LOLIPOP

LOLIPOP
LOLIPOP 47


__ADS_3

...Peluklah erat-erat mereka yang tercinta, karena saat tiba waktunya untuk melepaskan , tiada yang bisa kita lakukan selain merelakan....


...••••••...


"April! Kamu keluar dulu dong. Dengerin penjelasan Om dulu..." bujuk Om Sammy mengetuk pintu kamarku untuk sekian kalinya. Dia baru saja mengantar Karin ke apartemennya.


Aku masih bungkam.


Tidak pernah aku semarah ini padanya. Aku begitu mempercayainya. Tidak ada sedikit pun rasa curiga dariku untuknya.


Dan apa yang kudapati?


Pria itu ternyata telah memiliki pacar di Jerman.


Apa karena kami sedarah dan tidak mungkin bisa bersama, lalu Om Sammy dengan bebas mempermainkan aku? Mengajak untuk berpacaran selama tidak ada orang tuaku disini.


Artinya apa?


Mungkinkah dia menganggap diriku sekedar selingan baginya?


Dia hanya membutuhkan wanita selama pacarnya jauh?

__ADS_1


Dan bodohnya, aku begitu gampang dipermainkan Cinta palsunya!


Aku tahu, tidak ada yang dapat aku harapkan dari hubungan terlarang kami. Tapi setidaknya, aku tidak merusak ketulusan cintaku dengan pengkhianatan . Aku sungguh tidak bisa menerima ini.


Mengapa dia tidak jujur?


"Pril, plis buka pintunya!"


Hanya keheningan yang tercipta. Aku malas menanggapi ocehan Om Sammy.


"Om tahu kamu pasti tidak ingin mendengarkan penjelasan Om. Tapi Om akan tetap katakan. Karin memang pacar Om tapi memang sejak lama hubungan kami sudah tidak ada kejelasan, Om sudah tidak lagi mencintainya sejak lama. Berkali-kali Om sudah minta putus darinya, tapi dia selalu mengancam akan bunuh diri. Awalnya Om pikir dia hanya sekedar mengancam, tapi ternyata dia benar-benar nekat melakukan itu. Dia pernah mencoba memotong nadinya. Itu yang bikin Om akhirnya nggak bisa meninggalkan dia. Om sekarang sedang mencari cara untuk bisa lepas dari dia.. Makanya Om datang dan tinggal di Indonesia.. Om juga nggak nyangka dia akan meny......."


"Nggak ada gunanya juga Om menjelaskan semua itu." selaku dari dalam.


Pandanganku kembali kabur oleh air mata. Kenyataan ini..... Mengapa cepat sekali membangunkan aku dari mimpi indahku!


°


°


°

__ADS_1


°


Malam harinya aku pulang ke kontrakan ku. Aku melihat teman-temanku sibuk dengan ponselnya masing-masing. Ratih pasti chating dengan Boss-nya, Sinta pasti dengan Rafael pacarnya, sedangkan Grace entahlah perempuan itu masih sulit mencari teman kencan katanya. Melihat mereka, membuat sudut hatiku kembali terisak. Kisah Cinta kami sama-sama rumit, tapi setidaknya mereka masih memiliki celah untuk bersama. Sedangkan aku?


Keberuntungan lagi-lagi menjauh dariku. Kapan giliranku Tuhan? Apakah aku tidak berhak bahagia?


Siapa orang rumah ini yang bisa aku mintai saran?


"Hey kalian berkumpul tapi sibuk sendiri-sendiri. Bener ya kata orang, hape itu bisa membuat yang jauh jadi dekat dan yang dekat jadi jauh." kataku


"Kamu dari mana Pril, pulang-pulang kayak BT gitu." tegur Sinta.


"Bagaimana kabar Om Sammy tersayang?" sindir Grace.


Ingin sekali aku menangis, ingin sekali aku bercerita. Tapi rasanya percuma..... Kesakitan ini aku yang cari, aku yang mau. Semua dari awal sudah salah, dan aku tahu akhirnya akan sesakit ini


...••••••••...


...Jika ada perempuan yang melihat laki-laki nya bersama dengan yang lain. Lalu,...


...berkata 'aku tidak cemburu', berarti itu sebuah kebohongan....

__ADS_1


...Dan perempuan yang tidak menangis saat kehilangan orang yang dia sayang. Maka dia adalah perempuan kuat melebihi kuatnya gunung fuji...


__ADS_2