LOLIPOP

LOLIPOP
LOLIPOP 48


__ADS_3

Grace POV


Aku membunuh pelan-pelan segala kegiranganku berteman dengan Luca. Aku hanya tidak ingin berharap terlalu tinggi yang bisa merusak ritme dan mood kerjaku. Kami sudah lama berteman, hasil berkenalan lewat aplikasi pembodohan yang aku pikir mayoritas penggunanya ibu rumah tangga. Namun terselip sosok pria bernama Luca.


Dia cuma teman, bukan target percintaan.


Segala debar jantung yang kurasakan itu lama kelamaan harus bisa kukendalikan. Itu tekatku!


Sore nanti Sinta pergi kencan, Ratih pasti pulang malam, biasalah esek-esek dengan Si Buluk dulu. april? Mungkin saja ke rumah orang tuanya yang akan pulang hari ini katanya. Dan aku? Tentu saja di cafe sambil menunggu kabar dari luca. Aaahh luca lagi, luca lagi.


Tidak lama ponselku berbunyi. Ada WA masuk. Luca!


📥 Hay manis, lagi di mana?


📤 Di caffe.


📥 Aku ke sana ya. Otw!


Gawat! Luca mau ke sini?


Bagaimana kalau dia melihat wujud langsung ku? Apakah dia akan tetap mau menerima ku?


Menerima? Ingat Grace dia teman!


Akhirnya aku heboh sendiri. Dan pada akhirnya kami memang harus bertemu.


📤Memang nya kamu ada di kota aku?


📥Tunggu saja. Sekalian mau antar upeti.


°


°


°


°

__ADS_1


Sekitar dua puluh menit berlalu. Ada sosok yang muncul dari arah pintu masuk, dan kuyakini adalah Luca terlihat dari foto profil yang sering dia pasang selama ini.


Dia tersenyum ramah sembari terus mendekati ku.


"Grace?" tanyanya.


"Ya. Hay akhirnya kita meetup juga." kataku canggung.


"Kebetulan aku ada urusan di kota ini. Dan ya, senang bisa bertemu denganmu. Gadis galak ku di dunia Maya." jawabnya sambil tersenyum.


"Ini upeti yang kujanjikan." katanya menyodorkan kotak yang lumayan besar.


"Upeti apa sih?" tanyaku.


"Makanan. Memangnya apa lagi? Kasihan liat kalian di kontrakan pasti sering kelaparan ya?" godanya dengan wajah jail.


"Jahat! Banyak juga kamu bawa ini. Bakal makin chubby pipiku." ucapku tanpa sadar.


Akhirnya jiwa insikyuurrku meronta.


"Justru kamu itu imut. Udah mending kamu buka tu upeti nya. Ada rengginang, keripik paru, keripik usus, bakpia kacang ijo, bakpia keju, amplang, tadi juga mau beli kan kamu kripik belut tapi takut kamu enggak suka."


"Habisnya kamu enggak pernah mau menghubungiku beberapa hari ini. Aku pikir kamu marah atau sibuk. Mau aku ganggu enggak enak. Makanya aku pengen langsung ketemu kamu."


Huh, jadi dia berharap aku menghubungi? Kenapa? Masa dia kangen? Husss.... Pikiran ngacok! Buang segera.


"Hey di ajak ngobrol malah bengong. Bingung ya cari tempat untuk makan itu semua."


Aku hanya diam melihat dia tertawa terbahak-bahak.


Kenapa dia bisa sesantai itu bertemu denganku. Padahal ini bertemuan kita yang pertama namun sudah seperti teman lama. Ya lama, lama di dunia online


Tapi sesungguhnya aku benar-benar tidak tahu mau berbicara apa.


"Capek ya kerja di caffe begini?" Tanya Luca.


"Biasa saja. Memangnya kenapa?"

__ADS_1


"Kamu aku lihat sering bengong? Apa kata orang di sini, kesambet ya?"


Aku tertawa ngakak mendengar pertanyaannya.


"Biasanya kamu di chat cerewet. Mengapa sekarang tiba-tiba banyak diam. Kamu nggak suka aku datang?"


"Jawaban jujur?"


"Of course."


"Saya enggak tahu kenapa kamu tiba-tiba datang. Bukan kah selama ini kita sudah sepakat untuk tetap pada dunia halu kita? Kebaikan kamu, perhatian kamu membuat aku bertanya-tanya."


Dia terdiam. Lalu


"Nanti di rumahmu saya jawab. Langsung pulang?"


Aku menangguk lalu kami pun berlalu.


°


°


°


°


Luca duduk di ruang tamu. Tidak terbesit kelelahan di wajahnya setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Setelah ku buatkan kopi panas, aku menemani nya duduk di ruang tamum


"Jadi apa penjelasannya?"


"Dasar perempuan. Tidak pake basa basi langsung tanya saja. Nggak sabaran banget." godanya.


"Ini kan gaya anak muda. Kalau gaya bapak-bapak banyak muter-muter nya kayak trenggiling. Intinya malah belakangan."


Luca tertawa


"Kalau lama-lama sama kamu, aku bisa sakit perut. Pertama karna kekenyangan, lalu ke dua karena kamu lucu."

__ADS_1


Eh lucu? Bukan gendut kan?


...••••••••••••...


__ADS_2