
"Mr Gun,
berjalan ke arah Yobel, dengan membawa selembar kertas sketsa dan batang arang.
"Mr Gun, untuk pelajaran pertama, lukis apapun yang ingin kau lukis! Tidak ada batasan aliran, Hanya melukis."
"Yobel, kedengarannya tidak sulit, kuambil
kertas sketsa dari
"Mr Gun, beserta batang orangnya, meskipun aku lebih suka pakai pensil biasa. Setelah menjepitkan tas pas meja gambar, aku mulai merenung. Apa yang ingin ku lukis?
"Yobel, Tidak perlu waktu lama untuk berfikir. Jawaban nya sudah muncul sedari awal,
"yaitu itu Tidak ada, tidak tau mau menggambar apa.karena aku tidak pandai melukis . Gambar standarku sedari sedari kecil , adalah jalan sebuah jalan berkelok yang di apit oleh dua gunung ,terkadang gunung aja .
"Well,
"Belum di gambar saja, aku sudah tertawa.
"Mr Gun , mengumumkan bahwa sepuluh menit lagi kelas akan berakhir.
Aku terkesiap, seperti halnya mahasiswa yang lain di dalam kelas. Waktu berlalu begitu cepat,bahkan satu pun belum selesai ku gambar.
"Mr. Gun, mengamati sketsaku dengan teliti.
"Welll,
Nona"Yobel, anda bisa menyelesaikan di rumah."
"terima kasih,
"Dia tersenyum.
"Yobel, sungguh akan sangat menyenangkan bila Minggu depan saya dapat melihat hasil akhirnya ."
"Aku mengangguk penuh semangat.
__ADS_1
rasanya kelas Mr Gun sungguh sangat menyenangkan
"Akan ku usahakan bangun lebih pagi."
Mr. Gun cukup senang mendengar, jawabanku ia pun pergi menyapa mahasiswa lain. Sementara itu, aku mengemasi barang - barangku yang tidak seberapa, namun susah sekali untuk di masukkan ke tas.
Kelas sudah kosong ketika aku selesai berkemas. saat melewati ambang pintu,
terdengar Mr. Gun berteriak,
"Astaga! Dave?!"
Telingaku waspada. siapa tadi katanya?
cepat - cepat aku berbalik dan mengintip ruang kelas yang kosong,maksudku hampir kosong.
Di sana ternyata masih ada dr gun dan Robert.
"Robert, badan yang jangkung terlihat menjulang tinggi saat berjajar dengan di gun. Sayang sekali aku hanya dapat menatap punggungnya Saja.
Sebaliknya, wajah Mr Gun terlihat khawatir,
yang menghawatirkan tentang Robert adalah kesehatannya ,bagaimana tidak kwatatir pada kulit pucat itu yang kelihatan hampir tidak pernah terkena sinar matahari,
yang membalut tulang - tulang panjang yang menegaskan kekurusan nya.
Aku jadi penasaran, berapa kali Robert,makan dalam sehari, namun aku sama sekali tidak heran,jika jawabannya adalah hampir tidak pernah.
"Yeah, Robert ,memang seperti itu.
"Robert, maaf mr.gun, saya tertidur saat sedang melukis, saat terbangun, visi saya
tiba - tiba saja berubah sehingga saya sibuk membuat lukisan baru."
Suara Robert serak dan dalam. Tidak di ragukan lagi bahwa ia belum menggunakan pita suaranya dalam dua belas jam terakhir, salah satu alasan untuk menghawatirkan Robert.
"Yobel, keliatannya kau senang,"
__ADS_1
"Hanya tertarik," jawab Robert dengan nada datar,cenderung bosan. Sebelah alisku
melengkung naik.
Itukah gaya bicara orang yang tertarik? Dasar. Memangnya orang terkenal,tidak
pernah ada yang normal?.
selalu saja ada masalah dengan otak nya, terlebih lagi sifatnya, beberapa kali aku memasuki mimpi orang terkenal, dan hasilnya
mengecewakan.
Aku tidak mau melirik mereka lagi bila bertemu di jalan.Meskipun tidak semua menjengkelkan, setidaknya ada lima di antara tujuh. bukankah itu mayoritas?.
"Well,"
"Yobel, sebaiknya aku segera menyingkir agar tidak mendengar lebih banyak lagi. Bisa - bisa nanti aku membenci Robert, bahkan sebelum masuk ke dalam mimpinya, padahal aku cukup menaruh perhatian pada Robert.
"Sangat banyak, malah bisa di bilang dialah alasanku ketika memilih kampus in.
Aku jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama...
"Buu!"
Sebuah suara alto mengagetkanku. Aku berbalik dan menjerit. Alice menutup telinganya, sementara Mike membekap mulutku. Mereka berdua adalah si kembar Morgan, sahabat baikku.
"Lepaskan .....!"
aku mencoba meronta dalam dekapan mike .
ALice mendesis,
"Sstttt....."
Kami bertiga serentak merunduk sebelum Mr. gun dan Robert datang memergoki kami. Hening sejenak. Begitu terdengar langkah sepatu,kami segera berlari menjauh, ke arah taman, membelok ke kantin, kemudian bersembunyi di antara meja - meja yang masih kosong.
"Welll,....
__ADS_1
secara teknis kami tidak bersembunyi, malahan kami duduk dengan tenang sambil memesan cola, dan seporsi jumbo kentang goreng . Bersama - sama kamu menertawakan kejadian yang baru saja terjadi.