
🌺 hem.. 🌺
* * *
Mina menyanggupi permintaan Mayang untuk bicara pada Panji.
Berdalih akan mengajak Mayang untuk melihat-lihat pakaian di sebuah kedai baju yang baru buka , Mina pun berhasil meyakinkan dan mendapatkan ijin dari Panji.
Dan disinilah ia sekarang. Berdiri di depan kereta yang membawanya ke alun-alun kota. Tadinya ia tak berniat datang. Namun entah mengapa hatinya tak tenang. Ia terus kepikiran Mayang hingga akhir memutuskan pergi untuk memastikan pertemuan Mayang dan Dimas aman - aman saja.
Mina pun lega.Saat melihat Mayang datang menggunkan Andong dan turun tepat di sisi kereta pribadinya.
'' Eh, Den Qyu '' setengah terkejut Mayang menyapa dengan menundukkan kepala.
'' Sudah jangan banyak bicara.
Sana pergi !
Aku akan berjaga-jaga disini.Mana tau Panji mengirim anak buahnya lagi untuk mengawasimu "
" Tap-tapi den ayu.. " Mayang merasa tak nyaman.
Kenapa biasanya jadi terbalik begini ?
Bagaimana mungkin seorang gadis Ningrat melakukan hal yang seharusnya dilakukan kacung.
" Kenapa diam saja ? Tunggu apa lagi ? Sana, cepat ! Selesaikan urusanmu !
Setelah itu kita pergi ke kedai baju seperti yang ku katakan pada Panji.
Aku tak mau sampai ketahuan Panji jika kita telah membohonginya ! "
Mayang bergegas. Sekali ia memutar lehernya ke belakang. Melihat si gadis blasteran yang benar-benar melakukan seperti yang tadi ia ucapkan.
Tak lama setelah Mayang tak lagi terlihat. Mina beranjak karena desakan alam.
Ia pun bergegas mencari tandas umum .
Hanya selisih beberapa saat saja, sebuah kereta datang dan berhenti tak jauh dari kereta Mina ditambatkan.
Panji turun dari dalamnya dengan wajah datar tanpa ekspresi.
Ia datang ke tempat ini karena mendapat laporan dari seorang yang ditugaskan untuk membuntuti Mayang, bahwa gadisnya itu pergi ke arah yang berlawanan . Bukan ke tempat seperti yang diberitahukan Mina saat meminta ijin padanya tadi siang.
Panji mengeram, menahan rasa geram saat mendengar lanjutan dari laporan yang ia terima.
Mayang pergi ke alun-alun kota . Padahal tak ada lagi apa-apa di sana. Lalu untuk apa ia ke sana ?
Disulut penasaran dan berbagai macam prasangka , Panji pun segera menyusul untuk melihat sendiri apa yang Mayang lakukan ditempat itu ml.
' Tap ' kedua kakinya berhenti sejajar dengan pandangan lurus pada sepasang manusia yang tengah duduk dan saling berhadapan.
' Tap ' baru saja bermaksud untuk mendekat, langkahnya kembali terhenti , melihat si perempuan yang berdiri namun tangannya dipegang oleh si lelaki.
Suara gertak gigi terdengar saat menyaksikan si lelaki ikut berdiri, mendekat lalu mengecup bibir lawan bicaranya.
' Deg ' jantungnya seperti dicabut dari tempatnya.
Kini berganti si perempuan mendekat dan mengecup bibir si lelaki. Dan itu dilakukan dua kali, sangat lama pula.
Panji mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.
Ia berbalik dan mengambil langkah cepat kembali ke keretanya.
'' Bereskan laki-laki itu . Dan jangan sampai aku melihatnya lagi.
__ADS_1
Lalu segera bawa Mayang ke mari ! '' perintah Panji pada empat orang pria bertubuh tegap dengan otot-ototnya yang kekar.
Mereka ada penjaga pribadinya.
Setelah empat penjaganya pergi melaksanakan perintah, Panji lantas masuk ke dalam kereta.
Bersamaan dengan itu, Mina terlihat baru saja kembali setelah selesai dengan urusannya.
Ia begitu terkejut melihat kereta tak asing di sisi keretanya.
Bergegas ia menghampiri, namun dihadang oleh seorang penjaga ketika langkahnya hampir sampai di depan kereta milik Panji.
'' Siapa, kau ?!
Beraninya kau menghalangiku, HAH ?!
Apa kau tau siapa aku ?!
Aku calon istri tuanmu ! " Mina berdengar begitu lantang berucap. Sengaja agar yang didalam kereta mendengarnya.
Dan benar saja. ' klak ' pintu kereta terbuka. Panji muncul dari balik pintunya dan turun.
'' Menyingkir lah " perintahnya pada si penjaga berkulit legam.
Si penjaga melakukan sesuai perintah.
Ia menjauh untuk memberi ruang bagi sang majikan dan gadis yang sebentar lagi akan menjadi majikannya juga.
Panji dan Mina kini saling berhadapan dengan jarak satu langkah .
Panji menatap tajam sang calon istri. Raut wajahnya menyiratkan marah .
Ia memang belum tau apa alasan Mina. Namun yang pasti , Mina terlibat dalam kebohongan ini.
Sedangkan Mina. Takut tengah menyeruak dalam dirinya. Khawatir Panji akan murka.
'' Seingat ku, saat kau meminta ijin mengajak Mayang keluar .. Kau bilang kalian akan ke kedai baju yang baru saja buka.
Apakah tempatnya di sini ?
Dimana ? Kenapa aku tak melihat kedai yang kau katakan itu ? '' ekor mata Panji melirik sana sini, seolah-olah mencari tempat yang tengah ia pertanyakan.
Mina bergeming. Ia tarik nafas panjang dan dalam. Mencoba menetralisir rasa cemas yang mulai menguasainya.
'' Kenapa kau berbohong ? '' Panji menatap lekat-lekat .Seakan ingin menusuk Mina dengan sorot mata tajamnya .
Mina mulai panik, takut, dan gugup.
Ia lirik keretanya. Mencari kusir yang tadi datang bersamanya. Namun sekarang tak terlihat. Entah kemana dia.
'' Apa kau tau tentang Mayang dan lelaki itu ? '' Panji maju satu langkah. Mina reflek mundur satu langkah.
' Grep ' Panji mencekal lengan Mina dengan kuat lalu menariknya hingga tubuh mereka tak lagi berjarak.
'' Jadi kau tau tentang ini ? Lalu kenapa kau membiarkan mereka berhubungan,em ?
Dan kenapa juga kau sampai bersengkngkol dengan mereka ?
Untuk apa kau melakukannya, HAH ?! ''
Mina memalingkan wajah dan menutup matanya kuat-kuat. Bentakan Panji membuat nyalinya menciut.
Apa yang ia khawatir benar terjadi. Panji murka.
Ia takut. Benar-benar takut.
__ADS_1
'' Den Mas '' suara tak asing menyapa. Dia adalah penjaga yang tadi pergi setelah ia beri perintah.
Panji melepaskan cengkraman tangannya dengan kasar hingga tubuh Mina hampir terhempas.
Beruntung Mina segera sadar dan langsung membuka matanya.
Lega sesaat dan kekhawatiran kembali menghampiri .
Mata Mina terbelalak, mulutnya terbuka. Ia nampak begitu terkejut melihat Mayang dikawal dua orang pria yang ia tau adalah para penjaga pribadi Panji.
'' Mayang '' Mina hendak mendekat, namun ditahan oleh seorang penjaga lainnya.
'' Cukup sampai disini, Mina.
Mulai detik ini, kau tak ku ijinkan mendekati apalagi mengajak Mayang keluar.
Dan satu hal lagi !
Urusan kita yang tadi belum selesai.
Aku pastikan akan memberi peringatan yang akan membuatmu tak akan pernah lagi mau ikut campur urusanku ! '' kecam Panji yang kemudian memberi perintah untuk membawa Mayang masuk ke dalam kereta.
'' Tap-tapi Panji.. Mayang...Di- dia..mau kau apakan Mayang ?
Akan kau bawa kemana dia ? '' Mina bertanya dengan suara nyaring.
Namun Panji tak menggubris dan tetap meneruskan langkah menuju kereta miliknya.
Sesaat sebelum masuk kedalam kereta, Mayang sempat menoleh kebelakang.
Tatapannya begitu sendu. Wajahnya sembab dan matanya terlihat lembab .
Hingga akhirnya Mayang masuk , kemudian di susul Panji dan pintu kereta di tutup.
Setelah kereta itu berlalu, barulah penjaga yang menahan Mina melepaskannya.
Mina mendesah berat . Ia panik. Memikirkan apa yang akan terjadi pada Mayang.
Lalu tiba-tiba ia teringat pada Dimas.
Benar. Seharusnya tadi Mayang bersama Dimas, kan ? Lalu apa yang terjadi pada Dimas ?
Mayang hendak beranjak, bermaksud mencari keberadaan Dimas. Ia yakin pasti ada di sekitar area alun-alun kota ini.
Tapi lagi-lagi ia dihadang oleh penjaga yang masih berada di tempatnya.
Sepertinya memang ditugaskan untuk mengawasi dan mencegahnya melakukan sesuatu.
'' Sebaiknya Nona pulang.
Raden Panji sudah mengingat untuk tidak ikut campur ,bukan ? "
Mina menatap si pria tanpa ekspresi.
Pria itu menggeleng tegas. Setegas tatapannya.
Tubuh Mina melemas. Belum selesai memikirkan nasib Mayang yang entah dibawa Panji kemana, kini ia pun mengkhawatirkan apa yang akan atau mungkin telah terjadi pada Dimas.
* * *
Bersumbang
jangan lupa likenya ya
Kritik dan sarannya juga
__ADS_1
trimakasih 🤗