia bisa terlihat sangat ketakutan seperti ini. Tapi sayangnya hal ini bukan urusan ku. Keberadaan ku disini hanya untuk menggantikan Kevin saja.


Aku memutuskan untuk pergi tapi tanpa ku duga...


Hah...


Plak...


Dia mengarahkan pisau ke leherku, aku terdiam dengan apa yang terjadi. Siswi ini sudah benar benar gila!


"Kenapa... kenapa...tidak ada yang percaya kepadaku...dia lah yang meneror hidupku...aku hanya berusaha melindungi diri saja...kamu sama saja seperti mereka...kamu pasti menganggap diriku ini gila, bukan...?"


"Dia pasti ingin membunuh ku...dia...dia adalah orang gila...dia tidak membiarkan ku sendiri...ku mohon percayalah kepadaku...ku mohon tolong lah aku...aku... sangat ketakutan..." (Indri)


Siswi itu menangis, tangannya benar benar bergetar dengan hebat.


"Dia benar benar merasa ketakutan..."


Aku kembali melihat matanya, tapi entah kenapa tiba tiba saja banyangan itu kembali muncul dalam benakku.


"Darah yang menetes..."


Dadaku berdetak dengan kencang, aku kembali merasakan sakit yang luar biasa di jantung ku.


"Kenapa harus sekarang..."


Aku merasakan kesadaran ku mulai menghilang. Tapi hal ini tidak boleh terjadi. Saat ini aku benar benar dalam bahaya!


Siswi ini, aku harus mencari cara untuk meloloskan diri tapi kenapa rasa pusing ini terus saja menyerang ku.


"Semua mulai terlihat gelap..."


Tapi kemudian...


Plak...Plak...Plak...


Siswi itu jatuh tidak sadarkan diri, terlihat seseorang memukul nya dari belakang.


Aku bernafas lega, akhirnya aku selamat dari cengkeraman gadis gila ini.


"Terima kasih..." ucapku dengan lemas.


Untungnya rasa pusing ini juga ikut menghilang. Aku berjalan menghampiri siswa ini dengan pelan, tapi kenapa dia juga malah menunjukkan ekspresi panik.


Dia terlihat ketakutan melihat ku...


"Darah...?!" ucapnya.


Aku merasa heran dengan apa yang dikatakan oleh nya.


Tapi kemudian tanpa kusadari tanganku ternyata sudah berlumuran darah.

__ADS_1


Tidak...!


Leherku ternyata terkena sayatan dari pisau siswi tadi. Terlihat darah segar mengalir dari leherku.


"Astaga aku benar benar bodoh..." ujar ku.


Kemudian...


Brak...


Aku pun ikut terjatuh tidak sadarkan diri...


Di ruang rumah sakit...


"Darah yang menetes..."


Aku membuka mataku, terlihat Kevin sedang berada di samping ku. Aku berusaha bangun tapi rasa sakit dileher ku sangat terasa menyakitkan.


"Ahkk...! "


"Kamu jangan banyak gerak dulu !" ucap Kevin kepada ku.


Dengan cepat dia membantu diriku dan mengubah posisi bantal agar nyaman. Aku merebahkannya diri dan memandang wajah Kevin.


"Maafkan aku..." (Kevin)


"Hmm..." (Mira)


"Aku tidak menyangka jika dia bisa berbuat sejauh ini, jika saja aku tidak memiliki kepentingan lain hal ini pasti tidak akan pernah terjadi..." (Kevin)


"Aku tidak memikirkan hal itu..." (Mira)


"Apa maksudmu...?" (Kevin)


Tapi kemudian aku baru teringat akan sesuatu, bukankah Klara juga bisa merasakan hal yang sama.


"Kev...bisa ngak kamu panggil lin Klara, ada yang mau aku omongin..." ucapku.


Tapi entah kenapa Kevin malah menatapku dengan wajah yang terlihat curiga. Seolah olah sedang mencari sesuatu.


"Dia sedang di rawat di rumah sakit..." jawabnya dengan datar.


Aku merasa bingung dengan jawaban yang Kevin lontarkan, kenapa seolah terdengar seperti menyalahkan ku.


"Bagaimana bisa ?" tanyaku.


"Lehernya tersayat, sama seperti apa yang terjadi kepadamu, dan yang lebih anehnya hal itu terjadi di waktu yang sama..." (Kevin)


"Apakah kamu mencurigai ku sebagai pelakunya...?" (Mira)


"Tentu saja tidak, lagi pula mustahil kamu bisa melukai nya disaat yang sama kamu juga sedang terluka dengan luka yang sama..."(Kevin)


"Lalu...?" (Mira)


"Bukankah ini adalah sesuatu yang aneh, kenapa kalian bisa mengalami luka yang sama dan di waktu yang sama..." (Kevin)


"Ini bukan urusan mu !" (Mira)


"Aku tahu kamu pasti tidak akan menjawab pertanyaan yang aku lontarkan " (Kevin)


"Lalu dimana Klara ?" (Mira)


"Dia adalah di sebelah mu...!" (Kevin)

__ADS_1


Aku melihat tirai di sebelah tempat ku dan kemudian membuka nya.


Terlihat Klara sedang terduduk, ternyata sedari tadi dia mendengar kan pembicaraan kami berdua.


Aku berjalan menghampiri Klara dengan pelan, terlihat dia seperti sedang termenung. Aku kemudian menepuk pundaknya dengan pelan, tapi...


Ternyata Klara sedang menangis, dan dapat kulihat dia menggenggam tangannya dengan erat. Aku nyakin dia juga pasti merasa ketakutan atas apa yang terjadi.


"Gue takut Mir..." ucapnya dengan lirih.


Air matanya terus mengalir, aku melihat matanya, terlihat menunjukkan ekspresi ketakutan.


Aku mengusap kepala nya dengan lembut, aku bisa mengerti perasaan Klara saat ini.


"Dia sedang sangat ketakutan..."


"Gue takut Mir...gue ngak tahu kenapa hal ini bisa terjadi, tiba tiba aja leher gue tersayat tanpa ada alasan yang jelas, rasanya sakit..." jelasnya.


Klara terus saja menangis dan pada akhirnya aku membiarkan nya. Tidak ada yang bisa kulakukan selain terdiam melihat nya.


Beberapa jam kemudian...


Akhirnya Klara merasa tenang, terlihat dia sudah jauh lebih baik sekarang.


Aku merasa ini adalah saat yang tepat untuk menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi kepada nya.


"Klar...apa lo benar benar ngak ingat kenapa luka itu bisa terjadi " tanyaku.


"Gue sama sekali ngak tahu, tiba tiba aja leher gue tersayat, gue takut Mir kalo mimpi itu bener bener mau ngebunuh gue, gue ngak mau mati konyol cuma gara gara mimpi " jelas Klara.


Di saat aku sedang mendengarkan Klara, sayangnya aku melupakan satu hal.


"Mimpi...?" tanya Kevin.


Aku memandang ke arah Kevin, benar aku melupakan bahwa saat ini Kevin sedang bersama ku.


"Kev... sebaiknya lo keluar ! " (Mira)


"Kenapa...?" (Kevin)


"Bukan urusan mu !" (Mira)


"Aku tidak akan mendengar kan perintah mu, aku merasa penasaran dengan apa yang telah terjadi diantara kalian berdua, jujur aku merasa aneh kenapa kamu bisa dengan mudah akrab dengannya padahal kalian berdua baru saja berkenalan " (Kevin)


"Ini bukan urusan mu...!" (Mira)


"Terserah..." (Kevin)


"Kevin !" (Mira)


"Apa pun yang terjadi aku akan terus berada di sini, aku tidak akan mendengar kan perintah mu, apapun yang terjadi..." (Kevin)


"Kamu benar benar keras kepala..." (Mira)


Tapi tiba tiba saja sebuah bisikan menggema di kepalaku dan kemudian tanpa kuduga...


Brak...


Klara tiba tiba saja mengarah kan pisau kepadaku...


"Aku ingin hidup..."


BERSAMBUNG...

__ADS_1


THANK YOU 🖤🖤🖤


__ADS_2