
🌺 hem.. 🌺
* * *
Adipati Artharawirya terhenyak . Sesaat kemudian ia alihkan tatapannya silih berganti pada Nyi Geno , Raman dan ketiga pria anak buahnya.
'' Kanjeng.. '' Raman hendak mendekat namun Sang Adipati mengangkat tangan . Isyarat yang mengatakan jika ia tak apa. Ia tau, pengikut setianya ini pasti mengkhawatirkan.
Sang Adipati tersenyum tipis sambil kembali menatap satu persatu wajah mereka .
Setelah semua yang ia lalui dan yang ia lakukan selama ini, hanya ke lima orang ini yang memahami kondisi dan selalu setia menemaninya.
Masih jelas di ingatannya. Saat pertama kali ia memasuki wilayah ini dan bertemu dengan Nyi Geno .
Berawal dari kesepakatannya dengan para ningrat, misi untuk mencari dan meminta bantu dari ahli ilmu mistik pun dimulai
Raman lah yang waktu itu, menuntun sekaligus menemani hingga ia sampai dengan tujuannya.
Setelah bertemu Nyi Geno, sang Adipati kemudian di perkenalkan dengan saudaranya yang sesama penganut ilmu hitam. Nyi Kiranti , seorang wanita yang tinggal di tengah hutan .
Hanya Nyi Geno saja yang dapat menemukan dan membawa Adipati Artharawirya menemuinya.
Dari Nyi Kiranti lah, Adipati Artharawirya di pertemukan dengan Nyi Sukma dalam wujud tak kasat mata.
Hanya suara saja yang dapat ia dengar.
Tanpa basa basi, Adipati Artharawirya langsung mengutarakan maksud tujuannya dan lantas mengikat perjanjian setelah menyetujui semua persyaratan yang Nyi Sukma ajukan.
'' Aku butuh wadah. Raga yang harus berasal dari keturunan kalian.
Dan akan lebih bagus jika berasal dari keturunan mu, Adipati.
Lalu untuk seterusnya, kau harus menyiapkan seorang gadis ningrat . Setiap sekali dalam dua belas purnama untuk menjadi tumbal ku "
Sang Adipati sempat ragu. Namun pada akhirnya ia setuju , setelah Nyi Geno mengatakan jika Nyi Sukma adalah penganut ilmu hitam berusia ribuan tahun.
Di dunia yang mereka anut , Nyi Sukma bisa di katakan sebagai pemilik ilmu tertinggi .
Awalnya semua berjalan sesuai rencana.
Beberapa petinggi Kompeni berhasil dilenyapkan tanpa harus mengotori tangan mereka ataupun mengutus pembunuh bayaran. Kompeni yang berhasil mereka bunuh, mati secara tak wajar dan semua itu adalah hasil pekerjaan Nyi Sukma.
Selang setahun berlalu.
Karena tak kunjung menemukan raga yang cocok untuk dijadikan wadah, para ningrat mulai resah.
Pasalnya sudah tak terhitung berapa anak gadis dari keluarga ningrat yang di serahkan dan menjadi tumbal untuk Nyi Sukma.
Padahal perjanjiannya hanya satu gadis dalam dua belas purnama.
Tapi kenyataannya, Nyi Sukma terus minta disediakan gadis ningrat. Jika tidak, ia mengancam para ningrat dengan tak segan - segan mengirim teluh pada mereka semua yang terlibat dengan perjanjian dengannya.
Tak tahan lagi, para ningrat meminta agar Adipati Artharawirya berhenti bersekutu dengan Nyi Sukma yang tak bisa menepati perjanjian.
Mereka bahkan menekan agar Adipati Artharawirya bertanggung jawab atas semua hal tentang Nyi Sukma.
Mereka tak ingin lagi terlibat dengan Nyi Sukma.
Mereka pun tak mau tau dan tak perduli apapun caranya, Adipati Artharawirya harus bisa menyelesaikannya.
Mereka bahkan mengatakan, jika lebih baik hidup meski tunduk dalam perintah Kompeni. Daripada harus menyerahkan tumbal tanpa henti pada Nyi Sukma .
Karena terus mendapat desakan, maka Adipati Artharawirya yang tak punya pilihan, memutuskan untuk melakukan sesuatu.
Rani Mayangsaputri .
Seorang ningrat yang baru saja satu bulan menikah telah ditinggal selamanya oleh sang suami.
Rani, begitu nama panggilannya. Ayahnya adalah salah satu ningrat yang ikut terlibat dan tau akan perjanjian dengan Nyi Sukma.
Rani menawarkan diri untuk membuat wadah bagi Nyi Sukma. Tak masalah mengorbankan diri asal bisa membantu menjadi jalan keluar bagi kepentingan dan keselamatan banyak orang.
Setelah berdiskusi dengan Nyi Kiranti , menurutnya cara ini patut di coba.
Wadah yang dibutuhkan Nyi Sukma haruslah seorang gadis ningrat. Dan akan lebih baik lagi ,jika berasal dari keturunan raja terdahulu.
Sebab , sejak jaman dahulu seorang yang ditunjuk ataupun dapat menjadi seorang raja adalah seorang yang mendapat wahyu ataupun memang manusia pilihan Sang Pencipta manusia.
Begitulah yang selama ini dipercaya. Yang mana itu berarti, keturunan raja adalah yang paling istimewa.
Setelah semuanya di sepakati ,terutama persiapan dari Rani - maka hal itupun dilakukan.
Adipati Artharawirya terpaksa mengkhianati istrinya.
Ia menggauli Rani demi bisa menghamili dan menghasilkan keturunannya.
Dan itu harus perempuan.
Berat. Setelah malam di mana ia dan Rani melakukannya, rasa bersalah mulai menghampiri.
Namun semua terbalaskan ketika mengetahui jika Rani hamil.
Selama menjalani kehamilan hingga proses melahirkan, Rani tinggal bersama Nyi Geno dan dijaga oleh Raman dan ketiga anak buahnya.
Mereka yang ada dan menjadi saksi tak akan pernah bisa melupakan bagaimana dan apa yang terjadi hari itu.
Malam gelap tak berbintang namun tak jua hujan.
Sunyi. Bahkan binatang malam yang biasanya berisik seolah bungkam dan bersembunyi dari sesuatu.
Jauh di tengah hutan, suasana terasa begitu mencekam.
Atas perintah Nyi Sukma, Nyi Kiranti dan Nyi Geno terlihat siap untuk melakukan ritual.
__ADS_1
Di atas sebuah pembaringan yang terbuat dari rotan , Rani setengah duduk dengan kedua kaki terbuka lebar .Ia bersandar pada dada bidang Adipati Artharawirya yang memegang erat jemarinya.
Sementara Raman dan ke-tiga anak buahnya bertugas untuk berjaga . Mata awas mereka tak lepas memperhatikan sekitar.
'' Aaaaaaaaaaa.... '' teriakan Rani menggema.
Sekali, dua kali , hingga beberapa kali tarikan nafas untuk mendorong sang jabang bayi ia lakukan. Namun usahanya tak kunjung berhasil.
Nyi Geno lantas mendekat.
" Darah dan air ketubannya semakin sedikit.
Jika tak segera di keluarkan, mereka berdua bisa tak selamat " jelasnya usai memeriksa jalan lahir.
Nafas Rani terputus-putus. Keringat bercucuran membasahi wajah ayunya.
Ia lalu menarik nafas panjang dengan perlahan, lalu mengangkat wajahnya.
Ia tatap pria yang telah menanamkan benih di rahimnya. Ayah dari anak yang tengah ia perjuangkan kelahirannya.
" Lakukanlah... " ucapnya lirih dengan nada suara begitu rendah.
Adipati Artharawirya menunduk.
Mempertemukan kedua matanya pada wanita yang tengah berjuang melahirkan anak mereka. Anak yang keberadaannya hanya untuk suatu tujuan.
Adipati Artharawirya menggeleng. Rani mengangguk sekali.
Ia menyerah.
" Aku tak apa.
Jika memang kematianku bisa menyelamatkan anak ini , maka kumohon dengan sangat.
Lakukanlah.
Jangan sampai, semua yang telah kita lakukan selama ini menjadi sia-sia ''
Rani terdiam.Ia pejamkan matanya sesaat.
Nafasnya terlihat semakin lemah. Sayup-sayup matanya terbuka. Namun seperti berat.
'' Nyi..'' panggilnya.
Nyi Kiranti dan Nyi Geno mendekat.
'' Aku sudah tak sanggup lagi.
Kumohon lakukan.
Akhiri penderitaan ku .. Laku lakukanlah seperti yang telah kita rencanakan '' Rani menatap sayu.Tak ada lagi semangat hidup yang terpancar di sorot matanya.
Dengan berat hati, kedua saudara itu pun mengabulkan permintaan wanita yang akan segera menjadi seorang ibu.
Dengan sebuah pisau , Nyi Kiranti merobek jalan lahir untuk mempermudah prosesnya.
'' Howeeekkkkkkkkkkk '' suara tangis bayi yang akhirnya berhasil dikeluarkan.
Nyi Kiranti dan Nyi Geno meraih dan membawa bayi berjenis kelamin perempuan itu ke meja ritual.
Sementara mereka sibuk dengan urusan yang hanya meret berdua saja yang mengerti dan dapat melakukannya.
Adipati Artharawirya terlihat menemani Rani yang kini terbaring lemas .
'' Kita berhasil '' ucapnya dengan bibir bergetar.
Wajahnya pucat. Peluhnya tak lagi keluar. Tubuhnya pun mulai terasa dingin.
Adipati Artharawirya yang sejak tadi tak lepas menggenggam tangan Rani, membuka beskap nya untuk menyelimuti tubuh tak lemah Rani.
'' Jika Nyi Geno dan Nyi Kiranti berhasil menyegel Jiwa Nyi Sukma di tubuh anak kita ,maukah engkau berjanji padaku '' Rani menutup matanya sesaat. Tenaga telah habis terkuras. Untuk bicara saja ia sudah kesulitan. Bahkan mengedip mata pun ia sepertinya sudah tak sanggup.
Adipati Artharawirya memalingkan pandangannya pada kedua wanita yang tengah komat-kamit dengan mantara.
Besar harapannya jika semua yang mereka rencanakan berhasil.
Bukan hanya memindahkan jiwa Nyi Sukma kedalam tubuh bayi yang baru saja dilahirkan.
Tapi juga untuk menyegel jiwa Nyi Sukma agar tak bisa berulah lagi.
'' Jaga dia untukku... '' ucap Rani masih dengan mata terpejam.
Adipati Artharawirya kembali menoleh pada Rani.
Lalu perlahan tangan yang di genggam lemas. Nafas wanita itu pun berhenti.
Hening berganti tangisan sang bayi yang menggelegar. Lantang dan tak berhenti . Terdengar begitu pilu dan mengiris hati . Seolah menggambarkan kondisinya yang lahir dengan mempertaruhkan nyawa sang ibu.
Rani meninggal.
Meski sedih dan tak tega, namun hal tersebut tak lantas membuat Nyi Geno dan Nyi Kiranti berhenti dengan apa yang tengah mereka lakukan.
Setelah semalaman, akhirnya ritual pemindahan jiwa berhasil dilakukan. Kini tinggal ritual terakhir.
Kedua wanita yang nampak kelelahan kini menuju ke sebuah lubang yang memang telah disiapkan sebelumnya.
Si mungil yang baru sesaat dilahirkan tadi dibaringkan di dalam lubang. Tangisnya seketika berhenti.
'' Karena ia menepati wadah seorang bayi, maka ia tak bisa menggunakan kekuatannya. Ia sekarang dalam keadaan tak berdaya. Dan ini adalah saat yang paling tepat untuk menguburnya. Dengan begitu maka ia tak akan bisa kemana-mana lagi " ucap Nyi Kiranti. Ia lalu memerintahkan Raman untuk menyelesaikannya.
Nyi Kiranti dan Nyi Geno berbalik dan berjalan ke arah Adipati Artharawirya . Pria itu masih berada di samping Rani yang tak lagi bernyawa.
Diam.
__ADS_1
Tak ada yang berkutik dan bersuara hingga fajar menyingsing.
Raman yang di beri tugas mengubur, masih berdiri di depan lubang dengan kepala tertunduk.
Nyi Geno dan Nyi Kiranti pun sepertinya tak berniat untuk mengeluarkan pendapat.
'' Apakah ada kemungkinan kita bisa merawat dan menjadikannya manusia biasa ? '' tanya Adipati Artharawirya sambil membelai wajah Ranj yang sudah sepenuhnya pucat pasi.
Nyi Kiranti menggeleng.
'' Mungkin ketika masih kecil, kita bisa menjaga dan mengawasinya.
Namun tak ada jaminan jika dia besar nanti.
Karena yang paling dikhawatirkan adalah, ketika jiwa Nyi Sukma bisa dan berhasil merebut raga itu sepenuhnya ''
'' Apakah tidak ada cara lain untuk menyegel dan melindunginya ? ''
Nyi Kiranti menggeleng lagi.
'' Maaf, kanjeng Adipati.
Selain cara ini. Hamba tak tau dengan cara apa lagi.
Jika kita tetap membiarkan bayi itu hidup, maka kita harus bersiap menanggung akibatnya ''
Adipati Artharawirya nampak berpikir .
'' Baiklah jika memang demikian.
Aku minta untuk yang terakhir kalinya.
Biarkan bayi itu hidup dan aku yang akan menanggung akibatnya ''
'' Kanjeng '' Raman yang entah sejak kapan sudah berada di antara mereka sepertinya mendengar ucapan majikannya barusan.
'' Tak perlu khawatir.
Setelah ini, aku berjanji .Aku tak akan melibatkan kalian lagi '' Adipati Artharawirya menatap Raman .
'' Tidak. Hamba akan selalu menjadi abdi yang setia. Tak perduli apapun keadaan Kanjeng. Hamba harap,kanjeng mau mengandalkan hamba '' Raman tegas meyakinkan.
'' Hamba juga, Kanjeng..
Hamba tak bisa membiarkan Kanjeng menghadapinya sendirian.
Pakailah hamba , kapanpun dan untuk apapun '' Nyi Geno maju selangkah. Soroti matanya seolah meyakinkan apa yang ia katakan adalah sebuah kesungguhan.
Adipati Artharawirya tersentuh.
Ia tak menyangka di pertemukan dengan orang-orang yang kini menjadi pengikut setia dan orang kepercayaannya.
Mungkin karena masa lalu mereka.
Dahulu, Nyi Geno dan Nyi Kiranti memiliki kehidupan yang baik.
Meski penganut ilmu hitam, namun mereka miliki keluarga utuh dan bahagia.
Namun semua lenyap saat para Kompeni datang dan merampas kebahagiaan dan keutuhan keluarga mereka.
Anak dan suami mereka di jadikan budak kerja paksa. Sementara mereka dijadikan pelampiasan nafsu para tentara yang tak beradab.
Hingga suatu ketika mereka berhasil melarikan diri dan bersembunyi di wilayah kegelapan Batavia.
Beberapa tahun mereka habiskan untuk mencari keberadaan anak dan suami mereka. Namun tak pernah ada petunjuk apa-apa.
Di titik keputus asaan, niat ingin membalas dendam pun mencuat.
Namun mereka sadar jika tak bisa melakukannya sendiri.
Hingga akhirnya mereka dipertemukan dengan Adipati Artharawirya.
Sedikit berbeda dengan cerita hidup Raman dan ketiga anak buahnya.
Raman adalah anak seorang saudagar kaya di bagian lain Batavia. Suatu ketika Kompeni datang. Memaksa keluarganya menyerahkan seluruh tanah dan harta benda yang dipunya.
Tak cukup merampas semua harta kekayaan, para Kompeni yang keji juga mengambil semua orang .
Dan yang paling membuat Raman menjadi begitu berang adalah, saat seorang Kompeni merudal paksa adik perempuannya yang baru berusia 12 tahun.
Sang adik yang belia lantas mengalami pendarahan dan meninggal tak lama setelah diperkosa.
Raman mengutuk dan begitu dendam pada si pelaku dan para Kompeni.
Ia yang di seret dan dibawa ke sebuah tempat penampungan budak bertemu tiga lelaki yang bernasib kurang lebih sama.
Sama seperti Nyi Geno, takdir juga membawa mereka bertemu dengan Adipati Artharawirya yang kemudian membebaskan mereka dan menjadikan mereka sebagai pengawal pribadi.
Sejak saat itu, mereka memutuskan untuk mengabdikan diri pada Adipati Artharawirya .
Terlebih saat tau tentang rencana pemberontakan untuk memusnahkan para Kompeni.
Mereka semakin yakin untuk setia pada sang majikan.
Namun kini mereka semua dihadapan dengan masalah pelik.
Belasan tahun menjaga dan menutupi tentang Mayang, kini jiwa yang tersegel didalamnya mulai bangkit . Dan sepertinya, hanya tinggal menunggu waktu untuk bisa menguasai raga Mayang sepenuhnya.
* * *
Bersumbang - -
Jangan lupa like-nya ya
__ADS_1
Kritik dan sarannya juga skalian
Trima Kasih 🤗