
Mira berjalan menuju suatu tempat tapi kemudian langkahnya terhenti. Karena tujuan itu justru datang dengan sendirinya. Ia melihat seseorang tapi, sedangkan orang yang dilihat Mira menunjukkan ekspresi terkejut.
Kevin tepat berada di depan Mira. Entah dengan alasan apa kevin terkejut.
"Tepat sasaran " Ucap Mira.
Kevin yang mendengar nya merasa panik.
"Apa dia menyadarinya ?" Batin Kevin dalam hati.
Kevin sebenarnya sudah menabur obat tidur kedalam makanan Mira. Kevin benar benar melihat bahwa makanan itu sudah sampai di tangan Mira. Tapi bagaimana mungkin kini Mira justru berdiri tepat dihadapannya.
Kevin berusaha memasang wajah pura pura tidak tahu dan berjalan pergi. Lagipula Kevin merasa nyakin kalau Mira pasti hanya asal menebak.
Mira yang melihatnya mengukir senyuman. Bukankah ini adalah hal yang lucu. Melihat seorang ketua osis tertangkap basah. Tidak Mira pungkiri jika Kevin ternyata bisa bertindak sejauh ini. Jika saja saat itu Fina tidak memakan makanannya mungkin rencana Kevin berhasil.
Melihat Kevin pergi Mira mengatakan sesuatu. Perkataan Mira mampu membuat Kevin terdiam.
"Bagaimana mungkin? Dia bisa mengetahui
itu semua, dari mana dia mengetahui nya " Batin Kevin.
"Hei... kenapa dengan wajah itu. Ah.. kamu pasti berpikir bagaimana aku mengetahui itu semua. Baiklah akan aku beritahu "
Mira berjalan mendekati Kevin. Saat ini Mira bukanlah dirinya. Ada yang berubah darinya. Mira begitu berani bahkan Mira merasa mendapatkan sesuatu yang baru.
Mira kemudian berbisik.
"Karena aku mengawasi dirimu " Ucap Mira.
DEG..
Kevin terkejut. Kini dirinya tidak bisa membantah perkataan Mira. Mira benar benar tahu cara untuk menghancurkan dirinya. Tapi yang terpenting sekarang bagaimana caranya untuk menutup mulut Mira.
Kevin tidak bisa membiarkan Mira membongkar perbuatannya. Jika itu terjadi Kevin bisa dikeluarkan dari perlombaan dan bahkan di skors. Tapi bagaimana caranya.
"Ada apa aku bisa memberikannya kepadamu " (Mira)
__ADS_1
DEG..
Lagi lagi Mira bisa menebak apa yang dipikirkan nya. Sungguh Kevin merasa bingung. Bagaimana mungkin Mira bisa selalu bisa menebak rencananya.
"Bagaimana mungkin ?,Siapa dia sebenarnya..." Tanya Kevin dalam hati.
Melihat ekspresi Kevin Mira tertawa. Mira merasa ada yang baru dalam dirinya. Entahlah Mira tidak mau ambil pusing. Mira menawarkan perjanjian kepada Kevin sebagai imbalan tutup mulut. Bukankah tidak ada yang gratis di dunia ini.
Mendengarnya Kevin tersenyum. Kini dia tahu alasan Mira melakukan ini semua. Pasti ada yang diinginkan olehnya. Tapi Kevin harus berhati hati. Bagaimana pun orang didepannya adalah musuhnya.
"Apa maumu " (Kevin)
"Mudah saja. Aku ingin kamu memberikan data tentang Devan Risky Saputra kepadaku " (Mira)
Mendengar nya Kevin merasa heran. Apa yang diinginkan oleh gadis ini. Data tentang Devan Risky Saputra. Apa yang di rencanakan gadis ini tapi, untuk hal ini Kevin tidak bisa melakukan nya.
Bagaimana pun dia tidak boleh mencampuri kehidupan pribadi Devan.
"Tidak bisa, aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak ingin melibatkan orang lain dalam urusanku " (Kevin)
Mendengar pernyataan Kevin Mira tertawa. Kevin yang melihatnya merasa aneh. Tapi dengan cepat ekspresi itu berubah menjadi mencekam.
"Menyebalkan. Kamu tidak ingin melibatkan orang lain dalam urusanmu tapi, bagaimana denganku ?.Apa kamu bodoh bukankah apa yang kamu lakukan sama saja " Tegas Mira.
Mendengar perkataan Mira Kevin tertegun. Benar apa yang dikatakan oleh Mira. Bukankah itu sama saja.
Tapi Kevin tidak mungkin melakukan hal itu. Bagaimana pun dia tidak boleh mencuri data pribadi. Karena itu adalah tidak kriminal.
"Tapi bukankah menaruh obat tidur di makanan seseorang dengan maksud tertentu adalah suatu tidakan kriminal " Ucap Mira.
DEG....
Kevin kehilangan kata kata. Mira benar benar telah membungkamnya. Setiap rencananya selalu dengan tepat tertebak. Bahkan kini pikiran nya bisa di tebak dengan mudah olehnya.
"Siapa sebenarnya gadis ini ?" Batin Kevin.
Mira menatap mata Kevin. Tatapan yang bertemu menciptakan suasana tertentu. Di satu sisi terasa sangat mengintimidasi tapi disisi lain ingin merasakannya.
__ADS_1
"Bukankah cara menutupi kebohongan adalah dengan cara membuat kebohongan yang baru" (Mira)
Kevin merasa aneh dengan dirinya. Untuk pertama kalinya bukannya merasa takut Kevin justru menikmati intimidasi tersebut. Tatapan mata yang bertemu ,Suara kata kata itu, bibir yang terus bergerak serta senyuman yang penuh misteri membuat suasana yang baru. Suasana yang berbeda. Kevin terlena.
"Jadi, bagaimana ?" Tanya Mira
Kevin tersadar dari lamunannya. Kini dirinya benar benar tidak memiliki jalan lain. Mau tidak mau Kevin harus melakukan nya. Tidak ada jalan lain.
"Baiklah, aku menerimanya "
Tapi tanpa terduga Mira mengatakan sesuatu.
"Baiklah, jika begitu kamu harus memberikan data tersebut sebelum lomba di mulai " (Mira)
"Apa kamu bercanda. Bagaimana cara aku mendapatkan nya. Perlombaan nya dimulai setengah jam lagi " (Kevin)
"Aku tidak peduli. Bukankah kamu adalah seorang ketua osis. Jadi ini seharusnya ini adalah tugas yang mudah bagimu " (Mira)
"Tapi itu mustahil " (Kevin)
"Itu tergantung padamu. Lagipula dalam kesepakatan ini aku bukanlah pihak yang di rugikan. Jika kamu gagal aku tidak akan merasa rugi. Bukankah kita tidak boleh percaya pada musuh " Ucap Mira menunjukkan senyumannya.
Kevin benar benar dibuat tidak berkutik. Tanpa rasa bersalah Mira pergi meninggalkan Kevin. Kevin yang melihatnya tentu merasa geram.
Mereka berdua berjalan ke dua arah yang berbeda.
Tanpa berlama lama kevin langsung bertindak. Waktunya tidaklah lama. Jika Kevin gagal dia bisa berada di dalam masalah. Kesepakatan ini tidak boleh di sia siakan. Tidak boleh...
Berbeda dengan Mira. Mira melihat Kevin dari kejauhan. Mira merasakan hal yang sama. Walaupun Kevin adalah seorang ketua osis tapi tetap saja mencuri data pribadi siswa adalah hal yang sulit. Apalagi jika dalam waktu hanya setengah jam.
Mira meminta data pribadi Devan karena sebuah alasan. Mira tidak ingin membuang waktu. Devan tidak bisa di biarkan. Jika saja Fina tidak terlibat Mira mungkin bisa dengan mudah menyelesaikannya. Tapi karena hal ini Mira harus berhati hati.
Mira berharap Kevin berhasil melakukan nya. Karena jika dia berhasil ini akan mempermudah Mira. Bukankah jika seseorang sudah berusaha tidak ada yang mustahil.
Kata kata dan pemikiran ini sangat bertolak belakang dengan sifat Mira. Seolah ada yang mengerakkan dirinya. Mira mulai merasakannya. Sikapnya tadi benar benar bukan dirinya. Apa ini adalah dirinya atau mungkin orang lain. Apa yang sebenarnya terjadi.
"Siapa dirimu sebenarnya "
__ADS_1
BERSAMBUNG....
THANK YOU 💕💕💕