Kutukan Selamanya

Kutukan Selamanya
Pasangan


__ADS_3

🌺 hem... 🌺


* * *


Ketika bangsa Belanda mulai melancarkan misi untuk menjajah , ras asing yang kemudian dikenal dengan sebutan kompeni ini mendatangi dan menyusuri setiap tempat yang ada di JawaDwipa. Desa Arkha pun tak luput mereka sambangi.


Saat prajurit kompeni pertama kali menginjakkan kaki di desa Arkha, mereka langsung bisa merasa jika ada sesuatu di kawasan tempat tinggal ini.


Atmosfer yang menyelimuti desa tersebut sungguh berbeda dari tempat yang pernah mereka jajaki. Suasana dan keadaan desa Arkha sama sekali tak biasa. Para penghuninya selalu diam dengan wajah tanpa ekspresi. Tak satupun dari mereka yang mau bicara. Desa tersebut seperti dihuni oleh mayat hidup.


Di tambah dengan perubahan cuaca yang ekstrim. Ketika malam tiba, seketika langit mencurahkan miliaran air tanpa henti. Dan begitu matahari terbit, cuaca langsung berubah menjadi panas yang begitu menyengat kulit.


Para prajurit kompeni yang ditugaskan untuk memastikan, apakah desa tersebut bisa dimanfaatkan atau tidak, tak betah dan bergegas pergi tanpa membawa hasil apa-apa.


Tapi tak berselang lama, sekelompok kompeni lain datang dengan tujuan untuk melakukan ekspedisi . Setelah mendapat laporan dari prajurit yang datang sebelumnya, mereka jadi penasaran dan ingin menyelidiki desa Arkha.


Sama seperti mereka yang datang sebelumnya, rombongan yang terdiri dari para profesor dan sejarahwan yang sudah berpengalaman dan ahli di bidangnya itupun akhirnya pulang dengan tangan hampa.


Kemudian, diputuskan lah, desa yang dianggap tak berguna itu sebagai tempat membuang atau tempat untuk mengasingkan penjahat Pribumi .Hal tersebut dilakukan agar para kompeni dapat mengurangi pengeluaran untuk para tahanan .Dengan demikian, biaya untuk memberi makan para pelaku kejahatan akan berkurang.


* * *


'' Belasan tahun yang lalu, Nyi Geno dan Nyi Kiranti datang kemari. Mereka meminta petunjuk dan menanyakan bagaimana cara untuk menyegel sebuah jiwa pemilik ilmu hitam ke dalam tubuh seseorang '' Aranita mengakhiri cerita tentang desa yang kini berada dibawah kepemimpinannya.


Mayang dan Dimas kembali mendengarkan dengan seksama.


Seiring dengan Aranita yang sudah berada di penghujung penjelasannya, Mayang yang mulai mengerti , perlahan menarik tangannya dari balutan telapak tangan Dimas.


Dimas menoleh. Merasa ada perubahan dalam diri Mayang usai mendengarkan cerita Aranita.


'' Jadi, apakah kalian sudah mengerti mengapa kalian ku katakan sama seperti kami ? '' Aranita mematri tatapannya pada Dimas.


'' Itu karena, didalam diri kalian terdapat kekuatan yang sama .Yang bersumber dan terhubung oleh jiwa yang berada dalam tubuh Mayang '' tatapan Aranita berpaling pada Mayang.


Dimas perhatikan Mayang. Gadis itu bergeming.


Mayang menautkan jemarinya dengan tatapan lurus pada Aranita.


'' Ap-apakah ada cara melepaskan jiwa ini dari tubuhku ? '' tanya Mayang terbata. Ia gugup sebab khawatir jika tak akan ada cara agar ia bisa lepas dari belenggu jiwa Nyi Sukma.


'' Sudah ku katakan jika kita ini sama. Kita ini wadah yang digunakan untuk mengikat jiwa jahat.


Jika jiwa itu di lepaskan dari tubuh kita, maka sudah dipastikan ia akan membunuh dan merebut tubuh kita.


Dan kau tak akan pernah tau, hal apa saja yang bisa ia lakukan...


Ini seperti sudah menjadi takdir dan tugas kita. Atau mungkin inilah alasan kita dilahirkan ''


Mayang tertunduk sesaat. Ia nampak berpikir .


Dimas yang peka jika, gadisnya tengah dilema menjulur tangan untuk meraih tangan Mayang .Namun Mayang menolak dengan membawa tangannya ke bawah meja.


'' La-lalu.. Bagaimana kalian bisa hidup tanpa diganggu oleh jiwa yang ada di tubuh kalian ''


Aranita berdiri, berjalan dan berhenti dihadapannya. Ia lalu meraih gelas dan menenggak isinya hingga habis. Ia tersenyum , membuktikannya jika tak ada apapun yang dimasukkan ke dalam minuman yang disuguhi.


'' Kurasa lelakimu tau, jika seorang ahli ilmu hitam memiliki beberapa pantangan untuk bisa mempertahankan ilmunya '' ekor matanya terarah pada Dimas.

__ADS_1


Dimas bergeming. Dalam hati ia mulai diliputi kecemasan. Karena sepertinya ia tak bisa lagi menutupi dan menyembunyikan tentangnya dan kenyataan yang sebenarnya pada Mayang.


'' Nyi Asami mengatakan pada kami, bahwa kebanyakan para ahli ilmu hitam tidak boleh melakukan hubungan badan.


Sebab, jika mereka melakukannya, maka mereka tak akan bisa menggunakan kekuatan mereka ''


'' Maksudnya ?'' dahi Mayang berlipat. Ia agaknya belum sepenuhnya mengerti dengan penjelasan Aranita .


'' Dengar. Jiwa-jiwa yang ada didalam tubuh kita ini adalah makhluk abadi . Yang jika ingin terus hidup sebagai manusia mereka harus mencari wadah pengganti sebelum tubuh yang mereka tempati binasa. Jika tidak , maka jiwa - jiwa itu bisa saja menjelma , tak ubahnya dedemit atau makhluk tak kasat mata lainnya.


Dan syarat wadah yang baru bagi seorang penganut ilmu hitam adalah tubuh yang masih suci.


Namun jika pemilik tubuh yang dijadikan wadah melakukan hubungan badan, maka jiwa itu tak akan berdaya dan kehilangan kendali atas kekuatan mereka sendiri.


Sebagai gantinya, aku dan semua yang menjadi wadah ini dapat menggunakan kekuatan itu.


Itulah mengapa kami menutup diri dan membatasi orang-orang yang datang kemari.


Yang bukan kaum kami, maka tak ada alasan bagi kami untuk menyambut apalagi menerimanya di desa ini ''


Mayang menghela nafas. Sebenarnya pilihan tak begitu sulit. Namun entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal dihatinya.


Melakukan hubungan badan? Jadi itulah mengapa penghuni desa Arkha ini semuanya berpasangan?


Mayang menghela nafas lagi.


" Aku tau kau ragu. Tak apa. Kau bisa tinggal dan lihat sendiri bagaimana cara kami menjalani hidup. Setelah itu kau bisa tentukan sendiri, apakah engkau akan menjadi bagian dari kami atau tidak.


Semuanya keputusan ada padamu. Seperti Nyi Asami dulu pernah berpesan pada kami.


Di tanah JawaDwipa ini ,orang-orang seperti kami ini bukan hanya kami saja. Tapi masih ada banyak diluar sana dan mereka tak tau cara mengendalikannya.


Mayang menegakkan kepala


Ia mengangguk sekali tanda mengerti.


" Kalau begitu, aku boleh tinggal di sini ? "tanya Mayang yang merasa tak punya pilihan lain. Ia seperti kehilangan tujuan dan memilih melupakan Batavia dan kehidupan lamanya. Mungkin ada baiknya memulai lembaran baru dengan orang yang memiliki takdir sama sepertinya.


Aranita mengangguk seraya tersenyum lebar.


'' Tentu. Kebetulan ada satu rumah kosong yang letaknya sedikit jauh dari rumah yang lainnya.


Kau bisa tinggal di sana bersama pasanganmu ''


Mayang berdiri , menarik nafas panjang hingga tiga kali. Nampaknya ia tengah meyakinkan diri jika memang inilah keputusan yang tepat.


'' Apa tidak bisa jika tinggal sendirian ? ''


Dimas mengangkat wajahnya, menatap Mayang yang sejak tadi tak mau melihatnya.


'' Sudah kubilang jika hanya dengan melakukan hubungan badan, maka jiwa lain yang ada didalam tubuh mu tak akan berdaya dan kau bisa menggunakan kekuatannya.


Jadi sudah jelas bukan, kalau kau butuh pasangan sebab tak mungkin kau bisa melakukannya seorang diri.


Lagipula bagaimana dengan lelakimu itu ? Apa kalian bukan sepasang kekasih ? ''


Mayang menggeleng tegas, membuat Dimas terperangah tak percaya. Mayang menolak mengakui apa yang telah terjadi diantar mereka ? Meski belum sampai berhubungan intim, tapi Dimas merasa hubungan mereka sudah cukup dekat hingga pantas di katakan sebagai sepasang kekasih.

__ADS_1


'' Di-dia hanya seorang teman yang menemaniku kemari. Kam - kami tak ada hubungan apa-apa. Setelah ini pun dia akan pergi. Tapi aku akan tetap tinggal disini ''


'' Jika memang begitu, aku bisa membantu mu mencari lelaki untuk jadi pasanganmu ''


'' Ka-kau akan mencari lelaki untuk ku ? '' Mayang terlihat ragu. Ia lirik lelaki di sampingnya. Dimas menatapnya berang. Mengisyaratkan rasa tak suka dan marah.


'' Dulu pernah ada seorang perempuan yang tak ingin melakukannya . Hingga pada akhirnya jiwa lain yang bersemayam ditubuhnya bebas kemudian mengambil alih tubuhnya dan membuat kekacauan di desa ini.


Dan aku tak mau hal itu terulang lagi.


Jadi, kuberi kau waktu tiga hari untuk memutuskannya .


Jika kau tak bisa, maka sebaiknya kau ikut temanmu pergi dari sini ''


Mayang mengigit bibir bawahnya. Takut dan ragu mendominasi. Belum lagi dengan rasa lain yang turut berkecamuk dalam benaknya. Pikirannya benar-benar tak karuan.


'' Me-memangnya di mana kau akan menemukan lelaki untuk menjadi pasanganku ? ''


'' Mayang ! " Dimas berdiri, mencekal lengan Mayang dan menariknya, memaksa agar gadisnya menatapnya.


Aranita tergelak dengan apa yang ia lihat . Entah seperti apa atau bagaimana sebenarnya hubungan mereka ini. Membingungkan tapi juga menarik untuk di saksikan.


" Hampir setiap bulan, utusan dari Batavia akan mengantar seseorang ke pulau ini.


Mereka adalah para penjahat yang diasingkan ataupun dengan sengaja dibuang karena dianggap sama sekali tak berguna.


Kebanyakan dari mereka adalah para lelaki. Sebagian dari mereka mati. Namun beberapa diantaranya kami pilih untuk menjadi pasangan. Perlu kau ketahui, jika semua lelaki disini adalah manusia biasa yang kami tolong dan kami jadikan pasangan.


Kami hidup bersama karena saling membutuhkan hingga sampai batas usia yang para lelaki itu miliki.


Jadi, kau tak perlu khawatir soal pasangan. Aku akan mencarikan pasangan yang baik untuk mu "


Mayang reflek melihat Joko. Jadi semua lelaki yang ada di desa ini adalah manusia biasa yang di manfaatkan untuk kepentingan penghuninya ?


" Bagaimana ? Kebetulan ada dua lelaki yang dikirim kemari beberapa hari yang lalu. Terakhir mereka terlihat di luar batas wilayah desa " Aranita memejamkan matanya, diam sesaat seperti tengah melayangkan pikirannya.


Sesaat kemudian matanya terbuka sambil tersenyum .


" Masih. Aku masih bisa merasakan keberadaan mereka. Mereka masih hidup walaupun sedang sekarat "


Mayang mencoba melepaskan diri namun tak bisa sebab Dimas semakin mempererat pegangannya.


" Tidak. Dia tidak butuh lelaki lain " Tegas Dimas .


Sesaat ia menatap Aranita untuk menegaskan ucapannya.


Lalu segera ia berpaling menatap Mayang yang ternyata tengah menyorotnya dengan dahi mengkerut.


" Kalau memang yang dibutuhkan untuk menolongmu adalah pasangan, maka aku yang akan menjadi pasanganmu. Tak akan ku ijinkan lelaki lain yang menjadi pasanganmu apalagi sampai menyentuhmu !


Kau hanya akan melakukanya denganku ! " kalimat dan tatapan Dimas syarat akan sebuah penekanan.


Mayang bergidik. Ini kali ini pertama ia melihat ekspresi Dimas yang tak bersahabat.


Dimas melepas tangan yang mencekal lengannya. Baru saja merasa lega, Mayang tersentak saat Dimas meraih pergelangan tangan dan menariknya.


Dimas memaksanya melangkah, membuat Mayang hampir saja terjungkal . Mau tak mau Mayang pun berjalan mengikutinya .

__ADS_1


Dimas dan Mayang keluar dari rumah Aranita tanpa berpamitan.


Aranita tak mempermasalahkannya. Ia acuh dan membiarkan kedua tamunya pergi begitu saja. Berharap Dimas dan Mayang dapat menyelesaikan masalah yang ada diantara mereka dan kembali dengan kabar baik.


__ADS_2