
🌺 hem... 🌺
* * *
Sebagai pemimpin pribumi yang tanah kelahirannya tengah di jajah bangsa asing, Sang Adipati mengemban tanggung jawab yang besar di pundaknya.
Ada begitu banyak harapan yang harus ia perjuangkan.
Setiap hal yang ia lakukan, sekecil apapun itu. Tak pernah luput dari perhatian sekitarnya. Begitu pula dengan sikap yang ia tunjukan .
Kedua hal inilah yang menjadi tolak ukur kepantasan dirinya menjabat sebagai kepala daerah di Batavia.
Jadi, sudah sewajarnya jika sang Adipati begitu menjaga nama baik dan kehormatannya.
Namun, karena begitu memusatkan diri pada pekerjaannya, ia lupa memperhatikan keluarganya sendiri. Khususnya terhadap anak semata wayangnya. Panji Arthaprawirya.
Ia sudah lengah karena menganggap sepele dan membiarkan sang sang putra menjalani pertemanan dengan anak pengasuhnya.
Dan ketika ia mulai menyadari ada yang salah dengan hubungan Panji dan Mayang, sang Adipati harus menerima kenyataan jika ia sudah terlambat .
Panji terlanjur dekat dan telah jatuh hati pada si gadis sederhana. Panji dengan tegas mengatakan jika ia mencintai dan menginginkan Mayang menjadi istrinya.
Panji bahkan mengancam tidak akan menurut jika Mayang dipisahkan darinya.
Di mulai dari saat itulah.
Sang Adipati yang sadar akan kelalaiannya, kemudian mencoba memperbaiki keadaannya.
Ia mulai lebih memperhatikan keluarga.
Setiap hal yang berhubungan dan dilakukan oleh anak dan istrinya , kini dalam pengawasannya.
Dalam aktivitas keseharian dan hampir tanpa jeda, selalu ada mata yang ia utus untuk mengawasi mereka. Terutama ketika Panji sedang bersama Mayang.
Hingga suatu ketika, ia mendapat laporan bahwa Panji memerintahkan seorang kacung pergi ke rumah singgah yang merupakan warisan turun temurun dari keluarganya.
Dahulu, rumah tersebut digunakan oleh para leluhurnya yang juga berkedudukan sebagai seorang pemimpin sama sepertinya, untuk menepi. Guna sekedar mengistirahatkan diri dari kepenatan rutinitas.
Tapi tidak dengan sang Adipati .Ia sangat jarang mengunjungi rumah tersebut sebab tuntutan pekerjaan yang membuatnya tak memiliki waktu bersantai walaupun hanya sejenak .Apalagi letaknya yang jauh dari pusat kota Batavia.
Meski demikian, rumah tersebut tetap di jaga dan dirawat dengan sangat baik.
Rumah itulah yang menjadi tempat dimana Panji membawa Mayang saat ini.
Setelah mengetahui Panji yang sepertinya tengah merencanakan sesuatu , dengan segera sang Adipati pun turut menyusun rencana untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.
Dan kekhawatiran pun terbukti.
Panji nekat membawa pergi Mayang , setelah memergoki Mayang tengah bersama seorang lelaki.
Dan Panji tampan ragu memberi perintah pada para penjaga pribadinya untuk memberi pelajaran pada Dimas. Laki yang berani mendekati Mayang.
Beruntung sang Adipati datang tepat waktu. Jika tidak , maka masalah tak terelakkan dan semuanya akan menjadi kacau.
Setelah berhasil menyelamatkan Dimas dari baku hantam . Sang Adipati lantas memerintahkan anak buahnya untuk membawa dan mengamankan Dimas ke suatu tempat.
Sementara ia bergegas menyusul ke tempat di mana Panji membawa Mayang pergi.
* * *
Sang Adipati menatap geram anak yang baru saja ia hadiahi telapak tangannya.
Panji yang sudah mengembalikan posisi kepalanya ke depan ,dengan berani membalas tatapannya.
'' Bawa gadis itu keluar ! " perintah sang Adipati.
Dua orang yang sejak tadi berdiri dibelakang langsung bergerak masuk kedalam rumah untuk melaksanakan apa yang tuan mereka perintahkan.
Panji hendak menghadang, namun dua orang lainnya langsung sigap menahan tubuhnya.
" Romo " tatapan Panji berubah . Ia memohon agar di lepaskan.Namun sang ayah tak menggubrisnya .
Beberapa saat kemudian, dua pria tadi keluar bersama Mayang yang telah berpakaian lengkap dan juga Mbok Dias yang mengekor dibelakang.
" Kalian pergilah lebih dulu "
Mayang yang berjalan dengan kepala tertunduk, dituntun menuju kereta milik Panji.
__ADS_1
Tak lama kereta itupun berlalu.
Dan Panji pun di lepaskan.
'' Romo .. Mau dibawa pergi kemana Mayang, Romo ? '' Panji mendekat .
Namun dua orang pria yang menahannya tadi menghadangnya.
'' Kau melanggar kesepakatan kita , Panji '' sang Ayah menyorotnya tajam.
Tersirat marah dan kecewa atas apa yang telah sang putra lakukan.
'' Kau sudah berjanji akan menikah dan mempunyai anak dari isteri sahmu terlebih dahulu . Baru setelah itu kau boleh mengambil Mayang sebagai selirmu !
Tapi bagaimana bisa kau lupa pada hal yang kau buat dan kau ucapkan sendiri ?! ''
'' ... '' Panji menatap nanar.
Penyesalan selalu datang belakangan.
Karena tersulut emosi, ia jadi mengesampingkan hal itu dan membuatnya melupakan hal penting.
'' Sebaiknya sekarang kau masuk dan kenakan pakaianmu .
Kita akan pulang sekarang juga ! ''
Panji tak berdaya.
Ia dikawal dua orang berbalik masuk kedalam .
Usai berpakaian lengkap, ia pun keluar dan berjalan menuju kereta, dimana sang ayah telah lebih dulu berada di dalamnya.
Tapak kaki kuda mulai terdengar melangkah, menarik kereta maju dan meninggalkan rumah singgah yang kini sama sekali tak berpenghuni.
'' Romo kecewa padamu ''
Panji tertunduk . Ia pasrah apapun yang akan sang ayah ucapkan.
'' Pernikahan mu akan di percepat. Jadi, persiapkan dirimu ''
Tak ada gunanya protes apalagi menolak titah ayahnya.
Sebab ia sadar. Jika inilah konsekuensi dari sikap gegabahnya.
* * *
Keesokan paginya.
Kediaman sang Adipati nampak sibuk tak seperti biasanya.
Sejak pagi, aktivitas keluar masuk sudah mendominasi.
Kereta-kereta milik bangsawan ternama itu juga hilir mudik membawa penumpangnya keluar dan masuk .
Ketika matahari sudah semakin tinggi, kesibukan semakin berlipat ganda.
Pagar yang biasanya tertutup rapat, kini dibiarkan terbuka lebar . Namun dengan penjagaan lebih ketat dan jumlah penjaga tiga kali lipat lebih banyak dari biasanya.
Matahari semakin tinggi. Teriknya menyengat kulit hingga membuat mereka yang berada dibawahnya tanpa berlindung , meneteskan peluh yang bercucuran.
Itulah yang terlihat dari para pekerja di rumah sang pemimpin ini.
Sudah tak terhitung berapa banyak kereta barang yang memasuki kediaman tersebut.
Para pelayan , baik itu laki-laki dan perempuan hilir mudik mengangkut barang-barang yang datang seolah tak ada habisnya .
Lalu saat hari menjelang senja, kesibukan terlihat mulai berkurang.
Dan ketika malam tiba ,pagar pun ditutup .
Tapi bukan berarti pekerjaan para pelayan rumah telah selesai.
Justru kesibukan yang sebenarnya baru saja di mulai.
Aneka barang yang hari ini di antar masuk ke kediaman sang majikan , adalah tugas yang harus mereka kerjakan .
Mereka akan bekerja ekstra , mempersiapkan segala kebutuhan untuk menyambut hari besar.
__ADS_1
Hari pernikahan Panji dan Mina yang lima hari lagi akan di selenggarakan.
- -
Suara langkah dari para kacung masih terdengar.
Panji yang sejak pulang semalam tak diperbolehkan keluar rumah, nampak gelisah . Ia terus mondar-mandir tak karuan.
Bagaimana tidak. Sudah seharian ia tak melihat Mayang . Begitu pun dengan Mbok Arni dan suaminya.
Panji yakin. Menghilangnya Mayang dan kedua orang tuanya adalah perbuatan sang ayah.
Panji menjadi gusar dan tak tenang.
Entah kemana ayahnya menyembunyikan sang pujaan hati.
Karena penasaran , Panji pun menemui bertanya pada ibunya. Namun wanita yang telah membawanya ke dunia ini hanya menggeleng tanda tak tau.
Panji dilanda gelisah.
Ia sebenarnya ingin bertanya pada sang ayah. Namun sejak pagi, lelaki bergelar Adipati itu pergi dan hingga kini belum juga kembali .
Sementara itu, di suatu tempat tersembunyi . Tempat yang masih berada di wilayah Batavia.
Ketika malam mulai larut seperti ini, jalan utama akan lenggang dari kendaraan maupun para pejalan kaki.
Ditambah lagi, malam ini di isi dengan titik-titik air hujan turun dengan perlahan.
Tak deras. Namun cukup mampu membuat segala sesuatu yang berada diluar ruangan basah .
Ditengah sendunya suasana malam yang pekat, nampak seorang pria berpakaian serba hitam dan mengenakan jubah yang panjang menjuntai hingga batas mata kaki. Ia berjalan memasuki salah satu celah antar bangunan .
Sekilas, celah yang di lewati pria tersebut memang hampir tak mungkin diketahui. Karena letaknya yang berada diantara bangunan-bangunan kokoh dengan saling berdekatan.
Tak banyak yang tau , jika ada jalan tersembunyi di balik bangunan yang memiliki bentuk dan warna yang sama.
Setelah melewati celah tadi, pria tadi sampai di sebuah jalan yang sempit dan gelap. Jalan yang juga di kenal dengan sebutan jalan tikus.
Ia terus berjalan semakin jauh kedalam tanpa menghiraukan aroma tak sedap yang mulai menyeruak .
Ia terlihat sama sekali tak terganggu. Penciumannya seolah telah terbiasa dengan bau yang berasal dari parit-parit kecil yang ada di sepanjang jalan yang telah ia lewati.
Kini langkahnya sampai di sebuah lorong gelap yang cukup panjang .
Di sisi kiri kanan lorong, terlihat orang-orang menggelar alas dan merebahkan tubuh untuk mengistirahatkan diri.
Mereka adalah orang-orang yang keberadaan tak pernah diketahui oleh mereka yang tinggal di luar sana.
Meski berada di pusat kota, namun karena terletak di jalur pembuangan air kotor , hanya segelintir orang yang mengetahui adanya kehidupan di sini.
Sebutan lain dari tempat ini adalah wilayah kegelapan Batavia.
Para pelaku kejahatan menjadikan tempat ini sebagai rumah. Sedangkan para buronan menjadikan tempat ini sebagai tempat persembunyian.
Hampir seluruh kehidupan kriminal berpusat dan memilih berada di tempat ini.
Bahkan pelacuran pun ada dan menjadi pelengkapnya.
Tak terkecuali praktik ilmu hitam atau yang lebih dikenal dengan perdukunan .
Hal yang mulai dianggap tabu dan dijauhin oleh masyarakat yang telah hidup dan mengenal kemajuan teknologi. Dan nyatanya , sesuatu berbau magis ini masih ada . Bahkan diam-dian mulai di cari dan banyak di minati .
Banyak orang-orang datang, mencari penganut ilmu hitam untuk meminta bantuan dengan berbagai alasan . Sebagian membutuhkan bantuan magis itu karena tuntutan dan kebutuhan hidup.
Pun dengan pria yang kini telah sampai di tempat tujuannya. Langkahnya berhenti tepat diujung lorong. Ia berdiri tepat di depan sebuah dinding berlubang seukuran pintu hanya di tutupi kain berwarna merah gelap .
Ia buka jubah penutup tubuhnya. Lalu ia sibak kain yang menjadi tirai pintu masuk tersebut dan melangkah masuk kedalamnya.
* * *
Bersumbang - -
Jangan lupa like-nya ya
Kritik dan sarannya juga
Trima kasih 🤗
__ADS_1