LOLIPOP

LOLIPOP
LOLIPOP 64


__ADS_3

Kami sudah makan di tepi pantai sampai menikmati debur ombak yang tinggi. Udaranya enak banget. Tadi kami bernostalgia semasa kuliah. Teringat saat dulu ke sini bersama teman-teman seangkatan setelah ujian. Bermalam ditepi pantai, tidur hanya beralasan tikar, tenda ataupun kantong tidur. Beratapkan langit bertabur bintang. Untuk makan kami beli ikan bakar. Benar-benar sip!!!


Kamar yang menghadap pantai ini benar-benar strategis. Aku jadi membayangkan bisa berdua sama Om Sammy di sini. Pasti indahnya enggak kalah sama pantai yang di bali.


"Woi ngapain senyum-senyum sendiri?" semprot Grace


Kami sudah kumpul berempat di ranjang. Tv dinyalakan. Hanya Ratih dan Grace yang bisa mencairkan suasana.


"Iya Aku duduk nih." kataku sambil menaruh handphone di sisi bantal.


"Gengs.... Mungkin ini bakal jadi liburan terakhir kita berempat sebelum Sinta menikah. Aku pribadi senang banget akhirnya kita berempat bisa liburan lagi." ujar Grace membuka pertemuan dengan gaya moderator seminar di kelurahan.


"Sebetulnya aku juga lagi memikirkan, kalau Sinta sudah pergi apa kita masih bisa ngontrak di rumah itu? Karena kalau bertiga sepertinya patungannya masih besar dan aku enggak yakin bisa bayar, kecuali kita nambah orang baru. Tapi mana bisa Sinta digantikan orang baru. Gile ucapan ku kayak pidato keren banget ya?" Tambah Ratih cengengesan. Grace menimpukinya dengan bantal.


Aku mengangguk-angguk Bener juga si ratu selingkuh ini.

__ADS_1


"Iya loh aku kok belum kepikiran ke sana. Gimana ya nanti nya?" lanjut Grace


"Sudah urusan kontrakan jangan diteruskan disini, itu hanya pembukaan saja. Yang aku harapkan hari ini, diantara kita berempat jangan lagi ada ganjalan karena makin dekat dengan hari H pernikahan Sinta. Jangan sampai dia ada tambahan beban pikiran." kata Ratih lagi dengan gaya keibuan. "Betul enggak Sin? Eh kamu berdua jangan terpesona begitu dong melihat aku." semprot Ratih padaku dan Grace karena melihat kami benggong .


"Tih kamu lagi enggak kesambet Nyi Roro Kidul, kan?" tanyaku


"Iya Tih, kayaknya kamu lagi Kesambet. Kata orang kalau ke pantai nggak boleh pakai baju hijau kayak bubur kacang ijo kamu." Tambah Grace.


Kami semua tertawa-tawa lagi. Begitu pula dengan Sinta. Tapi dari tadi dia belum bicara.


"Hey ada apa? Duh jangan buat suasana menyenangkan kita jadi kacau. Ada apa Pril?" Tanya Sinta.


Aku tersenyum sebelum kembali membuka suara.


"Aku harus pergi gengs. Aku harus melanjutkan studi S2 ku ke London dalam waktu dekat ini." terangku kemudian.

__ADS_1


"Apa??????"


"Dia bilang apa?" Tanya Gracea


Sinta terdiam. Lalu dia menarik napas panjang dan menjawab.


"Ada apa Pril. Kenapa tiba-tiba? Bukan kah kamu pernah bilang sudah tidak berniat sekolah lagi? Karena sudah nyaman menghasilkan uang dari pada mengeluarkan uang." tanya Sinta.


"Aku....aku...


Akhirnya April menceritakan apa yang terjadi padanya dan Papanya. Tapi tidak dengan yang satu itu.


"Jadi nanti di kontrakan hanya kita berdua Grac " canda Ratih memecahkan keheningan.


Tangisan berubah jadi senyuman. Begitu lah hidup kadang manusia punya rencana namun ingat tetap Tuhan yang maha kuasanya.

__ADS_1


"Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. semoga persahabatan kita tetap terjalin baik. Sukses buat April dan Sinta semoga pernikahannya lancar."


__ADS_2