Kutukan Selamanya

Kutukan Selamanya
Alasan


__ADS_3

🌺 hem... 🌺


* * *


Derap tapak kuda terdengar berirama, seiring dengan kereta yang semakin jauh meninggalkan kediaman sang pemimpin wilayah.


Sang Adipati dan istrinya pergi untuk menghadiri jamuan makan malam di rumah Kolonel Jhon Van Piereezoon. Tujuan mereka ke sana,tak lain adalah untuk membahas prihal anak mereka yang akan segera di nikahkan.


'' Panggil Mayang kemari. Katakan aku memanggilnya untuk menemani ku makan malam '' perintah Panji pada seorang kacung.


Beberapa saat kemudian, kacung yang tadi pergi melakukan perintahnya kembali dengan kabar Mayang tak ada.


Panji meradang. Lalu dengan hentakan langkah ia menuju ke tempat tinggal para pelayan rumahnya.


'' Di mana Mayang ? '' tanya Panji pada mbok Arni yang terkejut akan kehadirannya.


'' An-anu ..Den Mas.


Mayang keluar.


Katanya mau melihat pertunjukan sirkus '' Mbok Arni gugup sekaligus takut melihat raut wajah sangar sang majikan muda.


'' Pergi keluar ? Sendirian ? '' Panji menatap tajam.


Mbok Arni mengangguk dengan wajah tertunduk .


'' Siapa yang mengijinkannya keluar ?


Bukan sudah pernah ku katakan jika dia tak boleh keluar tanpa seijin ku ! "


" Ma- mayang bilang dia sudah bilang dan dapat ijin dari Raden Mas Panji "


" Ijin dariku ?


Sejak kapan kalian pernah melihat dia keluar tanpaku ,HAH ? "


" ... "


Panji mendengus kesal. Ia belum pernah merasa semarah ini.


Entah memang Mayang yang berbohong atau mbok Arni yang mencari alasan untuk menyelamatkan diri.


" Segera siapkan kereta dan panggil beberapa penjaga untuk ikut bersama ku ke tempat sirkus sekarang "


Mbok Arni mengangguk. Setengah berlari namun tetap dengan kepala tertunduk, ia bergegas melaksanakan perintah sang majikan.


* * *


Sementara itu di tempat sirkus.


Mayang dan Mina baru saja masuk ke dalam tenda.


Tak berselang lama, Agam dan Saraswati juga masuk ke tempat yang sama.


Mina menuntun langkah Mayang menuju barisan tempat duduk paling belakang.


Begitupun dengan Agam dan Saraswati . Mereka memilih tempat duduk dengan pencahayaan yang temaram agar terhindar dari siapa saja yang melihat dan mungkin mengenal Saraswati.


Saraswati tak ingin sampai ada kabar tentangnya .


Lalu suasana yang tadinya riuh, tiba-tiba menjadi tenang dan secara perlahan lampu meredup.


Hanya lampu sorot utama yang dibiarkan tetap menyala dan di arahkan tepat ditengah - tengah tempat yang dikelilingi bangku bersusun dan membentuk sebuah bundaran.


Lalu dari balik tirai , muncul lah mereka yang berpakaian serupa dengan pria yang berdiri di pintu masuk tenda.


Mereka menyebut diri mereka badut.


Dan pertunjukan sirkus pun di mulai.


Para pelakon satu persatu mulai unjuk kepandaian dengan berakrobat dan melakukan atraksi yang belum pernah di lihat oleh para penonton yang sedang duduk menyaksikan.


Semua mata menatap hampir tak berkedip.Seolah tak ingin sedetikpun melawati apa yang ada di hadapan mereka saat ini.


Para penonton nampak begitu takjub. Sesekali terdengar riuh saling bersahut sahutan . Kemudian berganti tawa yang menggelegar ketika para badut melakukan hal konyol .


Mereka begitu terhibur dengan semua pertunjukan itu.


Begitupun dengan Mayang. Ia seperti tersihir hingga lupa dengan tujuannya datang ke tempat ini.


Hal yang berbanding terbalik dengan gadis yang duduk di sebelahnya.


Sepanjang pertunjukan , Mina menonton dengan ekspresi datar.


Ia sama sekali tak menganggap semua itu sebagai sesuatu yang menarik.


Hingga tak terasa , pertunjukan telah sampai di penghujungnya


Sebagai penutupan, para badut tadi menampilkan sebuah pertunjukan yang mereka beri nama sulap. Sebuah pertunjukan tipu muslihat.


Dimulai dengan di masukannya seorang kedalam sebuah kotak yang kemudian ditutup kain berwarna hitam.


Suasana menjadi tegang saat seorang lainnya datang membawa beberapa buah pedang panjang.


Pertunjukan berlanjut ke adegan yang membuat semua penonton seketika bergidik ngeri , ketika satu persatu pedang ditancapkan hingga menembus kotak dimana seseorang tadi ada didalamnya .


Namun tak ada darah yang terlihat ataupun jeritan yang terdengar. Menandakan jika seorang yang di dalam kotak tersebut tak terluka.


Dan benar saja. Ketika di buka, orang tersebut dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan sedikit goresan pun tak ada.


Seluruh penonton bersorak riuh.


Senyum lebar terukir, mata mereka memancarkan kepuasan pada pertunjukan yang mereka anggap begitu luar biasa.


Pun Mayang dengan mata yang berbinar-binar . Ia sampai berdiri sembari bertepuk tangan.


Setelah acara pertunjukan dinyatakan selesai, para penonton yang tadi memenuhi ruang tertutup itupun mulai beranjak.


Tapi tidak dengan Mina dan Mayang.


'' Sudah puas ? ''


'' Ng ? ''


'' Kau tadi sudah berkeliling dan juga sudah selesai menonton pertunjukan.


Jadi, apa sekarang kita sudah bisa memulai pembicaraan ? ''


'' Eng- I-iya Nona. Maaf saya lupa karena terlalu larut dengan pertunjukan tadi.


Emmm ,jadi apa yang mau Nona mau bicarakan dengan saya ? ''


'' Pertama berhenti memanggilku Nona. Aku tidak suka ''

__ADS_1


'' La- lalu, saya harus memanggil dengan sebutan apa ? ''


'' Panggil saja dengan namaku ''


'' Tap- tapikan.. ''


'' Ah, sudahlah terserah kau saja. Panggil aku semaumu. Asal jangan Nona ''


'' Kalau begitu saya akan panggil dengan sebutan den Ayu. Pun sebentar lagi juga anda akan menjadi majikan saya ''


'' Huh, jadi kau sudah tau kalau aku adalah calon istri majikanmu '' Mina tergelak sinis.


Mayang mengangguk.


'' Aku hanya ingin memastikan sesuatu .


Dari kabar yang berhembus, katanya Raden Panji menyukai dan tergila-gila dengan kacung pribadinya. Apakah itu benar ? ''


'' ... ''


'' Seperti memang benar ''


'' ... ''


'' Baiklah biar ku perjelas inti pembicaraan ini.


Sebenarnya aku tidak perduli dengan kabar itu.


Tapi karena yang akan ku nikahi adalah Raden Panji, maka mau tidak mau aku harus mengetahui kebenarannya.


Bagaimana pun menikah adalah sesuatu yang penting . Karena itu aku harus tau, siapa dan bagaimana sosok lelaki yang akan menjadi suamiku.


Dan aku ingin tau semua hal tentangnya darimu.


Jadi mulai dari sekarang ,mari kita saling mendekatkan diri.


Karena mungkin saja dikemudian hari ,hubungan kita akan menjadi dua orang wanita dengan suami yang sama.


Kau mengerti maksud ku kan ? ''


'' Tap- tapi say-saya ..'' Mayang bingung harus menjawab apa. Semua perkataan Mina sangat sulit dicerna.


Bukan ia tak mengerti, tapi ia tak habis pikir. Bagaimana bisa ada wanita yang sudah berencana akan berbagai suami , padahal pernikahan itu saja belum terjadi ?


'' Aku tau ini terdengar tak masuk akal.


Tapi, kau pun pasti tau jika banyak pria ningrat memiliki istri lebih dari satu.


Dan jika pun ada yang hanya memiliki satu istri, tak jarang mereka pasti pernah atau bahkan memiliki wanita lain di belakang istrinya.


Jadi, akupun mau tak mau harus bisa bersiap tak akan keberatan dengan hal itu.


Di dua kan adalah hal yang lumrah terjadi dikehidupan para bangsawan seperti kami.


Dan aku hanya ingin terbiasa sedari awal.


Bukankah bagus jika aku bisa membina hubungan baik dengan calon selir suamiku nanti ? ''


'' ... '' Mayang membisu.


Jadi ini maksud Mina mengajaknya bicara ? Ingin mengakrabkan diri dengan calon selir dari calon suaminya ?


Mayang menunduk. Panji memang belum mengatakan secara langsung.Tapi sepertinya semua orang sudah bisa menebak akan dijadikan apa dirinya nanti oleh Panji .


Hanya saja, ia merasa tidak pernah mengiyakan meskipun ia sadar jika tak mungkin bisa menolak.


Ia juga kan punya hak atas hidupnya sendiri ? Mayang nelangsa.


'' Seandainya.. Tapi ini seandainya.


Katakanlah saya akan di jadikan selir oleh Raden Panji.


Ka-kalau boleh tau alasannya.


Kenapa Den ayu mau menerima begitu saja ? ''


Mina menyunggingkan senyum kecut.


Ia tatap perempuan dengan manik hitam pekat ini.


Ia sendiri pun sebenarnya tak yakin untuk menjawab. Karena ia tau jika Mayang pun tau jika apa yang tadi ia katakan sudah cukup menjelaskan alasannya.


Lalu tiba-tiba saja empat orang pria bertubuh tinggi nan tegap masuk ke dalam ruang tenda yang lapang.


Mereka menyebar dengan leher yang berputar ke sana kemari . Tatapan mata mereka semua terlihat fokus, meniti setiap wajah yang hanya tertinggal beberapa saja di ruangan tersebut .


'' Itu dia '' seru seorang sari mereka dengan telunjuk mengarah pada kedua gadis yang duduk bersebelahan.


Semua mata seketika tertuju pada Mayang dan Mina yang tengah di hampiri para pria berotot tadi.


Mayang tersentak kecil. Ia tau betul siapa mereka.


Mereka adalah para ajudan Panji .


Dan sepertinya Mina pun sudah bisa menebak hal itu.


'' Sekarang kau tau apa alasanku bukan ?


Jadi, aku tak perlu menjelaskan apapun lagi padamu ''


Mina dan Mayang saling menatap.


Mayang mengangguk.


Sekarang ia mengerti apa maksud dan alasan Mina mengajaknya bicara di tempat ini.


Membahas hal yang seperti diramalkan akan terjadi, dimana mungkin saja memang di masa yang akan datang mereka akan berbagi suami.


Karena itu, tak mungkin mereka bisa membicarakan hal seperti ini dengan leluasa jika sehari-hari ia selalu bersama Panji.


Mayang semakin tertunduk dengan tangan meremas ujung kebaya-nya.


Ia seolah tak puas hati dan tak terima jika takdirnya akan seperti itu.


Karena jujur saja, ia sama sekali tak ingin bahkan tak pernah sekalipun terlintas di benaknya untuk menjadi seorang selir.


Atau apapun yang berhubungan dengan kehidupan para ningrat yang menurutnya terlalu banyak aturan dan mengekang.


Mayang ingin hidup bebas. Tapi apa itu mungkin ? Mengingat jika sekarang haknya untuk memilih telah diambil secara paksa .


'' Sebaiknya engkau ikut kami keluar sekarang.


Raden mas Panji sejak tadi mencarimu '' ujar salah satu dari ke empat pria yang sudah berdiri di hadapan Mayang dan Mina.

__ADS_1


Kedua gadis sepantaran itu berdiri serempak.


'' Mayang '' sebut Mina membuat yang namanya disebut seketika menoleh .


'' Satu hal yang perlu kau ingat. Aku bukan dan sama sekali tak berniat menjadi musuh mu.


Aku hanya ingin hidup damai. Dan itu hanya bisa terwujud jika aku menjalin hubungan baik dengan mu ''


Mayang memilih diam menanggapinya.


Lalu ia pergi bersama para ajudan.


- -


Di sisi lainnya. Agama dan Saraswati yang juga belum beranjak ,ternyata menyaksikan semua hal tadi.


'' Saraswati '' ucap Agam membuat wanita yang duduk di sebelahnya itu menoleh.


Saraswati tersenyum sambil menunjuk pada sosok yang duduk tak jauh dari tempat mereka duduk dengan ujung dagunya.


Sosok itu memutar leher, menatap mereka sambil menarik kedua sudut bibirnya.


'' Di-dia ? ''


'' Hem.. '' Saraswati mengangguk.


'' Dia-kah ? Diakah anak kita ? ''


Saraswati mengangguk lagi dengan tatapan tertuju pada sosok tersebut . Ibu dan anak saling berbalas senyum.


Agam hendak beranjak namun, Saraswati menahan dengan memegang lengannya.


'' Bersabarlah. Dia bilang , dia yang nanti akan datang menemuimu.


Karena sebenarnya, dia ada disini bukan untuk kita ''


Agam mengernyit. Ia tatap Saraswati yang senyumnya perlahan mulai surut.


Agam lantas memalingkan pandangannya pada


anak yang kini ia sudah ketahui keberadaan dan seperti apa rupanya.


Dia berdiri , memutar tubuh dan membungkuk sebagai tanda berpamitan dan setelah itu berlalu.


'' Sebenarnya, bukan tanpa alasan aku dan dia datang kemari ''


'' Kau dan dia ? ''


'' Hem.. '' Saraswati mengangguk.


Ia hembuskan nafasnya sekali dengan kasar dan menatap Agam.


'' Sejak terakhir kali jiwa Nyi Sukma datang dan menghilang setelah gagal mengambil kembali separuh kekuatannya..


Sejak saat itu dan selama ratusan tahun , kami tak pernah berhenti berkelana mencari di mana jiwa Nyi Sukma bersemayam.


Hingga akhirnya kami sampai di Batavia ini.


Di sini kami mulai merasakan aura Nyi Sukma.


Terlebih saat aku berhasil masuk di kalangan para ningrat.


Satu persatu anak gadis ningrat, kami dekati untuk memeriksa apakah di tubuh mereka memiliki tanda seperti yang ada di tubuh Nyi Sukma ''


'' Kami ? Maksudmu, kau dan anak kita bekerja sama untuk menemukan di tubuh siapa jiwa Nyi Sukma bersemayam ? ''


'' Benar...


Secepatnya kami harus menemukannya.


Karena sudah dua puluh tahun terakhir, setiap tahun di bulan yang sama, pasti ada seorang anak ningrat yang hilang tanpa jejak.


Besar kemungkinan, jika bukan dijadikan wadah pengganti. Darah mereka diambil. Jadi, sudah pasti mereka mati dijadikan persembahan ''


'' Lalu ? Apa sejauh ini ada tanda-tanda pada siapa jiwa Nyi Sukma bersembunyi ''


'' Ada.. '' Saraswati kembali memalingkan wajahnya. Kini tatapannya tersemat pada adegan seorang gadis yang berdiri dengan pandangan mengarah ke gadis yang tengah dikawal empat orang pria menuju jalan keluar .


'' Aku sudah memeriksa semua anak gadis suamiku, Raden Manggala. Dan tak satu pun dari mereka yang memiliki tanda Nyi Sukma.


Belakangan ini, aura Nyi Sukma semakin terasa dikalangan ningrat kelas atas.


Namun sangat sulit bagi kami untuk masuk kedalam lingkungan itu.


Tapi anak kita tau apa yang harus dilakukannya.


Ia sekarang sudah berhasil masuk di lingkungan anak para ningrat.


Dan akan mulai mendekati gadis yang mungkin menjadi incaran Nyi Sukma ''


'' Maksudmu ? Tadi kau bilang jika Nyi Sukma tengah bersemayam, sekarang kau bilang sedang mengincar ..


Aku tak mengerti.


Penjelasan terlalu berbelit-belit ''


'' Singkatnya, gadis yang menjadi tempat jiwa Nyi Sukma bersemayam sekarang sedang mengincar gadis untuk dijadikan wadah baru bagi jiwa nya.


Jika ia berhasil, maka sebentar lagi pasti ada anak ningrat yang hilang. Jika anak ningrat itu kembali dalam keadaan hidup, maka sudah pasti dialah wadah baru jiwa Nyi Sukma .


Tapi jika dia tak kembali , maka itu berarti dia sudah pasti mati dan jiwa Nyi Sukma tetap berada di tubuh yang sebelumnya ''


'' Kenapa sangat rumit menemukannya.


Tidakkah terpikir oleh kalian untuk menculik satu persatu anak gadis para ningrat dan memeriksa tubuh mereka. Lalu setelah itu, kalian hanya perlu mengembalikannya saja .


Itu terdengar lebih mudah untuk dilakukan, bukan ?''


'' Andai saja bisa semudah itu.


Akan ku beri tau penyebab kenapa selama dua puluh tahun ini kami belum juga berhasil menemukan dimana jiwa Nyi Sukma bersemayam.


Ada seorang yang membantunya. Ada seorang dari kalangan ningrat yang bersekutu dengan Nyi Sukma.


Aku tak tau dengan tujuan atau apa yang Nyi Sukma janjikan untuk nya.


Tapi dialah alasan kami kesulitan melacak keberadaan jiwa Nyi Sukma ''


* * *


Bersumbang


Jangan lupa like nya ya

__ADS_1


Kritik dan sarannya juga sekalian.


Makasih🤗


__ADS_2