
"Ini gila!" Gerutu Kevin.
Kevin sedang berdiri di pintu. Dia sedang mengawasi seorang satpam. Satpam itu adalah penjaga dari sebuah ruangan. Ruangan dimana data pribadi tentang siswa dan siswi. Mungkin adalah hal aneh jika ada ruangan khusus yang dijaga.
Tapi itu bukanlah hal yang langka. Tempat Kevin bersekolah adalah salah satu sekolah tersohor. Bahkan beberapa siswa di sini berasal dari luar negeri. Dimulai dari sistem sekolah yang baik hingga mendapatkan guru ekskul khusus sudah tidak diragukan lagi popularitas sekolah ini.
Dari sekian banyak nya siswa dan siswi pasti diantara mereka bukanlah berasal dari keluarga biasa. Dan itu membuat data pribadi mereka semua dirahasiakan termasuk Kevin. Ketat nya persaingan juga memengaruhi kualitas sekolah ini.
Tapi kini bagaimana cara untuk masuk ke dalam ruangan tersebut. Kevin sudah mematikan cctv di sekitar ruangan tersebut. Jadi kemungkinan tidak ada yang bisa mengetahui nya. Kini pertanyaan nya adalah bagaimana dengan satpam itu.
Tidak butuh waktu lama bagi Kevin untuk menemukan caranya.
Kevin kemudian pergi menuju ruang kontrol penjaga di sekitar ruangan tersebut. Dan kemudian mulai menyabotasinya. Tidaklah sulit karena Kevin sendiri tahu bagaimana cara untuk mematikan sistem tersebut. Jika sistem tersebut mati maka kamera pengawas pintu masuk akan mati juga.
Kevin pergi dan memanggil satpam itu. Terlihat satpam itu mengenal Kevin. Bagaimana tidak Kevin adalah ketua osis di sekolah ini. Sudah pasti semua orang mengenalnya.
"Permisi pak. Saya ingin memimta tolong " (Kevin)
"Ada apa tuan Kevin meminta pertolongan saya " (Satpam)
"Sistem ruangan kontrol di sebelah sana mati dan saya tidak bisa memperbaikinya. Bisakah pak satpam memperbaikinya " (Kevin)
"Oh.. disana baiklah saya permisi. Terima kasih sudah memberi tahu tuan Kevin " (Satpam)
"Hmm sama sama " (Kevin)
Setelah satpam tersebut pergi Kevin bergegas masuk. Terlihat berbagai komputer berjejeran dengan rapi dan terawat. Belum lagi berbagai berkas tersusun.
Melihat hal itu Kevin langsung mencari data pribadi milik Devan. Kevin berpikir jika Mira yang misterius tertarik pada Devan sudah dipastikan Devan bukanlah orang biasa. Dan data orang seperti itu hanya tersimpan di brankas khusus.
Tidak lama Kevin menemukannya. Kevin mulai meretas sandi data data itu. Cukup memakan waktu untuk menemukannya. Setelah beberapa menit kemudian akhirnya Kevin menemukan data milik Devan.
Terlihat isi data tersebut berisi kode. Tapi ini adalah hal yang mudah bagi Kevin untuk memecahkannya. Kevin kemudian duduk diantara komputer itu dan mulai memecahkan kode tersebut. Setelah selesai Kevin bergegas pergi. Tepat disaat yang bersamaan satpam tersebut telah kembali. Kevin bernapas lega.
Tapi sialnya waktu yang kini dimiliki oleh nya hanya tinggal lima menit. Kevin berlari dengan sekuat tenaga. Setelah otaknya sudah terpakai kini tenaganya juga.
"Benar benar merepotkan " Gerutu Kevin.
(DI RUANGAN PERLOMBAAN AKADEMIK)
__ADS_1
Terlihat Mira sedang menunggu seseorang. Mira berpikir apakah Kevin akan berhasil melakukan nya. Tapi tiba tiba saja Mira dikejutkan oleh seseorang. Terlihat Fina berada dibelakangnya.
"Hayolo... kaget kan... " (Fina)
"Yaampun Fina bisa ngak, ngak usah buat gue kaget. Gue itu lagi khawatir " (Mira)
"Khawatir tentang apa gitu "(Fina)
"Ya menurut lo apa lagi " (Mira)
"Maksud lo tentang perlombaan " (Fina)
"Ya menurut lo apa lagi "(Mira)
Tapi tanpa alasan yang jelas Fina tertawa. Menurutnya ini adalah hal yang lucu.
"Elo.. cemas cuma gara gara perlombaan ?, gue ngak percaya" (Fina)
"Kenapa ?" (Mira)
"Ya ampun Mir. Emang nya sejak kapan lo khawatir tentang perlombaan. Bukannya setiap kali lo lomba lo biasa biasa aja. Lo pasti bohong sama gue kan... pasti bukan karena perlombaan yang buat lo khawatir. Ngaku lo.. " (Fina)
Skak mat. Fina benar benar mengenal dirinya. Memang benar setiap Mira mengikuti perlombaan dia biasa biasa saja.
"Maaf membuat mu menunggu lama "
Kevin tiba tiba saja datang dan meminta maaf kepada Mira. Fina yang melihat itu kemudian tersenyum. Kini dia sudah tahu alasannya.
"Oh... jadi ini yang buat lo khawatir. Yaudah deh gue pergi ya.. bay... "Ucap Fina pergi meninggalkan Mira.
Tapi apa yang dipikirkan oleh Fina Bukanlah kenyataan nya.
Suasana berubah dari yang tadinya ceria kini berubah menjadi serius. Mira menatap Kevin. Begitu pula dengan Kevin yang ditatap.
"Gimana " (Mira)
"Ini. Sesuai perjanjian lo harus tepati" (Kevin)
"Oke kalau begitu, terima kasih atas kerja samanya. Tuan Kevin Derdirio " Ucap Mira meninggalkan Kevin.
__ADS_1
Tapi tiba tiba Kevin menarik tangannya. Pandangan mata mereka bertemu. Untuk sesaat Kevin terkesima. Tapi dengan segera Kevin tersadar.
"Ingat!, jangan pernah mengingkari janji lo. paham... " Ancam Kevin.
Mira yang melihatnya hanya terdiam. Melihat Mira yang terdiam Kevin melepaskan tangannya. Tanpa sepatah katapun Mira berjalan pergi.
Kevin yang melihatnya merasa kesal. Tapi anehnya Kevin justru merasakan sesuatu. Sesuatu yang begitu aneh. Jangtungnya berdegup dengan kencang. Kevin yang menyadari Jangtungnya berdegup dengan kencang tidak percaya.
"Mungkinkah "
Dengan cepat Kevin membuang pikirannya. Tidak mungkin hal itu bisa terjadi. Kevin langsung memokuskan pikirannya kembali. Dia harus fokus untuk perlombaan ini. Bagaimana pun walau Mira sudah bejanji untuk dibawahnya saat ini tapi perang ini belum selesai. Kevin masih harus melawan siswa dan siswi yang ikut serta. Dan ini tidaklah mudah.
Sementara itu....
Mira terlihat berjalan sembari melihat data yang di pegang olehnya. Dia merasa senang akhirnya kini Mira bisa mengetahui siapa Devan sebenarnya. Dengan data ini Mira akan mencari tahu dan meretas informasi tentang Devan. Mira benar benar harus menyelesaikan masalah ini.
Siapa Devan sebenarnya. Siapa keluarganya. Bagaimana Devan mengenal dirinya. Apa tujuannya. Apa masa lalunya. Apa yang sebenarnya terjadi. Mira merasa Devan bukanlah orang biasa.
Entah kenapa walaupun tidak ada bukti yang mencurigakan tentang Devan Mira merasa bahwa Devan bukanlah orang biasa. Dia benar benar harus segera mengetahui segala informasi tentang Devan.
Mira tidak ingin Fina terlibat lebih jauh lagi.
Kembali pada perlombaan....
Terlihat semua siswa dan siswi yang ikut serta sedang bersungguh sungguh. Mereka tidak mau melewatkan kesempatan ini. Karena ini bisa menjadi tolak ukur kesuksesan mereka kelak.
Tidak terkecuali Kevin. Dengan kepintaran dan kejeniusannya dia menyelesaikan soal soal di tugas tersebut.
Beberapa jam kemudian perlombaan akademik telah selesai di adakan. Terlihat semua siswa dan siswi kelelahan.
Tapi Kevin berbeda. Dia tidak sama sekali berekspresi. Datar dan dingin, Kevin tidak bisa bernapas dengan lega. Kerena hasil perlombaan ini belum di umumkan.
Kevin melihat keluar. Terlihat perlombaan lainnya belum selesai. Semua orang bekerja keras tidak terkecuali dirinya.
Beberapa lama kemudian hasil perlombaan akademik diumumkan. Kevin menggenggam tangannya dengan erat.
Hingga akhirnya di sebutkan siapa juara pertama perlombaan akademik kali ini.
"Juara pertama adalah... "
__ADS_1
BERSAMBUNG....
THANK YOU 💕💕💕