
"Kejutan!" jawabnya sambil mengedipkan sebelah matanya.
Astaga jantung!
Seharusnya aku marah, Om Sammy seenaknya muncul di sini membuatku semakin galau setengah mati karena harus bertemu dengannya. Kini sebuah jawaban singkat di bumbui dengan kedipan mata. Membuat aku luluh! Ya Tuhan, dangkal sekali aku.
"Om kok bisa ada di sini?" tanyaku.
"Kebetulan yang main teman sekolah Om dulu, kemarin kita tanpa sengaja bertemu dan dia mengundang Om untuk melihat turnamen dia."
Aku membulatkan mulut tanda mengerti. Sebuah kebetulan yang mengerikan.
Om Sammy kembali tersenyum sambil mengacak-acak poniku.
"Kalau mau ke sini lagi info Om ya. kita pergi bareng. Semakin sering ketemu deh." katanya ringan kemudian berlalu begitu saja menuju kursi depan.
Aku mematung
Apakah aku boleh menyimpulkan arti kalimat itu? Mengapa rasanya kalimat Om Sammy tadi seperti mengatakan padaku bahwa dia senang berada di dekatku.
Ah, aku mulai berharap lagi! Entah untuk keberapa kali aku begitu plin-plan dengan perasaanku sendiri. Ingin sekali aku menyingkirkannya tapi terkadang aku juga berharap lebih pada debaran gila ini.
"Pril kok masih di situ? Yuk, kita nonton lagi." ajak Om Sammy, menyadarkan ku yang sedari tadi terus mematung.
Kini, dia malah membuatku hampir berhenti bernapas dengan meraih tanganku. Lagi-lagi jantungku bekerja keras. Aku khawatir, Om Sammy bahkan bisa mendengar detak jantungku yang sangat hiper aktif ini.
"Hmmm, nggak Om. April mau pulang sudah malam." kataku sambil melepas pelan genggaman tangannya pada tanganku.
__ADS_1
"Yauda kalau gitu Om antar ya. sekalian kita makan malam dulu. Yuk!" ajaknya lagi masih meraih tanganku.
"Makan malam? Di mana? April kan belum mandi dan ganti baju." tukasku saat menyadari dia sudah menarikku ke luar gedung.
Om Sammy tersenyum. "Nggak perlu ganti baju dan dandan. Kamu sudah cantik! Kita makan nasi goreng gerobak di depan kompleks rumah mu saja gimana?"
Cantik? Katanya aku cantik?
Aku tersenyum lalu mengangguk
Sikap nya seperti menghipnotis ku
Begitu di dekat mobil, dia melepaskan tanganku lalu menyisir rambutku dengan jemarinya sebelum akhirnya kami masuk ke dalam mobil.
Mungkin baginya itu hanyalah bentuk rasa sayang seorang Om pada keponakannya. Tapi bagiku ini seperti badai yang menghantam dada. Aku tidak akan sanggup makan jika terus dilanda degup jantung yang berdetak mengalahkan laju kereta api.
"Om selamanya akan tinggal di Indonesia?" tanyaku.
"Belum tahu. Sementara waktu Om di sini dulu membantu Papa kamu." jawabnya.
"Oya Pril, kamu beneran belum punya pacar?"
"Belum Om, tapi ada cowok yang sering kejar-kejar aku. Males banget!" .
"Kasihan juga keponakan Om di kejar-kejar. Emang kamu punya utang sama dia."
"Dih! Om ngeselin."
__ADS_1
Dia tertawa..
"Jadi gimana cowok yang ngejar kamu itu." tanya Om Sammy saat pesanan kami datang.
Aku tidak menyangka dia akan bertanya lagi. Tapi....... Ini bisa saja aku mencari tahu perasaannya padaku.
"Hmm dia sudah sedikit berubah tidak setengil dulu. Dan sekarang dia semakin terlihat charming." kataku sambil tersenyum.
"Oh ya? Bagus dong." responnya sambil ikut tersenyum santai dan menikmati nasi gorengnya. "Hmmmm sepertinya ada yang akan melepaskan predikat jomblo abadi." godanya sambil tertawa geli melihat ekspresiku mulai manyun.
Dan, aku salah!
Dia terlihat santai.
Ternyata aku memang tidak istimewa baginya.
Baguslah!
Setidaknya aku hanya perlu memperbaiki kekacauan hatiku sendiri.
...Harapan tidak pernah meninggalkanmu, ...
...Namun ketika sebuah harapan tidak sesuai dengan keinginan kita. Maka, di saat itulah kita harus membuka pintu harapan baru lain nya untuk tetap melangkah maju. ...
...•••••••••••...
Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah. Semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang penuh keikhlasan dan bersyukur atas nikmat Allah SWT.
__ADS_1
Mr. Keyce 🙏😎