
🌺 hem... 🌺
* * *
Tengah malam di pelabuhan.
Saraswati duduk di dek kapal dagang milik Agam.
Ia sendirian karena memang datang tanpa sepengetahuan si pemilik kapal .
Sesaat tadi, ia sempat menyelinap masuk dan berdiri sesaat di depan mulut sebuah ruangan . Ruangan tersebut adalah kamar, tempat Agam mengistirahatkan tubuhnya.
Agam tidur dengan bertelanjang dada, mempertontonkan tubuhnya yang liat dibalut kulit eksotik.
Padahal dulu, dia adalah pria terawat dan berkulit putih bersih.
Mungkin karena pekerjaannya yang sekarang. Yang mengharuskannya untuk banyak berada di luar ruangan ,bergelut dengan panas dan terik matahari.
Meski demikian, hal tersebut tak lantas mengurangi pesonanya . Ia tetap tampan dan justru semakin terlihat lebih jantan .
- -
' Whuzzz.... ' angin malam berhembus kencang. Terlebih berada di tepian pantai dan duduk di tempat terbuka seperti ini.
Hawa dingin kian menusuk seiring dengan malam yang semakin menanjak larut.
' Puk ' sebuah kain berwarna hitam jatuh di bahunya.
Saraswati menoleh dengan tangan memegang ujung kain yang bergantung di pundaknya.
Agam berdiri di belakangnya dengan bagian tas tubuhnya yang polos. Rambut panjang sebahu yang biasanya di sanggah dengan kain yang dililit di kepalanya tergerai. Agam tersenyum menatapnya.
'' Sedang apa kau disini sendirian ? '' Agam menjatuhkan duduk dibelakang tubuh Saraswati tanpa jarak.
Saraswati menyandarkan tubuh, menyamping wajahnya seraya mengukir senyum .
'' Di sini nyaman dan sangat pas untuk mencari ketenangan '' ucapannya yang setelah itu mengembalikan posisi kepala ke depan.
' Whuzzzz.. ' terpaan angin kencang kembali menerpa.
Rambut Saraswati yang hanya dijepit , melayang mengenai wajah Agam. Pria itu menepikan helaian yang mengganggu penglihatannya dengan lembut .
'' Kau keluar tanpa mengenakan baju.
Tidakkah kau merasa dingin ? ''
'' Hem. Udaranya memang dingin. Apalagi angin malam ini terasa lebih kencang dari biasanya.
Sepertinya aku harus masuk kedalam untuk mengenakan baju ? ''
Saraswati menggeleng, ia buka kain yang menyelimutinya dan berbalik.
'' Kurasa ini cukup untuk kita berdua berbagai kehangatan ''
Agan tersenyum lebar.
Ia raih kain dari tangan Saraswati dan ia bentangan untuk menutupi tubuhnya dan juga tubuh wanita yang bersandar nyaman di dadanya.
Agam merengkuh erat tubuh Saraswati dan menghirup dalam-dalam aroma tubuhnya yang harum.
Saraswati bergeming. Ia biarkan Agam . Pun ia merasa nyaman sebab lama tak mendapatkan perlakuan demikian.
Ia rindu sentuhan lelaki.
Sesaat sepasang insan itu nampak menikmati keheningan malam . Masing-masing tengah meresapi apa yang saat ini ada di kepala mereka.
'' Kematian putri Raden Katraji Ademas tidak wajar '' ucap Saraswati membuyarkan lamunan mereka.
'' Hem. Aku juga dengar desas desus nya seperti itu.
Tapi Raden Katraji Ademas menolak mayat anaknya di periksa . Katanya, dia juga di tak ingin ada penyelidikan tentang penyebab kematian putrinya.
Bisa dimaklumi. Mengingat sebentar lagi anak sulungnya harus mencari jodoh dari keluarga ningrat yang sederajat dengan keluarga mereka ''
Saraswati manggut-manggut.
'' Kau tau. Saat berada di kediaman Raden Katraji Ademas, aku mencium aroma Nyi Sukma begitu kuat memenuhi seisi rumahnya.
Padahal, semalam aku menghampiri dan menunjukan diri pada dia ''
'' Dia ? Dia siapa maksud mu ? ''
'' Dia yang kini menjadi wadah tempat jiwa Nyi Sukma bersemayam .
Tapi ada yang aneh.
Ketika melihat ku, dia ketakutan .
__ADS_1
Setelah ku ku perhatikan gelagat dan bahasa tubuhnya, sepertinya jiwa Nyi sukma tak sepenuhnya menguasai raganya.
Itu berarti , terdapat dua jiwa di dalam tubuh gadis itu.
Tapi bagaimana mungkin ? Ini tak masuk akal.
Karena jika Nyi sukma sudah menemukan wadah baru, maka ia pasti akan menguasai raga itu.
Tapi ini tidak.. Ia seperti terjebak dan tak biasanya menggunakan raga itu seperti seharusnya.
Apa mungkin kekuatannya semakin melemah ?
Jika benar, maka kita harus bertindak cepat dengan memanfaatkan kesempatan ini ''
'' Jadi, apa rencanamu ? Memangnya apa yang mau kau lakukan ? ''
'' Tentu saja aku harus bergerak cepat untuk memusnahkan raga yang menjadi wadahnya agar jiwa Nyi sukma keluar.
Dengan begitu barulah kita bisa menyegelnya ''
'' Me-memusnahkan ? Bagaimana caranya ''
'' Selagi jiwa Nyi sukma belum bisa mengendalikan raga itu sepenuhnya, maka kita hanya perlu membunuh dia ''
'' Apa ? Membunuh ? Tap - tapi.. ''
'' Ya. Tak ada cara lain. Karena hanya itu satu-satunya cara. ''
'' Apa tak ada cara lain ? ''
Saraswati menggeleng.
'' Kematian putri Raden Katraji Ademas adalah bukti, jika Nyi sukma baru saja gagal mendapatkan wadah baru.
Setelah ini, ia dan orang yang bekerja sama dengannya pasti akan merencanakan sesuatu. Sampai mereka berhasil menemukan raga yang sesuai untuk dijadikan wadah yang kuat bagi Nyi Sukma ''
'' ... ''
'' Seperti yang kita ketahui, jika jiwa Nyi sukma hanya mencari wadah dari perawan ningrat.
Namun ada yang lebih baik dari itu.
Keturunan dari seorang raja adalah wadah paling kuat dibanding perawan ningrat manapun ''
'' Maksud mu ? ''
'' Jika dugaanku tak meleset. Nyi Sukma pasti mengincar anak yang akan di hasilkan dari pernikahan yang sebentar lagi akan di langsungkan ''
Agam terperangah.
'' Aku harus pulang '' Saraswati menarik tubuhnya dan berbalik .
Ia tatap wajah pria yang sejak tadi memeluknya .
'' Untuk apa kau begitu cepat ingin pulang ? Bukankah tak ada yamg menunggumu ?
Pun juga tak ada yang tau jika kau menyelinap keluar, bukan ?
Bahkan jika suami mu ada di kamar mu sekalian ''
Saraswati menatap heran .
Agam seperti mengetahui sesuatu tentangnya.
Agam tergelak sambil mengangguk.
Kemudian, Agam membuka sedikit cerita tentang apa yang terjadi ketika dulu, setelah ia terjun dari jurang untuk mengakhiri hidupnya.
Bukan hanya selamat tanpa cedera, setelah ia menyadari jika tak ada luka di tubuhnya, Agam perlahan mulai merasakan ada yang berbeda dengan tubuhnya.
Kemudian, seiring dengan berjalannya waktu. Ia pun tau, jika kini tubuhnya tak lagi seperti orang biasa.
Ia memiliki kemampuan yang sulit di jelaskan.
Agam dapat berlari secepat kilat tanpa merasakan lelah sedikitpun. Ia dapat mengangkat barang yang beratnya berkali-kali lipat dari berat tubuhnya.
Lalu ia juga dapat terjaga selama bermalam - malam.
Dan salah satu lagi hal yang di luar nalar manusia.
Ia dapat menyelinap masuk ke rumah seseorang tanpa menimbulkan suara. Bahkan dirumah yang banyak penjagaannya sekalipun.
Mungkin ini juga bagian dari kutukan Nyi Sukma.
'' Ahahaha..Ya, aku menggunakan kemampuan ku itu untuk menyelinap masuk ke kediaman mu '' Agam tertawa lepas .
Setelah pertemuan pertama mereka waktu itu, Agam menjadi begitu penasaran akan kehidupan Saraswati.
__ADS_1
Dan ternyata beberapa waktu belakangan ini ia selalu bertengger di atap kediaman Raden Manggala untuk mengetahui apa yang dilakukan wanita ini.
Saraswati menunduk seraya menghela nafas. Ada rasa berat mendengar pengakuan barusan.
Melihat itu, Agam meredakan tawanya.
Ia angkat dagu Saraswati dengan ujung telunjuknya.
'' Maaf, jika aku telah lancang.
Aku hanya ingin tau apakah kau hidup dengan baik atau tidak. Dan seperti apa pria itu memperlakukanmu ''
'' Lalu ? Apa saja yang sudah kau lihat dan ketahui dari hasil mengintip ku, hem ? ''
'' Aku tau jika kau tak benar-benar melayani suami mu ''
'' ... '' Saraswati menatap datar.
'' Apa kau selalu seperti itu selama ini ? ''
Saraswati menepis telunjuk Agam dan hendak berdiri. Namun Agam memegang kedua lengannya. Memaksa untuk tetap duduk berhadapan .
'' Kenapa ? ''
Saraswati memalingkan wajahnya. Enggan bersitatap.
'' Kutukan ini telah merubah segalanya.
Tetap hidup dengan terus awet muda.
Tidakkah kau berpikir kita seperti makhluk fana ?
Dan sejak hari itu, aku seolah kehilangan semangat dan gairah untuk bisa menjalani kehidupan yang normal .
Aku tak pernah memikirkan hal lain selain memburu Nyi Sukma dan menyegelnya ''
'' Apa kau tidak lelah ? Beratus-ratus tahun kau habiskan hanya untuk mengejarnya.
Tidakkah terpikir untuk mu berhenti dan menerima saja apa yang sudah takdir gariskan ? ''
'' Berhenti ?
Lalu bagaimana dengan perawan ningrat yang setiap tahunnya akan menjadi korban Nyi Sukma ? ''.
'' ... ''
'' Aku tidak bisa hanya memikirkan diriku sendiri.
Pun kulakukan ini semua demi anak kita.
Karena sekalipun kita pergi tak perduli sejauh mana , jiwa Nyi Sukma tetap akan mencari anak kita untuk mengambil kembali kekuatannya.
Dan ini adalah kesempatan terbaik yang kupunya setelah sekian lama menunggu.
Hanya perlu mengorbankan satu nyawa demi menyelamatkan banyak nyawa lainnya . Inilah jalan terbaik yang harus segera kuambil ''
'' Tapi, bagaimana jika kau gagal ?''
'' Selama kutukan ini belum terpatahkan, maka itu berarti aku masih punya banyak waktu untuk terus dan terus memburunya lagi ''
Agam menghela nafas. Lalu ia bawa tubuh itu dalam pelukannya.
'' Baiklah. Seperti yang kau inginkan.
Tapi, kita akan lakukan ini bersama.
Kau, aku dan anak kita ''
...
'' Jika kutukan ini terpatahkan, apakah kita akan kembali hidup seperti manusia biasa? ''
'' Mungkin. Karena aku sendiri pun tak tau pasti ''
'' Kalau begitu berjanjilah satu hal padaku '' Agam semakin mengeratkan pelukannya.
'' Jika nanti kita berhasil melakukannya, maukah kalian ikut bersamaku ?
Kau, aku dan anak kita . Kita pergi dari sini dan memulai lagi dari awal ''
Saraswati mengangguk. Ia benamkan wajahnya dan membalas pelukan Agam dengan tak kalah eratnya.
* * *
Bersumbang - -
Jangan lupa like-nya ya
__ADS_1
Kritik dan sarannya juga sekalian.
Terima Kasih 🤗