KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
Eps 50 : Aku ingin hidup!


__ADS_3

"Aku ingin hidup..."


Terlihat darah segar mengalir dari tangan ku, sebisa mungkin aku harus bisa bertahan lebih lama.


"Sial! "


Walaupun Kevin sudah berusaha membantu tapi sialnya dia malah terlempar hingga tidak sadarkan diri.


Klara benar benar di luar kendali, ada seseorang telah yang mengendalikan pikirannya.


Tidak, lebih tepatnya rasa takut itu yang membuatnya seperti ini. Rasa takut akan kematian, semua ini benar benar menyusahkan.


"Klara sadarlah..."


Sedikit lagi, sedikit lagi pisau itu pasti akan menancap di kepalaku. Kenapa mimpi ini semakin ingin membunuh ku.


Plak...


Akhirnya aku bisa bernafas lega, seseorang telah datang menolong ku. Terlihat Fina datang tepat pada waktunya.


"Terima kasih..."


Kata kata terakhir ku sebelum kembali tidak sadarkan diri.


Tik...Tik...Tik...


Aku tersadar dari tidurku, aku terkejut akan apa yang kulihat. Aku berdiri dan berlari sejauh mungkin, ini benar benar gila!


Genangan darah ada dimana mana, tapi tiba tiba saja pandangan ku teralihkan oleh sesuatu.


"Mayat...?!"


Terlihat seseorang tergantung dengan darah yang menetes dari tubuhnya.


"I love you..." ucap seseorang dari balik kegelapan.


Kata kata cinta yang diucapkan justru menjadi mantra yang menakutkan untuk di dengar.


Brak...


Mayat itu terjatuh ke dalam genangan, tapi kemudian aku menyadari bahwa dia masih hidup. Secepat mungkin aku berlari kearah nya.


Aku menutup mulutku tidak percaya akan apa yang telah kulihat.


"Bukankah dia adalah..."


Sebisa mungkin aku berusaha menolongnya, dia benar benar terlihat sangat mengenaskan.


"Apa yang sebenarnya telah terjadi kepadanya..."


Begitu banyak pertanyaan yang bermunculan di kepalaku. Tapi yang terpenting saat ini adalah menyelamatkan nyawanya.


"I love you..."


Aku berbalik ke belakang mendengar kata-kata itu. Terlihat seseorang berjalan ke arah kami dari kegelapan.

__ADS_1


"Tidak mungkin, dia..."


Dia berjalan kearah ku dengan pisau di tangannya. Dia tertawa seperti orang gila, benar benar tidak masuk akal!


Aku kembali melihat nya, kini apa yang harus kulakukan. Apa pun yang kupikirkan tidak ada yang berguna.


Tapi secara tidak sengaja aku melihat pisau di tangan orang ini. Aku mengingatnya, pisau ini adalah pisau yang sama dengan bayangan orang orang yang ingin menusukku.


"Tidak ada jalan lain..."


Aku mengambil pisau itu, ku genggam dengan sangat erat. Apa pun yang terjadi aku harus bisa melawannya.


Aku berlari ke arahnya dan...


"Hah...?"


Aku memegang kedua tanganku, bagaimana mungkin ini bisa terjadi.


"Aku bisa menembus tubuh nya..."


Dia benar benar menembus tubuh ku, dan itu artinya aku hanyalah bayangan.


Jika begitu tidak ada yang bisa kulakukan selain hanya terdiam melihat semua terjadi begitu saja.


"I love you..."


"I love you..."


"I love you..."


Hingga pada akhirnya...


Aku terdiam tak kala melihat pisau itu tepat menancap di jantung nya. Dia benar benar membunuh gadis itu.


"Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu, mulai sekarang kamu hanya milikku dan akan selalu berada di hatiku, tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita bahkan maut sekalipun "


"Ayo kita berdua hidup bersama mulai saat ini, kini aku benar benar memiliki mu seutuhnya...! "


Kata kata yang dia ucapkan dan kata kata yang telah kudengar memiliki makna yang berbeda.


Dia mengganggap bahwa apa yang dilakukan olehnya adalah cinta yang murni. Tapi sayangnya kenyataan tidak seperti itu.


Kata kata itu hanyalah bukti ke obsesian nya semata. Dia menyukai gadis itu tapi tidak dengan gadis tersebut.


Wajahnya yang tertawa dengan puas dengan darah, benar benar akan membuat siapapun pasti ketakutan melihatnya.


Tapi kenapa, kenapa tidak ada rasa takut sedikit pun dalam diriku. Seolah aku menganggap ini adalah hal biasa.


Aku tersenyum melihat pemandangan di depanku. Aku menggenggam pisau di tangan ku dengan erat, kini aku benar benar tidak bisa menahannya lagi...


Aku berlari ke arahnya dan...


**Mati...


Aku ingin hidup...

__ADS_1


Mati...


Siapapun tolong aku...


Mati...


Ku mohon...


Mati...


Ku mohon tolong bunuh aku**...


Aku tersenyum dengan puas, darah yang mengalir dari tubuhnya menjadi suatu maha karya yang indah.


Dengan pisau yang berlumuran darah di tangan ku, aku tersenyum dengan sangat puas.


Aku melihat bayangan ku di antara genangan darah ini. Siapa orang ini...


Aku mundur beberapa langkah menyadari apa yang telah ku lakukan. Darah dan pisau...


"Apa yang telah ku lakukan..."


Aku menutup mulutku tidak percaya, bagaimana mungkin aku bisa semengerikan ini, tidak ini bukan diriku.


Mayat yang yang berada di depanku telah menjadi saksi bisu atas apa yang telah ku perbuat.


Aku melihat pisau tersebut, darah dan pisau, apa yang sebenarnya terjadi kepadaku.


Aku terduduk, semua tidak lah benar, ini bukanlah ulah ku. Ini bukan diriku, ada seseorang yang mengendalikan pikiran ku.


"Aku ingin hidup..."


Terdengar kata kata dari gadis itu, aku menghampiri nya. Terlihat sepertinya dia masih hidup tapi bagaimana bisa...


Aku berusaha membantu nya tapi kemudian dia menggenggam tangan ku dengan sangat kuat.


Aku meringis kesakitan, terlihat darah segar mengalir dari tangan ku.


Aku berusaha melawan tapi sayangnya...


Hah...


Dia mencekik leherku hingga aku kesulitan bernapas. Semua usaha yang kulakukan berakhir sia sia. Dia terlalu kuat, aku tidak akan bisa menang darinya.


Aku memejamkan mataku, sepertinya ini adalah akhirnya. Aku sudah benar benar pasrah, tidak lebih tepatnya aku sudah menyerah.


"Aku tidak sanggup lagi...! "


Hal yang satu satunya ku lihat terakhir kali hanyalah tawanya yang terlihat puas.


Aku tersenyum mengingatnya.


"Siapapun tolong bunuh aku..."


BERSAMBUNG...

__ADS_1


THANK YOU 🖤🖤🖤


__ADS_2