LOLIPOP

LOLIPOP
LOLIPOP 32


__ADS_3

Aku duduk menyendiri masih di caffe Grace. Tadi Grace pamit mau kontrol kasir sebentar. Lagi pula tadi aku sudah bilang ingin sendiri dulu.


Artikel di majalah KECE Magz, itu sudah pasti menyebar keseluruh kota. Bedanya ada yang biasa saja dan ada yang heboh karena merasa mengenal kami


Yang membuat kabar ini semakin heboh adalah tanggapan Om Sammy yang terkesan misterius. Yah, mungkin karena dia memegang janjinya padaku sehingga tidak membeberkan kenyataan sebenarnya.


Cewek-cewek kantor Papa atau kantorku semakin panas melihatku. Sebenarnya masalah ini sepele jika aku mengaku bahwa Om Sammy adalah keluargaku dan artikel itu hanyalah kesalah pahaman. Beres!


Tapi.... Ada seberkas ketidakrelaan menjalariku. Mungkin... Yah, mungkin lebih baik di benci dari pada harus mengakui kenyataan pahit ini. Toh gosip itu bisa tenggelam dengan sendirinya jika tidak terlalu aku tanggapi.


Yah! Aku hanya perlu bertahan.


Eh lihat deh! Itukan cewek yang ada di majalah itu. Apa lagi nungguin Om-Om nya yah. Bisik seseorang yang tidak sengaja melewati ku.


Aku menghela napas.


April, nggak usah dengerin apa kata orang. Kamu harus kuat!


...°°°°°°°°...


"Kakimu kenapa Pril?" tanyanya khawatir sambil memperhatikan lututku yang tertutup plester.


Pasti dia melihat cara berjalanku yang sedikit pincang karena perih di lutut.

__ADS_1


"Nggak apa-apa Om, tadi aku nggak sengaja terjatuh." jawabku sambil menyengir.


Untuk jujur ku pun belum bisa!


"Yakin? Bukan karena berita itu kan?" tanya Om Sammy sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Om sudah tahu soal majalah itu?" tanyaku kaget.


"Jelaslah, lumayan heboh di kantor. Tapi untungnya Papamu belum pulang dari luar kota jadi semuanya masih bisa terkendali."


"Maaf Om karena keisengan ku Om jadi ikut susah." ujarku sedih


"Hey, nggak ada yang perlu dimaafkan atau susah. Om baik-baik saja, justru Om yang takut kamu kenapa-napa. Kalau ada yang berani macam-macam sama kamu, kasih tau Om ya," pesannya sembari mengelus pucuk kepalaku lembut.


"Oyah besok kan libur, gimana kalau kita main ke pantai?" ajaknya


Sorry guys, ini sebuah kesempatan yang sulit aku tolak. Batinku.


Dengan mata berbinar-binar aku menyetujui ide Om sammy.


"Sebelum itu gimana kalau kita ke indojuly belanja beberapa cemilan. Biar besok tinggal berangkat."


"Siap meluncur!" seruku sambil mengangkat tanganku tinggi-tinggi.

__ADS_1


Kami pun masuk ke mobil dan langsung menuju supermarket terdekat rumah Papa. Aku terus bersenandung riang sambil berjalan memasuki supermarket itu. Aku bahkan lupa akan perih di kedua lututku. Perasaan bahagia ini seolah memudarkan rasa sakit pada luka ini.


Kurasa Om Sammy adalah obat terbaik bagi setiap lukaku!


Ah, dia seperti obat dan racun dalam satu paket. Pria itu mampu membuat ku bahagia juga siap melukaiku jauh lebih sakit dari pada sekedar perih di lutut ku.


Om Sammy mengambil troli lalu menyusuri lorong tempat berbagai makanan ringan berada. Aku hanya membuntutinya dengan perasaan deg-degan.


Satu hal yang kutahu. Perasan cemas itu menguap, rasanya gosip diluaran sana melayang begitu saja. Degupan lembut yang menelitik jantung sungguh membuatku terus mengembangkan senyumku. Beberapa pengunjung melihat ku sembari mengerutkan kening, mungkin dia merasa aneh melihat ekspresi berlebihan di wajahku. Aaaahhhh, aku tidak perduli. Ada Om Sammy di sampingku, sudah cukup bagiku.


Tiba-tiba sebentuk ide gila menyeruak di benakku. Memikirkannya saja berhasil membuat ku tertawa geli.


"Om aku boleh masuk dan duduk di dalam troli?"


Om Sammy terlihat bingung, lalu dia melihat padaku.


"April tiba-tiba ingat adengan di drama korea gitu. Pas cowok dan cewek berbelanja di supermarket, si cowok dorongin troli dan si cewek duduk di dalamnya. Kayaknya seru deh, aku kepengen coba!" jelasku antusias. Lalu segera menciptakan ekspresi wajah memelas sambil menatap Om Sammy.


Om Sammy terlihat menggeleng-gelengkan kepala. Seperti tidak habis pikir akan permintaanku itu. Kemudian dia tertawa.


"Kayak ABG! hahahhaaa... Ya sudah, sini Om dorongin." katanya.


Dan sedetik kemudian dia membuat ku melonjak senang.

__ADS_1


...••••••••...


__ADS_2