
🌺 hem... 🌺
* * *
Mayang terlihat begitu senang.
Senyum terus terukir di wajah manisnya.
Ia tak percaya dengan apa yang sekarang ia lakukan. Ia juga tak percaya jika akan merasakan sebuah rasa yang begitu mendebarkan. Rasa yang di kenal dengan kasmaran.
Sering ia mendengar, namun tak mengerti sebab belum pernah merasakannya.
Dan sepertinya inilah yang saat ini tengah melanda dan memenuhi hati dan pikirannya.
Puas berkeliling, Dimas lalu mengajaknya untuk menepi. Duduk di kursi depan gerobak penjualan makanan .
Ia tinggalkan Mayang sesaat untuk membeli minuman dan makanan ringan sebagai pelengkap apa yang sedang mereka lakukan.
Seperti sebuah kencan, namun rasanya terlalu cepat untuk mengibaratkanya seperti itu.
'' Apa kau suka gulali ? '' tanya Dimas seraya menyodorkan cemilan manis tradisional pada gadis yang duduk dengan tangan memangku wajahnya.
Mayang mengangguk dan menerimanya sambil mengucapkan terima kasih.
Mereka lantas lanjut dengan mengobrol ringan.
Dimas terdengar lebih mendominasi.
Sedangkan Mayang sesekali saja menimpal . Namun ia nampak begitu mendengarkan dengan seksama apa saja yang diceritakan Dimas .
Lelaki pemilik senyuman hangat ini seolah tak ada kehabisan topik untuk di bicarakan.
'' Sepertinya pertunjukan akan segera di mulai. Kau mau masuk ke tenda menontonnya ? ''
Mayang tersentak. Seketika ia teringat janjinya pada Mina.
'' Ada apa ? '' tanya Dimas melihat raut wajah Mayang yang tiba-tiba menjadi panik.
'' Gawat ! Bagaimana ini ?.. Se-sebenarnya aku ke sini karena ada janji dengan seseorang.
Tap-tapi aku justru lupa.
Maaf, mas.
Aku harus pergi sekarang ''
Mayang beranjak dan langsung pergi meninggalkan Dimas .
Mayang berjalan cepat menembus keramaian.
'' Awh..Ma-maaf..maaf.. '' Mayang membungkuk sambil terus melangkah.
Karena begitu tergesa-gesa ia sampai menyenggol sesama pengunjung.
Hingga akhirnya langkahnya sampai didepan pintu masuk tenda .
Mayang sedikit bernafas lega. Karena sepertinya pertunjukan belum di mulai.
Namun ia kembali di landa cemas. Pasalnya melihat antrian yang menunggu giliran masuk begitu panjang.
Pasti akan memakan waktu lama jika ia ikut mengantri.
'' Apa urusanmu dengannya sudah selesai ? ''
Mayang terkejut dan langsung menoleh ke asal suara .
Matanya melebar . Mina sudah berdiri di sampingnya .
Entah sejak kapan . Dan bagaimana bisa ia sama sekali tak menyadarinya. Apa karena terlalu ia panik ?
Dan lagi. Apa maksud ucapannya barusan ?
Jangan-jangan Mina tau jika tadi ia bersama Dimas yang membuatnya lupa pada janjinya.
Mina tergelak sinis, mendapati sorot mata yang menunjukan jika ada pertanyaan yang tak terucapkan dibenak Mayang .
__ADS_1
'' Ma-maaf, Den Ayu ''
'' Sudahlah, ayo masuk ''
'' Tapi, Den ayu.. ''
Mina menunjukkan dua carik kertas yang merupakan tiket masuk. Mina yang ternyata sampai lebih dulu , telah mengantri untuk membeli tiket.
Mayang mengangguk mengerti. Dan sekali lagi ia meminta maaf karena telah membuat calon istri majikannya menunggu hingga membelikannya tiket pertunjukan sirkus.
Dan seperti biasa. Mina acuh menganggapinya.
Ia lantas berjalan lebih dulu , sementara Mayang mengekor dibelakangnya.
Usai tiket yang diberikan pada si petugas penjaga pintu masuk tenda disobek, Mina dan Mayang melangkah masuk kedalam .
Area pertunjukan yang di keliling susunan bangku membentuk bundaran nampak penuh.
Hanya tersisa bangku di pojokan yang mau tak mau di situlah Mina dan Mayang duduk.
Tak berselang lama, pertunjukan sirkus pun di mulai.
Mungkin karena sudah pernah menyaksikannya .
Pertunjukan kali ini tak semenarik saat pertama kali mereka menontonnya. Pun Mayang yang kemarin begitu takjub pada semua hal yang di pertunjukan oleh para pemain akrobatik. Ia terlihat tenang. Tak seperti kemarin yang begitu antusias.
Hanya Mina yang ekspresinya tetap begitu saja. Ia menatap tanpa selera. Bahkan terkesan malas.
Beberapa kali ia terlihat melemparkan pandangannya ke sembarangan arah sebab merasa bosan.
Ditengah pertunjukan, Mina menyadarkan punggungnya.
Ia lipat kedua tangannya sejajar sambil menghela nafas.
'' Punya hubungan apa kau dengannya ? '' tanya Mina yang membuat Mayang seketika menoleh.
Mayang tersentak.
'' Ap-apa maksud, Den ayu ? '' bertanya dengan perasaan was-was , sekaligus berharap yang Mina maksud bukanlah tentang Dimas.
Mayang tertunduk lesu.
Ada kekhawatiran jika Mina akan mengadukan hal tersebut pada Panji. Tak bisa ia bayangkan akan jadi seperti apa nanti.
'' Kau sepertinya tertarik padanya ? ''
Mayang semakin tertunduk dengan jemari yang saling bertautan.
'' Tenanglah. Aku bukan seorang pengadu.
Lagipula itu juga bukan urusanku '' Mina kembali menatap ke depan.
'' Terima kasih, Den Ayu ''
'' Tapi sebaiknya kau berhati-hati . Aku tadi melihat dua orang penjaga Panji berkeliling.
Mereka mungkin diberi perintah untuk mencari dan mengawasimu.
Dan sepertinya kau beruntung karena mereka tak melihat dan memergoki mu saat bersama Dimas tadi ''
Begitu kalimatnya selesai, dua orang pria bertubuh besar dengan perawakan yang khas seorang penjaga muncul dari jalan masuk tenda.
Mayang dan Mina melihat ke arah mereka yang berdiri sambil mengedarkan pandangan.
Mayang tau siapa mereka. Di adalah penjaga pribadi Panji .
Lalu salah satu dari kedua pria bertubuh tegap dengan otot-otot nya yang liat , bertemu dengan pandangannya.
Ia pun langsung memanggil rekannya . Sudah bisa ditebak , pasti untuk mengatakan jika yang dicari telah ditemukan. Dan kedua pria itupun keluar untuk menganggu diluar hingga pertunjukan selesai.
Tugas mereka memang hanya mencari dan memastikan keberadaan Mayang saja.
'' Kau lihat sendiri bukan ?
Jadi berpikirlah ribuan kali jika ingin berhubungan dengan lelaki dibelakang majikanmu. Kalau tidak ingin si kacung profesor Herlad itu dihabisi dua pria tadi ''
__ADS_1
Mayang bergidik ngeri membayangkan ucapan sadis Mina .
Baru sesaat merasakan bahagia bersama seseorang, namun sepertinya ia harus mengubur dalam-dalam semua angannya itu. Karena tentu saja ia tak ingin sesuatu yang buruk menimpa Dimas.
* * *
Sementara itu .
Sepeninggalnya Mayang , Dimas masih duduk ditempat tadi.
Minuman dan makanan ringan yang ia beli tak tersentuh. Ia seperti kehilangan selera.
Bahkan wajah yang tadinya berseri penuh senyuman kini berubah datar.
Sesekali ia mengedarkan pandangan dengan tatapan tajam pada sekelilingnya.
Sikapnya yang demikian, membuatnya seperti seseorang yang memiliki dua kepribadian yang jauh berbeda .
' Puk ' seseorang menjatuhkan bokong di kursi yang berhadapan dengannya.
Dan seketika itu pula Dimas kembali menukar raut wajahnya.
Ia tersenyum sumringah menatap sosok yang duduk dihadapannya.
'' Bagaimana ? '' tanyanya.
'' Ibu, benar.
Dialah yang saat ini menjadi wadah jiwa Nyi Sukma.
Aku dapat merasakan aura Nyi Sukma yang begitu kuat saat mengenggam tangannya tadi.
Tapi anehnya, ia sama sekali tak bereaksi.
Sepertinya dugaan ibu memang benar.
Jiwa Nyi Sukma terjebak dan tak bisa mengendalikan wadah yang ia tempati sekarang.
Tapi kenapa , bu ? '' tanya Dimas dengan penuh penasaran pada sosok wanita molek yang ia panggil ibu.
Wanita yang mengenakan kebaya hitam dengan jariknya yang berwarna senada menggeleng samar.
Ia tak bisa menjawab pertanyaan Dimas.
Sebab ia sendiri tak mengerti . Masih ada begitu banyak hal yang menjadi misteri dan hingga kini belum mampu ia pecahkan.
'' Sebenarnya ini tak masuk akal.
Bagaimana bisa ia terjebak ditubuh gadis biasa ?
Padahal ia selalu menempati wadah yang hanya memenuhi syarat .
Tapi bagaimana bisa ia justru terjebak di tubuh yang salah ? " ucapnya dengan kening mengkerut.
Sama seperti Dimas. Ia pun dipenuhi perasaan heran sekaligus penasaran. Teka teki tentang Nyi Sukma begitu sulit di pecahkan.
Karena itu, meski kesempatan sudah ada di depan mata. Nyatanya mereka tak bisa langsung begitu saja mengambil tindakan. Mereka tak boleh gegabah sebelum tau siapa dalang dibalik ini semua.
Dan siapa ningrat yang bekerja sama dengan Nyi Sukma.
Hingga pada hal yang begitu tak bisa dipercaya.
Bagaimana bisa jiwa Nyi Sukma bersemayam ditubuh Mayang. Yang hanyalah seorang gadis polos biasa .
'' Baiklah, ibu pergi dulu.
Dan kau sebaiknya temuilah ayahmu. Dia sudah lama menanti kau mengunjunginya '' ucapnya lalu berdiri dan berbalik .Dan ternyata ia adalah Saraswati .
* * *
Bersumbang - -
Jangan lupa like nya ya
Kiritik dan sarannya juga.
__ADS_1
Trims 🤗