LOLIPOP

LOLIPOP
LOLIPOP 20


__ADS_3

APRIL sadarlah! Tidak ada yang bisa kamu harapkan dari perasaan cintamu itu. Om Sammy sudah memiliki seseorang yang mengisi hatinya. Dia tidak akan mungkin melihat ke arahmu. Jika dunia pun sudah gila dan membuatnya akhirnya mencintai mu, kalian hanya akan membuat petaka baru bagi keluarga ini. Dan, cara terbaik adalah berusaha menetralkan hati dan sungguh-sungguh menjalankan peranmu.


*****


Hari minggu, adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh sepasang kekasih, right? Hari di mana waktunya untuk melepaskan kepenatan rutinitas atau kerinduan setelah seminggu full bekerja.


Tapi tidak denganku, kesendirian ku di usia yang cukup untuk menikah memang membuat orang terkadang bertanya-tanya.


Tidak laku kah?


Banyak memilih kah?


Terlalu berambisi berkarir!


Padahal jujur saja aku belum pernah merasakan yang namanya jatuh Cinta. Ralat! Sekarang aku merasakannya, dan celakanya itu Cinta terlarang menurut sebagian orang.


"Pril." sapa Om Sammy menghancurkan khayalan ku. "Mikirin apa? Melamun aja nanti kesambet tuyul tetangga baru tau,". katanya terkekeh


"Siapa yang melamun orang lagi liat tu pohon rambutan napa nggak berbuah-buah ya."


Om Sammy nampak mengacuhkan lelucon ku.


"Jalan yuk, hari minggu asiknya jalan-jalan. Gimana kalau kita ke dunia Fantasi?" usul Om Sam yang seketika membuat mataku berbinar.


"Ayo!" seruku sambil bertepuk tangan.

__ADS_1


...•••••••••• ...


Dunia Fantasi!


Berapa kali pun aku menginjakkan kaki ku ketempat ini, perasaan yang ku rasakan selalu senang.


Area yang cukup luas dengan berbagai wahana serta beberapa outlet makanan sungguh memanjakan mataku.


"Wah, akhirnya bisa main ke sini lagi." seru Om Sam bersemangat. Dia terlihat sangat tampan dengan pakaian kasual. Celana pendek jins yang dipadukan dengan kemeja kaos berwarna navy.


"So, kita mulai dengan wahana yang mana?" tanyanya padaku sambil tersenyum hangat.


"Heeemmmm." aku nampak berfikir sambil mengedarkan pandanganku pada sekitar.


"Tapi kamu pakai dress memang nya tidak ribet." tanya Om Sammy sembari memperhatikan kostumku. Gaun biru muda tanpa lengan bermotif bunga berwarna pink di bawahnya.


Sebenarnya aku memilih baju ini karena tadi sempat melihat kostum Om Sammy yang telah rapi dengan setelannya. Jadi, aku sengaja memadupadankan warnanya dengan stylenya.


Aku tersenyum kikuk.


"Tenang saja Om, Aku pakai sot di dalamnya." jawabku sambil tertawa kecil. Sekarangkan cewek-cewek suka pakai trik seperti itu jika pakai dress jadi tetap bisa bergerak bebas.


"Oh gitu," responsnya mengangguk paham


"Kalau begitu mari kita berpetualang." kataku riang.

__ADS_1


Lalu Om Sammy menarik tanganku mendekati wahana itu. Jantungku hampir saja berhenti berdetak. Sentuhan lembut kulitnya terasa seperti setrum ringan yang menggelitik hati. Mataku hanya dapat memandang tangannya yang terus menggenggam lembut tanganku.


April, Om Sammy tidak berfikir apa pun saat menarik tanganmu. Itu hanya perlakuan spontan seseorang kepada keponakannya. Hatiku berusaha sadar diri!


Sampai di depan tiket. Kami mengantri untuk bisa masuk dalam wahana. Selama menunggu, pria ini memegang bahuku dari belakang, memberi beban tersendiri pada pundakku. Dan entah perasaan ku saja atau bukan, aku merasa orang-orang melihat kita dengan senyuman.


Apa kami terlihat seperti sepasang kekasih?


Ah, mikir apa sih aku ini!


Saatnya kami akan memasuki wahana itu, dengan ringannya pria ini meraih lenganku lagi dan mengajak duduk dibarisan belakang kora-kora.


Apa dia tidak sadar akan perlakuannya padaku? Om Sammy seakan membuat ku berharap lebih pada perasaan terlarangku.


Ya, aku tahu ini hanya pemikiran ku!


Karena sangat tidak mungkin jika Om Sam akan membalas perasaanku. Dia sangat tahu bagaimana hubungan kami. Aku adalah anak dari kakak kandungnya.


Dan, secara garis darah. Dia sudah seperti Papaku!


...SAKITNYA CINTA DALAM DIAM : ...


...Tidak mengharapkan untuk diketahui bahkan tidak mengharapkan untuk memiliki. ...


...•••••••••...

__ADS_1


__ADS_2