Kutukan Selamanya

Kutukan Selamanya
Mantra pelindung


__ADS_3

🌺 hem... 🌺


* * *


Tak lama setelah Nyi Geno pergi , Mayang yang tak beranjak dari tempatnya berdiri tiba-tiba bergidik.


Ia usap tengkuknya . Hawa dingin yang entah darimana, terasa dan menyapu permukaan kulitnya .Membuat bulu-bulu romannya meremang.


Padahal jendela kamar tertutup rapat. Pun susana diluar sana terdengar tenang. Tak ada suara desiran angin ataupun hujan.


Mayang jadi gelisah. Entah apa alasannya dan dari mana asalnya, ketakutan perlahan mulai menghampiri.


Mayang hendak beranjak tapi tak jadi ketika mendengar sebuah suara. Ia mengedarkan netranya. Tak ada apapun diruang tidurnya ini. Dan tak ada satu benda pun yang bergerak atau jatuh.


Lalu darimana asal suara tadi ?


' Srak.. Srek.. Tak. Tak. Tak ' pupil mata Mayang melebar ketika tirai penutup bergerak .Seperti ada sesuatu yang menyentuhnya. Namun tak ada apapun yang terlihat.


Hanya hawa dingin kian terasa . Bersamaan dengan itu pula , aroma anyir tercium.


Benar. Mayang tak dapat melihatnya.


Dua sosok makhluk tak kasat mata tengah memasuki kamarnya. Mereka baru saja menembus tirai penutup kamarnya.


Makhluk berambut dengan lidahnya yang panjang terjulur keluar. Satu merambat di langit-langit rumah yang terbuat dari anyaman bambu, sedang satu lagi menyeret bokongnya dilantai alias mengesot.


Sama seperti Mayang, dua sosok makhluk menyeramkan itu pun tak bisa melihat Mayang yang bersandar dipojok ruangan .


Dua makhluk tersebut berpencar mengitari ruangan sempit itu. Mereka tengah melaksanakan perintah yang tuannya berikan.


Mereka mengendus, mencari bau ataupun aroma khas seseorang.


Sedangkan Mayang membatu ditempatnya. Ia ingin bergerak tapi tak dapat. Seperti ada yang menahan tubuhnya hingga tak bisa digerakkan.


Mayang tak tau , jika saat Nyi Geno membelai rambutnya tadi, wanita itu telah menjampinya.


Jadi, selama ia tetap berada di kamar, maka tak akan ada yang bisa melihat ataupun mengetahui keberadaannya.


Begitupun sebaliknya.


Mayang bisa mendengar samar. Namun tak dapat melihat sesuatu dengan penglihatan biasa.


Puas menelusuri setiap sudut kamar , makhluk tersebut lantas keluar sebab tak menemukan apa yang di cari.


Seketika itu pula, hawa dingin dan aroma anyir berangsur-angsur menghilang.


' Bruk ' tubuh yang tadi seolah di paku ke dinding jatuh. Mayang terduduk di lantai.


Mayang menghela nafas berat. Ia pejamkan matanya kuat-kuat sambil menggigit bibir bawahnya.


Ia mencoba menahan erangan. Sebab kini ia merasakan hal lain.


Dingin berganti panas. Mayang terengah-engah, nafasnya mulai sesak. Matanya memerah dan mulai berair. Keringat bercucuran .


Tak tahan lagi, ia lantas membuka kebayanya. Namun tetap saja ia merasa kepanasan. Mayang memaksakan diri berdiri. Jarik yang mengendur tanpa sengaja melorot dan lolos. Tubuhnya kini polos tanpa penutup. Mayang tak perduli.


Dengan susah payah sampai ditepian jendela dan bermaksud untuk membukanya.


Namun tak bisa. Padahal jendela tersebut hanya terbuat dari anyaman bambu yang seharusnya tak sulit dibuka.


Mayang tak sanggup lagi.


Untuk kedua kalinya ia ambruk di lantai.


" Matilah... Dengan begitu penderitaan mu akan berakhir... " suara yang ada dalam dirinya.


Mayang memejamkan mata, meringkuk - memeluk dirinya sendiri.


Ini bukan kali pertama ia mengalaminya.


Setiap beberapa kali dalam sekali purnama , ia pasti akan tersiksa seperti ini.

__ADS_1


Panas yang menjalar ke seluruh tubuh ,hingga membuat mata pedas dan berair .


Ditambah lagi bisikan-bisikan yang memintanya untuk mengakhiri hidupnya sendiri.


Mayang selama ini hanya bisa menahan dengan tangis tertahan. Ia terlalu takut untuk memberitahu pada seseorang tentang apa yang ia alami ini.


Sebab tak mungkin ada yang mau percaya begitu saja dan bisa juga menganggap jika ini hanya halusinasi ataupun mimpi buruknya saja.


Mayang terisak. Kini ia tau ,mengapa tubuhnya kerap kali seperti disiksa seperti ini.


Lalu suara siapa yang selama ini selalu menghasutnya untuk bunuh diri.


Dia adalah Nyi Sukma yang jiwanya tersegel dan menyatu dalam tubuhnya yang sedang berusaha keluar dan berniat menguasai wadah yang selama ini ditempatinya.


" Tidak ! Ini tubuhku... " Mayang memberontak dalam rintih yang tertahankan, saat rasa panas semakin menjadi-jadi. Ia seperti terbakar dan - -


* * *


Keadaan diluar begitu sunyi mencekam. Sesaat tadi, dua wanita beradu ilmu . Pertarungan yang tak seimbang itupun dimenangkan Saraswati.


Nyi Geno yang usianya sudah lanjut, ditambah ilmu yang ia miliki tak seberapa kalah telak.


Beruntung ia sudah mengantisipasi dengan menyembunyikan Mayang dari pandangan dan penciuman sekitarnya.


Jampi yang ia gunakan untuk menutupi keberadaan Mayang memang tak biasa. Butuh keahlian khusus, dan memerlukan separuh dari tenaga dalam untuk membuatnya.


Karena itu pula lah ia tak sanggup melawan Saraswati. Apalagi Saraswati tak sendiri. Ia dibantu para dedemit yang dibawah.


'' Ini adalah kesempatan terakhirmu, Nyi...


Jika kau tak memberitahu dimana keberadaan gadis itu , maka aku akan mengakhiri hidupmu sekarang juga '' ancam Saraswati pada wanita yang tergantung di dinding rumah dengan sebuah kayu menancap di dadanya hingga tembus.


Darah keluar dari sumbernya dan mengalir ke bawah. Lantai ruang memasak itupun penuh dengan genangan pekat berwarna merah.


Saraswati berbalik, ketika dua makhluk suruhannya datang menghampiri.


'' Dasar dedemit dungu ! Kalian memang tidak berguna. Mencari seorang gadis saja tidak bisa ! "murka Saraswati pada makhluk yang gagal menjalankan perintahnya.


' Splash ' hanya dengan sekali sapuan telapak tangannya , kedua makhluk itu tertebas dan lenyap seketika.


Ilmu yang ia peroleh dari Nyi sukma yang telah ia dalami kini menjelma menjadi ilmu yang cukup tinggi .


" Baiklah. Sepertinya tidak ada gunanya juga menyiksa dan mengancammu.


Aku akan bertanya langsung pada majikanmu "


Saraswati hendak melenggang, tapi lebih dulu ia mendekati Nyi Geno.


" Tapi sebelum itu , sepertinya aku harus mengakhiri penderitaanmu "


' Krak. krak. krak. krak ' empat persendian Nyi Geno dipatahkan. Kedua kaki dan tangannya menjadi lemas, sebab tulang yang diremukkan.


Melihat Nyi Geno tak lagi berdaya, bahkan untuk membuka mata pun ia tak lagi sanggup - Saraswati lantas mengambil langkah dan berlalu.


Entah sudah berapa lama terlewati.


Nyi Geno masih bertahan meski darah dalam tubuhnya sudah hampir habis .


" Mayang " sebutnya dalam hati. Ia begitu mengkhawatirkan gadis yang ia yakin berhasil tak diketahui keberadaannya.


Ia ingin bergerak, melepaskan diri dari tusukan kayu yang begitu menyakitkan dan menyiksanya. Namun tenaganya sudah tak ada sama sekali.


Malam mulai menanjak larut. Nyi Geno merasa sudah diambang batasnya.


Ia sudah tak kuat lagi dan berniat mengakhiri rasa sakitnya sendiri.


' Kreeeettttt ' suara pintu terdengar dibuka . Dengan sekali helaan nafas panjang Nyi Geno berusaha membuka mata.


Rasa was-was menghampiri. Bukan karena ia takut mati. Tapi karena ia begitu mengkhawatirkan Mayang.


Nyi Geno bernafas lega, ia tersenyum mendapati seorang pemuda tampan berdiri dihadapannya.

__ADS_1


Dimas. Pria itu menatapnya datar sambil terus mendekat.


Ia tarik kayu yang menancap di dada Nyi Geno hingga tembus ke dinding sambil menahan agar tubuh tersebut tak jatuh.


Setelah berhasil, dengan hati-hati Dimas menurunkan tubuh yang tak lagi dapat di gerakan dan membaringkannya di lantai.


" Kak..Kau pemuda..." ucap Nyi Geno dengan suara hampir tak terdengar.


'' Em '' Dimas mengangguk. Ia tahan kepala Nyi Geno dengan telapak tangannya.


'' Mahayang ... '' Nyi Geno menaikan sedikit volume suaranya.


''Mayang ? Dimana dia ? Aku sudah mencarinya kemana-mana. Tapi tak ada '' Dimas memutar leher, meniti sekitarnya. Sebelumnya pun ia sudah lebih dulu mengitari seisi rumah dan memasuki setiap ruang yang ada.


Namun tak ada siapapun kecuali mayat yang bergelimpangan dihalaman belakang.


'' Hahh.. hahhh " nafas Nyi Geno tersendat-sendat.


Kedua matanya pun sayup-sayup akan menutup.


Dimas yang menyadari jika Nyi Geno tak bisa lagi bertahan, mendekatkan diri dengan membungkukkan tubuhnya.


" Nyi... dimana Mayang ? " Dimas mulai panik sebab Nyi Geno telah menutup rapat kedua matanya.


Ia mengira jika Nyi Geno telah wafat. Namun sebuah sentuhan di lengan, membuatnya seketika menghela nafas lega .


" Dhengar ini baik-baik pemuda... " bisik Nyi Geno dengan mata tertutup.


Dimas semakin mendekatkan diri hingga telinganya nyaris bersentuhan dengan mulut Nyi Geno.


Sesaat kemudian, Nyi Geno yang telah selesai dengan yang mau ia sampaikan , terdiam. Tak ada pergerakan lagi . Seluruh anggota tubuhnya melemas , dan nafasnya pun tak lagi terasa.


Dimas menarik diri perlahan. Kali ini bisa dipastikan jika Nyi Geno benar-benar sudah meninggal.


Dimas bangkit . Sebelum mengambil langkah, ia sempat berbalik. Menatap tubuh wanita tua yang telah menjadi mayat.


" Atas nama ibuku ,aku minta maaf, Nyi " ucap Dimas penuh penyesalan. Ia memang tau siapa yang yang menyebabkan semua hal yang terjadi di tempat ini.


Ia pun menyesalinya. Seringkali sang ibu bersikap dan bertindak berlebihan . Terlebih ketika menyangkut Nyi Sukma.


Saraswati seolah tak perduli pada apapun atau siapapun akan ia habisi jika dianggap menghalangi jalannya.


Dimas kembali berbalik dan melangkah menuju kamar, tempat dimana Mayang berada.


Tepat sebelum ia melewati mulut antar ruangan, seketika Dimas teringat ucapan Nyi Geno.


" Bacakan mantra ini sebelum kau melangkah masuk. Ini adalah mantra yang hanya bisa diucapkan sekali untuk membuka pelindung yang ku pasang padanya .


Aku percayakan dia padamu , pemuda.


Sesungguhnya dia tak bersalah. Dia sama sekali tak bersalah. Karena sebenarnya dialah korban dari ini semua.


Jika boleh meminta, jagalah dia .


Jangan biarkan dia ditemukan oleh orang yang salah.


Karena jika hal itu sampai terjadi, akan ada dua kemungkinan yang pasti terjadi.


Jika bukan Mayang yang celaka, maka yang berurusan denganya lah yang akan celaka.


Jadi, jika kau memang perduli maka lindungilah dia.


Satu lagi. Bawalah ini bersamamu.


Ini akan menuntun mu ke suatu tempat . Yang mungkin bisa membantumu menemukan petunjuk untuk membebaskan Mayang dari ancaman jiwa Nyi Sukma "


* * *


Bersumbang - -


Jangan lupa like-nya ya

__ADS_1


Kritik dan sarannya juga.


Terima kasih 🤗


__ADS_2