KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
Eps 55 : Sesuai rencana


__ADS_3

"Ayo cepatlah! "


Aku dan Kevin menaiki mobil mengejar Indri dan Lili. Kami sudah menelpon polisi sebelum pergi.


"Sekarang pikiran baik baik rencana nya! " ucapku kepada Kevin.


Aku berusaha melacak keberadaan mereka menggunakan GPS yang telah ku pasang sebelum nya.


Untung saja saat itu aku memikirkannya


matang matang. Jika tidak akan lebih sulit lagi untuk kami menemukan mereka.


Aku melihat tangan Kevin gemetaran dan sepertinya dia tidak handal dalam mengemudikan mobil.


"Kev, jangan jangan kamu ngak jago mengemudi mobil, kan...? " tanyaku.


"Hmm... sepertinya begitu..." jawab Kevin dengan nada yang dibuat lirih.


"Oh ayolah, kamu benar benar tidak berguna...!" ~Mira


"Jangan berdebat kepadaku tentang hal itu! " ~Kevin.


"Baiklah jika begitu kita berganti posisi! " ~ Mira.


"Dengan senang hati " ~Kevin.


Pada akhirnya aku dan Kevin berganti posisi dan kini aku yang mengemudi. Tanpa berlama lama aku segera menancap gas dan melaju dengan cepat memecah jalanan.


Aku menyuruh Kevin yang melacak keberadaan mereka.


"Sudah kutemukan! " ~Kevin.


Mendengar hal itu aku langsung menancap gas dengan cepat.


"Itu mobil nya! " tunjuk Kevin.


Terlihat mobil berwarna silver kini berada di depanku. Secepat mungkin aku berusaha mengejar kecepatannya.


Dan kini aku berhasil melewati mobil tersebut. Aku langsung membanting setir untuk menghadang mereka.


"Sial..."


Mobil itu berhasil lolos dariku, dan sialnya aku kehilangan kendali. Mobil yang kami tumpangi berputar putar dan pada


akhirnya...


"Ahkk...!"


Kami menabrak pembatas jalan dan hampir saja mobil tersebut terjatuh jika saja Kevin tidak dengan cepat mengambil kendali.


Dapat kulihat setengah bagian mobil sudah tidak berpijak lagi pada jalanan. Kakiku bergetar dengan sangat hebat.

__ADS_1


Aku melihat Kevin dapat kulihat Kevin juga merasakan hal yang sama. Tapi sebisa mungkin dia menyuruh ku untuk tenang.


Aku menggenggam erat setir kemudi dan berhati hati mundur perlahan. Cukup memakan waktu yang lama untuk membuat mobil kembali berpijak pada jalanan.


Setelah berhasil aku langsung keluar dari mobil. Aku memuntahkan semua yang telah ku makan.


Aku merasa kakiku telah mati rasa. Keringat dingin menjalar ke seluruh tubuh ku dan rasa lemas menyelimuti ku.


Aku terduduk lemas, tidak pernah ku sangka akhirnya akan seperti ini.


Aku melihat ke arah Kevin, sepertinya dia sedang menghubungi bantuan. Aku melihat mobilku yang sudah ringsek setengahnya.


Tapi aku tidak peduli lagi pula aku hanya tinggal membeli yang baru.


"Bantuan akan datang sebentar lagi " ucap Kevin kepada ku.


"Lalu sekarang bagaimana ?" tanyaku.


"Apa yang ada dipikiran mu ?" ~Kevin.


"Mengejar mereka..." ~Mira.


"Apa kamu nyakin ?" ~ Kevin.


"Entahlah, tapi menurutku kita harus menyelesaikan nya dengan tuntas, lagipula bukankah sudah tanggung, kita sudah sejauh ini sayang jika dilewatkan begitu saja " ~Mira.


"Kamu benar benar gila! "~Kevin.


"Jadi bagaimana ?" ~Mira.


Aku tersenyum mendengar jawaban nya. Dengan cepat aku mengambil laptop milikku. Untung saja laptop nya tidak hancur.


Tidak butuh waktu lama bagiku untuk menemukan kebenaran mereka. Nyatanya mereka tidak jauh dari sekitar sini.


"Aku menemukan mereka tidak jauh dari sini " ~Mira.


"Jika begitu ayo pergi! " ~Kevin.


Kevin memberikan tangannya kepada ku. Aku tersenyum melihatnya dengan mantap aku memegang tangannya.


"Hangat..."


"Tapi bagaimana dengan Klara ?" tanyaku.


Aku melihat ke arah mobil dapat kulihat sepertinya dia belum sadarkan diri.


"Tidak perlu khawatir dia akan baik baik saja lagi pula aku sudah meminta bantuan " jawab Kevin.


"Baiklah..." jawabku.


Kini kami berdua berjalan memasuki hutan. Berdasarkan GPS yang ku pasang mereka tidak jauh dari sini.

__ADS_1


Hingga akhirnya kami berdua melihat sebuah gubuk tidak jauh dari tempat kami berada. Tua dan kumuh menggambarkan kondisinya.


Aku memegang kepalaku yang terasa sangat pusing. Sepertinya aku sudah banyak kehilangan darah.


"Apa kamu baik baik saja ?" tanya Kevin dengan khawatir.


"Pertanyaan bodoh macam apa itu, tentu saja aku sedang tidak baik baik saja! " gerutu ku.


"Bagus lah jika kamu masih bisa berkata kasar itu artinya kamu baik baik saja..." ~Kevin.


"Lucu sekali..." ~Mira.


Kini kami berdua tepat berada di depan pintu. Aku kembali memegang kepalaku yang terasa pusing. Bisikan itu kembali terdengar...


"Darah yang menetes..."


Tik...Tik...Tik...


Aku terkejut mendengar suara tetesan tersebut. Kali ini bukan berasal dari banyangan ku melainkan dari dalam gubuk ini.


Dengan cepat aku membuka pintu, aku menutup mulutku tidak percaya akan apa yang telah kulihat.


"Indri apa yang telah kamu lakukan...?"


Kini yang telah ku mimpikan telah terjadi tepat di depan mataku. Seorang pembunuh tepat berada dihadapan ku.


Dia melihat ku dengan mata merah nya. Aku mundur beberapa langkah menyadari apa yang terjadi.


Tapi Kevin menghentikan langkahku, aku segera melihat ke arah nya.


"Tepat sesuai rencana..." ~Kevin.


Aku tidak percaya akan apa yang telah kudengar dari mulutnya.


"Apa maksudnya..."


Beberapa hari kemudian...


Aku menghela napas mengingat kejadian malam itu. Tidak pernah ku sangka akhirnya bisa seperti itu.


Tapi syukurlah kerena kejadian itu mimpi ini sudah tidak lagi menganggu hidupku akhir akhir ini.


Walaupun berakhir dengan cara yang mengenaskan. Tapi aku tidak sedikit pun merasa bersalah.


Aku menatap ke arah langit yang terlihat sangat cerah. Karena bagaimanapun juga...


"Itu sudah menjadi takdirnya..."


Aku berjalan menuju kantin meninggalkan berbagai pertanyaan di kepalaku.


"Tidak ada yang perlu disesali..."

__ADS_1


BERSAMBUNG...


THANK YOU 🖤🖤🖤🖤


__ADS_2