Kutukan Selamanya

Kutukan Selamanya
Kesepakatan


__ADS_3

🌺 hem... 🌺


* * *


'Gruduk-gruduk ' suara dari langit seiring dengan kilatan yang membelahnya. Di bawah langit yang pucat, seorang gadis berjalan memegang bunga menuju kawasan pemakaman khusus para ningrat Pribumi.


Ini adalah hal rutin yang ia lakukan di hampir setiap penutup harinya. Tanpa pernah mengenal lelah apalagi bosan, ia senantiasa mengunjungi makam sang ibu.Yang wajahnya tak sempat ia lihat sebab meninggal tak lama setelah berhasil melahirkannya.


Tak ada firasat dan tak pernah pula ia duga, jika hari itu akan melengkapi penderitaan dalam hidupnya.


Setelah selesai meletakkan bunga di pusaran makam, gadis yang terbiasa sendiri itu pun beranjak. Namun ia dicegat saat akan keluar dari gerbang pemakaman .


Entah kapan dan dari mana datangnya tiga anak lelaki berperawakan asing tersebut.


Ia sama sekali tak menyadari sebab suasana tadi sepi seperti biasa. Tak ada suara kereta berhenti maupun derap langkah menghampiri.


Si gadis menunduk ketika tiga lelaki itu menghalangi jalannya. Si gadis mencoba acuh dan berusaha meneruskan langkah.


Tapi ketiga anak berkebangsaan kompeni itu malah merapat. Menutup akses jalannya.


Gadis berparas jelita menenggak kepala, menatap tajam pada tiga anak laki-laki yang ternyata ia kenal. Mereka adalah sesama murid disekolahnya.


'' Lihat-lihat.. Sepertinya ada yang mulai marah '' ujar salah satu dari mereka dalam bahasa Belanda. Erino Artikquandez namanya. Anak seorang petinggi di Batavia.


Kekehan terdengar dari mulut ketiga remaja lelaki yang belum genap berusia 17 tahun . Sama seperti gadis yang tengah mereka goda ini. Mina.


Erino mengambil langkah maju, mencoba menyentuh , namun Mina dengan sigap menepis tangannya yang sudah menggantung.


Kekehan kembali terdengar dari ketiganya . Merekapun kompak maju dengan langkah perlahan.


Mina tak tinggal diam. Ia menjauh dengan melangkah mundur, berbalik dan segera berlari. Ia sadar jika ini bukan kebetulan. Mereka pasti membuntutinya dan mungkin telah berniat untuk melakukan sesuatu.


Mina berusaha sekuat tenaga mengayunkan kedua kakinya. Ia berlari secepat yang ia bisa dan menerobos apa saja yang ada dihadapannya.


Karena panik ,langkahnya masuk ke area pemakaman yang sepi . Hari pun semakin gelap, sebab tengah menuju senja. Ditambah tanda-tanda akan turunnya hujan.


Tak satu orang pun terlihat .Yang ada hanya tiga remaja yang sedang mengejar seorang gadis yang mulai bingung harus kemana lagi mengarahkan kakinya .


Jalan buntu. Mina berhenti dan berbalik. Seketika itu pula ia dihadapkan dengan tiga lelaki yang juga telah berhenti dengan nafas ngos-ngosan .


'' Mau lari kemana lagi kau, Hah ?! '' Erino tersenyum penuh kemenangan. Setelah mengatur nafas dan mulai bisa menghirup udara dengan normal, ia dan kedua temannya mendekat secara bersamaan.


'' Aku penasaran seperti apa bentuk tubuh dari keturunan ras campuran '' Erino menatap lapar. Mata jalangnya naik turun, seolah tak sabar ingin menelanjangi gadis bertubuh molek yang tengah ketakutan.


Pun dengan kedua temannya yang juga sudah sama tak sabarnya.


Mereka lalu menyergap, kedua tangan Mina di pegang kuat. Gadis blasteran itu lalu diseret paksa menuju ke tempat yang lapang . ' Bruk ' tubuh Mina dihempaskan dengan kasar.


Tak mau memberi jeda, apalagi kesempatan agar mangsanya tak lari lagi, kedua lelaki memegang kuat pergelangan tangan Mina .Sedangkan untuk menahan kaki, mereka gunakan lutut yang ditekuk untuk mengunci pergerakan kaki Mina.


Mina meronta. Berulang kali memohon dan minta agar dibebaskan. Namun ketiga anak lelaki yang mulai melucuti pakaiannya tak perduli. Mereka menulikan telinga dan membutakan mata hati mereka.


Pikiran kotor dan niat jahat telah menguasai sepenuhnya. Mereka sama sekali tak memperdulikan rintihan dan air mata Mina.

__ADS_1


'' TOLOOOONG... TOLOOGGG '' Mina berteriak nyaring. Berharap ada seseorang yang akan menolong dan membantunya.


' Bhuak ' kepalan tangan mendarat di pipi kanannya.


Sakit yang teramat sangat ia rasa hingga menjalar ke rahangnya.


Mina terengah-engah. Sakit. Sungguh sakit. Namun ia tak menyerah. Ia masih memiliki tenaga . Kedua kaki dan tangannya terus bergerak memberontak. Hingga ketiga remaja lelaki kesulitan melepas pakaiannya.


' Bhuak ' kali ini tendangan di bagian perutnya. Sakit kembali ia rasakan. Namun Mina masih tak mau menyerah. Ia lebih memilih mati daripada harus dilecehkan.


'' TOLONG.. TO- '' belum sempat ia menyelesaikan lolongannya, sebuah tinju kembali mendarat di pipi yang sama.


Kebas. Pipinya terasa tebal. Rasa sakit jangan ditanya lagi. Kali ini Mina tak berdaya. Pukulan tadi sepertinya dilakukan dengan segenap tenaga, hingga ia merasa kepalanya oleng.


Penglihatannya kabur dan ia pun tak sadarkan diri


Beberapa saat kemudian.


" Gelap ? Apakah aku sudah mati ?''


Mina tersadar dari pingsannya. Ia terbaring dengan menatap langit malam tak berbintang. Ia coba memutar lehernya untuk meniti sekitarnya.Namun tak bisa sebab terasa begitu pening ketika kepalanya di gerakan.


' Hiks ' air mata mengalir deras dari kedua sudut matanya. Sakit. Semua terasa begitu sakit.Tubuhnya, kepalanya, hatinya .Semuanya sakit.


Perih menyiksa seluruh tubuhnya. Hingga membuatnya tak bisa menggerakkan satupun anggota tubuhnya. Terutama di bagian pipi kanannya, perut dan selangkangannya.


Mina sesenggukan. Meratapi nasibnya yang begitu miris dan menyedihkan.


Ia patri tatapannya ke langit. Bukankah tadi seperti akan turun hujan ? Kenapa tak jadi ? Akan lebih baik jika saat ini hujan turun sederas-derasnya. Dengan begitu ia mungkin akan mati sebab luka dan kedinginan.


Malam itu, di detik itu juga. Mina menyerah pada hidupnya dan berniat untuk mati sebagai jalan terbaik.


Hingga tanpa ia sadari,ia kembali menutup mata dan pingsan lagi.


Keesokan paginya. Mina terbangun dan mendapati dirinya sudah berada di kamarnya. Ia menghela nafas lega. Berpikir jika yang terjadi adalah sebuah mimpi buruk.


Namun ketika ia akan bangkit , ia merasa seperti tubuhnya remuk dan tulangnya serasa hancur tak bersisa. Alhasil ia kembali terhempas diranjang kapuknya.


Mina mencoba menggerakkan mulutnya, namun sakit di bagian rahang terasa begitu ngilu . Ia tak sanggup membuka mulut apalagi mengeluarkan suara.


Mina menangis, meraung dalam diam. Ternyata itu bukan mimpi. Yang kemarin itu nyata terjadi.


Mina merasa hancur. Inilah titik terburuk sepanjang perjalanan hidupnya yang malang.


Tak ada yang tau pasti apa yang terjadi ketika ia dalam keadaan pingsan , bagaimana ia bisa ditemukan dan sampai dibawa kerumahnya.


Namun setelah sang ayah membawa seorang tabib tradisional untuk memeriksa keadaannya, si tabib mengatakan jika Mina bukan hanya menerima luka di bagian yang terlihat saja. Kehormatannya, sesuatu yang hanya satu-satunya dimiliki seorang perempuan juga telah robek dan tak akan pernah bisa dikembalikan lagi dengan cara apapun.


Tak ada yang bersuara usai si tabib perempuan menuturkan penjelasannya mengenai keadaan Mina.


Sang ayah dan ibu tirinya hanya mampu menatap datar dengan bibir terkunci. Mereka tetap bungkam dan langsung memalingkan pandangan.


Pilu mengiris, mereka tak tahan melihat keadaan Mina yang demikian.

__ADS_1


Hari berganti. Mina tetap dirumah guna memulihkan diri dengan perawatan dari si tabib.


Sang ayah memang sengaja tak memanggil dokter . Ia tak mau , apa yang terjadi dan menimpa anak sulungnya diketahui apalagi sampai tersebar . Sebab dokter yang ada di Batavia ini semuanya berkebangsaan dan bekerja untuk para Kompeni.


Kolonel Jhon Van Piereezoon, lelaki tegap berperawakan tangguh khas seorang petarung di medan perang. Meski sikap dan kesehariannya dingin dan terkesan acuh pada keluarganya, tapi sejatinya ialah yang sosok. penyayang.


Ialah yang paling terpukul dan menderita atas apa yang menimpa sang putri tercinta.


Ia memang tak pernah menunjukan apalagi mengatakannya. Jika ia sangat mencintai dan menyayangi Mina yang terlahir dari buah cintanya bersama perempuan yang ia cintai.


Ia menangis dalam diam. Memendam amarah dan sakit hati pada pelakunya. Ia benci. Terbesit niat untuk membunuh ketiga remaja lelaki yang telah melakukan hal keji pada Mina.


Namun sang istri selalu berusaha menahan dan menyadarkannya. Ia tak boleh gegabah dan harus bisa tenang . Selain Mina, masih ada dua anak lagi yang juga harus ia pikirkan masa depannya .


Benar. Ia harus tetap waras dan tak boleh sampai hilang kendali. Dan akhirnya ia memilih menyembunyikan aibnya sambil memikirkan cara untuk membalas mereka.


Pun jika membawa masalah ini ke pengadilan , kecil kemungkinan ia akan memperoleh kemenangan.


Karena nanti, bukan keadilan yang ia dapat, justru cemoohan dan penghinaan terhadap keluarganya yang akan ia peroleh. Terutama Mina.


Karena setelah diselidiki, ketiga pelakunya merupakan anak Kompeni yang menduduki kursi pemerintahan .


Hari kembali berlalu. Keadaan Mina berangsur-angsur membaik. Tapi tidak dengan mentalnya. Mina trauma.


Ia yang dasarnya selalu bersikap acuh, kini bertambah tak perduli pada apapun.


Dua kali ia kedapatan berada dalam situasi yang mengancam nyawanya. Entah itu disengaja atau tidak. Sekali ia ditemukan berada di tepian sungai yang ada dihalaman belakang rumahnya. Saat itu aliran sungai begitu deras karena kemarin hujan turun sangat deras.


Beruntung para penjaga rumah selalu melakukan tugasnya dengan teliti. Merekalah yang menemukan dan membawanya kembali ke rumah. Dan sekali lagi, ia ditemukan tenggelam dalam bak mandi oleh pelayan rumahnya yang curiga sebab sang putri majikan yang telah lama masuk kedalam bilik mandi dan tak kunjung keluar .


Sejak saat itu, sang ayah memperketat pengawasan terhadap putrinya . Ia meletakkan dua penjaga Pribumi agar tak mencolok untuk mengikuti dan menjaga Mina kemanapun ia pergi.


Hingga ia pun bertemu dengan Adipati Arthaprawirya .


Pemimpin kaum pribumi itu ternyata mengetahui semuanya. Dan lantas mengajukan kerja sama yang akan saling menguntungkan.


Adipati menawarkan perjodohan dan menjanjikan sebuah pernikahan yang akan mengangkat derajat Mina. Dengan demikian aibnya akan tertutupi.


Dan sebagai gantinya , Kolonel Jhon Van Piereezoon hanya perlu menjadi mata-mata, membocorkan rahasia di markasnya yang berhubungan dengan struktur keamanan Batavia.


Dengan kata lain , ia diminta untuk mengkhianati bangsanya sendiri.


Awalnya Kolonel Jhon Van Piereezoon ragu. Namun ketika ia mendapat kabar kematian salah satu pelaku yang memperkosa Mina. Tanpa pikir panjang iapun menyetujui kesepakatan dengan Adipati.


Sejak saat itu, Kolonel Jhon Van Piereezoon resmi menjadi bagian dari anggota rahasia Adipati. Yang terlibat dalam rencana pemberontakan . Bukan hanya mengkhianati bangsanya sendiri, ia pun sampai rela jika harus mempertaruhkan nyawanya sekalipun.


* * *


Bersumbang - -


Jangan lupa dilike ya


kritik dan sarannya juga

__ADS_1


Terima kasih 🤗


__ADS_2