
"Terima kasih untuk semuanya "
Kevin tersenyum mengatakan hal tersebut. Jika bukan karena Mira mungkin semua rencana yang telah disusun pasti tidak akan berakhir dengan baik.
"Sama sama, aku juga merasa senang acara berjalan dengan lancar dan bahkan kita mendapatkan medali sebagai pasangan terbaik, sepertinya kamu tidak terlalu buruk " ujar Mira.
Kevin yang mendengar nya kemudian tertawa untuk sesaat. Untuk saat ini semua berjalan baik sesuai dengan yang direncanakan.
Beberapa bulan kemudian...
Tanpa terasa waktu terus berjalan dan tidak terasa sekarang sudah hampir satu tahun pertemanan Kevin dan Mira. Kini mereka tengah duduk manis di bawah pohon.
"Hei... Ami menurutmu bagaimana hubungan kita selama satu tahun " Tanya Kevin.
"Tunggu kenapa dia bertanya seperti itu, tunggu jangan jangan dia mengetahui bahwa aku telah jatuh cinta padanya, tidak tidak apa yang kamu pikirkan Mira, dia hanya bertanya pertanyaan biasa saja, jawab saja dengan santai, jelas dan padat seperti biasanya " Batin Mira.
"Menurutmu bagaimana ?" Tanya balik Mira.
"Astaga, kamu ini selalu memberikan jawaban dengan sebuah pertanyaan, tapi menurutku mungkin hubungan kita bisa di bawa ke yang lebih serius..." jawab Kevin dengan nada yang sedikit lirih diakhir.
"Tunggu dia bicara apa, hubungan yang lebih serius, apa dia sedang menembakku, tidak Mira berpikirlah secara logis, hal seperti itu tidak mungkin terjadi, tidak boleh... " Batin Mira.
"Apa kamu bercanda ?" Tanya Mira dengan gugup.
Jujur saja kini pipi Mira kembali merona, andai saja jika dia duduk dekat dengan Kevin mungkin Kevin akan menyadarinya.
"Astaga kamu ini benar benar kebiasaan, apa kamu selalu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan " (Kevin)
"Anggap saja begitu " (Mira)
"Baiklah aku menyerah, tapi aku harap kita hanya akan selalu berteman saja, jujur aku lebih nyaman dengan pertemanan dibandingkan dengan hubungan yang lain, apalagi jika sudah menyangkut perasaan, hal seperti itu hanya akan merepotkan saja " (Kevin)
__ADS_1
"Kamu memang benar " ucap Mira dengan nada yang begitu lirih.
Mira menggenggam tangannya dengan erat, entah kenapa hatinya terasa seperti ditusuk dengan kata kata Kevin. Hubungan yang menyangkut perasaan hanya akan merepotkan nya saja, jika begitu bukankah sama saja dengan tidak ingin menjalinnya.
Mira memandang Kevin dengan perasaan yang campur aduk. Kini perasaannya tidak lagi menentu, setiap pertemuan, setiap berbicara, dan waktu yang dihabiskan Mira selalu mengingat nya.
"Aku bodoh, bagaimana mungkin aku bisa jatuh cinta semudah ini, bagaimana mungkin aku bisa mengharapkan dicintai balik, seharusnya aku sadar diri bahwa tidak akan ada lagi yang mempu ada disisiku kembali, tidak akan pernah ada lagi... "
"Semua orang yang peduli padaku hanya satu dan dia sudah pergi untuk selamanya, perasaan ini harus aku buang jauh jauh dari hatiku, bukankah apa yang dikatakan oleh nya tadi sudah menjadi jawaban bagimu Mira "
"Dia tidak akan pernah bisa mencintaimu karena dia menganggap hubungan yang terikat perasaan hanya akan merepotkan, Bukankah kamu sudah mendengarnya, lalu kenapa, kenapa kamu masih menyimpan perasaan kepadanya "
"Buanglah jauh jauh, karena mulai saat ini kamu harus melupakan perasaan itu, buanglah sejauh mungkin bukankah itu lebih baik daripada terus disimpan "
"Tapi sayangnya tidak semudah itu "
Kini pikiran dan hatinya sedang berperang satu sama lain, tapi hanya satu yang dirasakan olehnya.
Kata kata yang sederhana mampu memporak porandakan hatinya.
Mira berdiri dan berjalan pergi dengan tergesa gesa, dirinya harus pergi dari sana, dia harus pergi meninggalkan Kevin.
Karena air matanya sudah tidak tahan lagi, sebentar lagi akan tumpah dari tempatnya. Mira tidak bisa membiarkan Kevin melihatnya.
"Ku mohon tunggulah sebentar lagi... "
❤❤❤❤
Ceklek....
Ketika pintu itu berhasil tertutup disaat yang bersamaan air mata seseorang yang terluka telah tumpah. Mira menutup mulutnya berusaha merendam suara tangisnya.
__ADS_1
Ia memukul dadanya yang terasa sakit dengan sangat kuat. Hatinya benar benar seperti ditusuk, dia telah terluka, sungguh hati seorang wanita begitu rapuh, kata kata yang sederhana mampu membuatnya hancur seketika.
"*Apakah jatuh cinta bisa sesakit ini, kenapa kata kata sederhana mampu membuatku hancur berantakan, Kenapa aku begitu lemah, Apa cinta yang membuatku menjadi orang yang begitu lemah, kenapa, kenapa...?"
"Hei, kuatkan dirimu, cinta bukanlah segalanya dalam hidup ini, masih banyak kebahagiaan lain, kamu tidak boleh lemah hanya karena satu hal, kamu adalah seseorang yang kuat, bukankah kamu sudah melewati sesuatu yang lebih sulit sebelumnya, jadi mulai sekarang lupakanlah perasaan ini... "
"Tapi sayangnya tidaklah semudah itu, bagaimana pun aku tetap seorang wanita yang memiliki hati yang rapuh, aku juga sudah merasa sangat lelah dengan semua ini, aku juga menginginkan seseorang yang akan selalu berada disisiku, aku juga butuh tempat bersandar dikala sedih, aku hanyalah manusia biasa... "
"Hei, Bertahanlah sebentar lagi semuanya pasti akan berakhir dengan indah, bukankah setiap pertemuan yang manis pasti akan berakhir dengan sesuatu yang pahit, kamu seseorang yang kuat, kamu pasti bisa, jadi kumohon bertahan sebentar lagi saja.... "
"Sampai kapan...? "
"Sampai semua telah berakhir... "
"Lalu kapan...?"
Sebentar lagi*... "
Kini hati dan pikiran sedang berperang satu sama lain. Mira merasa seperti orang gila, hati dan pikiran nya sudah tidak satu. Mereka selalu saja memberikan jawaban yang berbeda.
Kini Mira menangis dalam diam, pada akhirnya menangis akan selalu menjadi temannya di kala sedih.
Mira mulai mengingat kenangan, kenangannya bersama seseorang yang begitu berharga. Tapi apalah daya, dia sudah pergi meninggalkan nya untuk selamanya.
"Selalu saja berakhir seperti ini...
❤❤❤❤
BERSAMBUNG...
THANK YOU 💕💕💕
__ADS_1