LOLIPOP

LOLIPOP
LILIPOP 31


__ADS_3

Malam ini di kontrakan terasa lebih adem dengan formasi lengkap. Ada Grace, Sinta dan Ratih tentunya. Jarang-jarang kita bisa berkumpul lengkap seperti ini sekarang.


"Pril bagaimana berita soal majalah kota itu?" tanya Sinta


Aku hanya mengedikkan bahu bertanda tidak tahu.


"Sudahlah lama-lama turun sendiri beritanya." ujar Ratih.


"Eh eh berita yang soal pasangan lagiBT itu gimana lanjutan nya?" tanya Grace mengalihkan.


"Infonya sudah balik ke habitatnya," kami berempat tertawa.


"Tapi wajar si mereka bisa sampai seperti itu, kan jaman sekarang jumlah cowok jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah cewek?" kata Ratih menimpali.


"Iya loh, miris kalau liat halaman kontak jodoh di koran, terlebih aplikasi dating. Cewek lebih banyak dari cowok. Aplikasi mangatoon saja aku perhatikan banyak cewek yang main. Aku kok takut suatu saat bakal belok kayak mereka. Aku nggak mau disebut-sebut perawan tua." kata Grace sendu.


"Husssssstt, kok ngomong nya begitu."


"Gimana dong? Jodoh kok susah banget menghampiri." keluh Grace semicurhat.


Aku terdiam. Bagaimana mana coba mau di jawab sedang kan aku sendiri jomblo. Tapi untuk urusan cowok dan jodoh Grace memang lebih sensitif.


"Mungkin belum ketemu saja Grace," jawab Sinta diplomatis.


"Kamu bisa ngmong begitu karena sudah punya pacar. Tapi aku? Kalian tahu sendiri dari lahir sampe gede gini belum pernah tahu bagaimana rasanya di sayang pacar." balasnya keras.

__ADS_1


Loh kenapa jadi bahas hal melankolis begini?


"Tu si Sinta enak sudah mau kawin. Nanti dia sudah hamil, punya anak. Lalu aku tetap saja akan menjadi gedebok pisang yang sendirian tidak ada peminatnya." keluh Grace lagi.


Loh kok menjadi pembahasan perkawinan. Begini lah si Grace kalau lagi melankolis.


"Aku juga jomblo loh Grace kalau kamu lupa." kataku.


"Nasib kita bestie....." jawabnya semakin ngawur.


"Mending kita liburan yuk." Ajak Sinta.


"Yuk." jawab kami kompak


"Bisa saja sih. Hmmm nanti aku kordinasi sama bawahanku."


"Memangnya kita mau kemana?" tanyaku.


"Belum tahu. Yang penting semua setuju, baru nanti kita cari tanggal dan tempatnya."


"Oke kita semua setuju. Atur saja." kataku semangat.


Akhirnya kami tertidur di depan TV setelah menghabiskan waktu bersama berbincang-bincang. hubungan persahabatan jauh lebih indah lagi. Bukan hanya selalu menyertai, namun seorang sahabat juga selalu membantu kita dalam kebaikan serta menasehati kita saat melakukan keburukan.


Sekali lagi.. Ini jarang terjadi.

__ADS_1


...Sahabat sejati bukanlah dia yang selalu membenarkan perkataanmu, tapi dia yang selalu berkata kebenaran padamu. ...


...°°°°°°°°...


Pagi ini aku di sini bersama Grace di caffe milik Grace.


"Kenapa muka mu bete gitu?" tanya Grace melihat ke wajah kusutku.


"Aku merasa semakin diteror, kayaknya ada yang terobsesi sama Om Sammy. Aku....." Aku pun menceritakan beberapa kejadian ya berusaha membuat ku terluka.


"Wah bahaya banget tu. Nanti kita cari tahu ya. Sudah makan dulu tuh ada orange juice dan ayam penyet." ucap Grace.


"Sebenarnya aku tu stress banget,"


"Uda kamu nggak perlu terlalu memikirkan hal itu dulu. Kamu udah ketemu Om Sammy?"


Aku menggeleng kan kepala.


"Coba kamu obrolin sama dia dulu. Lagian kan dia juga belum ada konfirmasi soal majalah itu kan? Siapa tahu dia punya solusi yang baik." ide Grace


Bener juga. Kunci nya ada di Om Sam


Oke, aku akan ke rumah berbicara dengan nya mengenai masalah ini


...••••••••••...

__ADS_1


__ADS_2