LOLIPOP

LOLIPOP
LOLIPOP 18


__ADS_3

Aku merebahkan diri di atas kasurku yang empuk ini. Pikirkanku melayang-layang saat aku sedang bercumbu di kamar hotel dua hari yang lalu dengannya.


Begitu panas dan menggairahkan.


Aku masih merasakan kenikmat@nnya. Namun tidak lama muncul wajah ketiga sahabatku yang sama sekali tidak mendukung hubungan ku dengan Mas Haris.


Pasti mereka membicarakanku di belakang.


Walaupun aku sudah terbuka tentang hubungan ku dengan Mas Haris.


Selingkuh, sejujurnya aku pun tidak menyukai kata itu. Konotasinya terdengar negatif. Kami hanya terjebak di situasi yang tidak pas, namun tidak ada ruginya kan? Coba katakan, siapa yang rugi? Istrinya? Anaknya? Dan, dimana letak ruginya?


Mas Haris tetap memberikan nafkah pada keluarganya. Tetap pulang ke rumah nya. Mas Haris tetap ada untuk keluarganya kapan pun. Mas Haris tidak pernah meninggalkan mereka hanya karena aku. Kehidupan s€ks nya dengan isterinya yang berlemak itu pun masih terjaga. Semua itu terjadi karena siapa? Jelas karena aku. Harusnya isterinya itu berterimakasih denganku. Kalau bukan karena aku yang membuat Mas Haris berg@irah, aku yakin pasti isterinya tidak akan disentuh!


Kecuali, kalau karena aku Mas Haris jadi mengabaikan keluarga nya. Itu baru namanya merugikan!


Aku pun cukup tahu diri. Waktu kebersamaan kami hanya di hari weekend dan aku tidak pernah merengek minta bertemu.


Aku sangat percaya yang namanya takdir dan jodoh. Mungkin saja Mas Haris adalah jodoh ku yang selama ini di jaga isterinya. Mungkin saja jika pertemuan kami terjadi lebih dulu, pasti aku yang akan di nikahinya.


Betapa gila sihir Cinta itu. Paling tidak untuk sekarang aku belum membutuhkan surat nikah itu.


Tidak lama muncul wajah kedua orangtua ku. Bagaimana caranya aku menjelaskan kepada mereka tentang hubungan kami ini.


Kami tidak bersalah bukan?


Kami hanya melakukan hal simple. Kami hanya jatuh Cinta, kami saling mencintai.


...Bila kejujuran akan disambut dengan amarah, maka kebohongan menjadi pilihan terbaik ...


Sebenarnya dalam hati kecilku pun sering muncul pertanyaan.


Mau sampai kapan aku begini?


Apakah dia benar mencintai ku?

__ADS_1


Apakah ini benar Cinta atau....... ?


Bagaimana jika benar dia akan meninggalkan ku!


Aku tidak mau. Aku tidak mau sendiri!


Selama ini aku selalu menyangkal dan memilih untuk tidak memikirkan itu semua. Aku takut, hanya sekedar membayangkan nya saja sudah membuat ku sedih.


Maka, jangan dipikirkan lagi.


JANGAN PERNAH!!


...•••••••••• ...


"Ooohhh.... Hhmmmmm... Aaaakkk.." d€sahku. Posisi kami terbalik, kaki di kepala kepala di kaki (sorry lupa namanya 😜)


Dia terus menyesap ke lobang goa sihirku. Menghisap semua yang goa sihir lelehkan. Aku pun sedang menikmati tongkat ajaib yang tampak sangat berkilau di depan mataku.


"Oooggghhhhh," teriakku saat dengan brutalnya dia membelah goa sihirku dan memasuki nya dengan jari-jarinya. Aku pun dengan sengaja juga menyerang tongkat ajaibnya dengan lidahku, bermain di kepalanya dengan gerakan pelan, yang aku yakin bisa membuat nya semakin terbakar.


Lalu dia menghentikan sebentar aktifitasnya. Membalikkan badannya mengarah padaku.


"Loh kok berhenti, aku sudah mau keluar nih." protesku. Gila saja, ini si nama nya lagi enak-enaknya di gantungin.


Dia hanya terkekeh.


"Jangan dulu dong. Permainan baru saja di mulai beb. Lebih asik jika kita sama-sama menjemput kenik matan." ujarnya sambil ******* bibirku.


"Hhmmm... Ooooccchhhh.".


Nafasku semakin tidak beraturan. Mas Haris mengelus pucuk boba ku, lalu……mengisapnya. Oh…..nikm@t dan aku semakin terbakar g@irah. Bibirnya terus menyelusuri da da dan leherku.


Aku pun tidak kalah kreatif, ku elus elus tongkat ajaibnya.


Basah dan licin tak terhingga sudah goa sihirku disebabkan oleh sentuhan emosional yang menggebu gebu.

__ADS_1


"Buka beb," bisiknya pelan dengan hembusan nafas yang di buat-buat.


Aku menurut, ku buka lebar-lebar kedua kaki ku. Siap posisi, siap di gεmpvr!


Mas Haris memposisikan Tongkat ajaibnya pada goa sihirku.. Dan....


Jleebbb.... Aaaagggghhhhhh!


Uuhh .. aku merasakan nik mat dεsak@an tongkat ajaib yang hangat panas memasuki goa sihir ku yang begitu terasa Sesak. Penuh. Tak ada ruang dan celah yang tersisa. Daging panas itu terus mendesak masuk. Rahimku terasa disodok-sodoknya.


Tubuhku semakin bergetar, bergoyang seirama dengan hentakan yang di berikan Mas Haris.


"Leee..eebiih cepat Mas,"


"Hhhmmm.. Aaagghhh, oogggccc"


Mas Haris terus bergerak semakin cepat, sumber pucuk boba ku pun tak luput dari hentakan yang begitu nik m@t. Semua itu terjadi begitu terus sampai beberapa menit entahlah yang ada hanya rasa enak, enak dan enak.


Kulihat keringatnya mengalir dari lehernya, terus ke dada bidangnya, dan akhirnya ke tonjolan otot di perutnya. Dengan gemas kupermainkan pucuk boba kecilnya yang bekilatan itu. Kugigiti, kujilati, kuremas-remas.


"Oooogggggghhhh... Aaaaaaaggggkkkkk.... "


"Hhmmmmmm... Ooooccchhhh.... "


Dia pun ikut aktif meremas bongkahan padat pucuk boba.. Daaaaaannn


"Aaakkkuuu... Aaaahhhkkk..... "


Pada akhirnya kami menyelesaikan permainan mengasa batin selama sejam lebih. Aku mendapatkan tiga kali pencapaian. Setelah itu kami mandi dan terlelap sejenak sebelum akhirnya melanjutkan sisa waktu yang ada.


(Silahkan melajukan traveling nya sendiri)


...••••••••••• ...


Terimakasih sudah mampir

__ADS_1


Jangan lupa LIKE RATE COMENT


__ADS_2