
Kami terdiam beberapa saat.
"Aku memang mempunyai prinsip untuk tidak berhubungan ke ranah privasi dengan teman chatingan ku. Karena apa? Karena aku takut membuat mereka merespon berlebihan. Aku tidak suka bersandiwara menjadi orang lain."
"Tapi dunia halu memang panggung sandiwara kan? Banyak orang berubah menjadi palsu demi mencari simpati, bahkan mungkin mencari nama." kataku.
"Kamu betul. Beberapa memang seperti itu namun tidak semua. Aku hanya berfikir untuk mencari teman, dan akhirnya aku berteman dengan mu. Apa kamu keberatan aku ajak masuk rana pribadi ku.. Maksudnya sampai bertemu secara langsung seperti ini?" lanjut Luca
"Aku sih tidak masalah. Hanya heran saja kamu meroboh kan dinding yang sudah kamu bangun." ucapku sambil terkekeh.
"Grace, mengapa kamu tidak pernah menghubungi aku?" Luca seperti mengalihkan pembicaraan.
"Aku? Aduh....kenapa ya? Mungkin aku takut kamu berfikir aku seperti kebanyakan fans mu di grup yang mengejar-ngejar kamu" jawabku pelan.
Lebih baik jujurkan..memang benar Luca salah satu dari Pria yang populer di grup chatingan aplikasi mangatoon.
Luca malah tertawa.
"Jadi kamu berfikir begitu?... Aku malah berfikir kamu tidak suka berteman dengan aku." ujar Luca
"Mengapa kamu berfikir seperti itu?"
"Mungkin karena kamu marah aku ledek
'Si tukang makan' . kalo kamu mau ngejar-ngejar aku, aku nggak masalah kok. Malah aku mau lihat bagaimana strategi mu untuk mendekati aku." goda Luca.
"Apa? Ih siapa juga yang mau ngejar-ngejar kamu!" jawabku sewot.
Meskipun dalam hati, aku seperti ingin menenggelamkan diri. Malu!
__ADS_1
Luca memang tampan, untuk dikhayalkan menjadi kekasih sungguh menyenangkan. Tapi dalam bentuk dunia nyata tidak masuk akal. Luca baik, tampan dan mapan jelas. Namun, aku tidak boleh menyalah artikan kebaikannya. Bisa-bisa aku menjadi cewek-cewek obsesif di dunia novel yang suka mengejar cowok nya dengan segala cara. Banyak akal tapi ngak punya malu.
Aduh.....maaf-maaf saja!
"Grace, kamu sudah nonton pengabdi setan 2?" Tanya Luca.
"Belum. Nunggu bajakannya saja." kataku cuek.
"Ah? Ga salah dengar?" Luca membelalak lebar.
"Dih kenapa? Aku kan anak indonesia sejati?" ujarku bangga diiringi tawa keras.
"Dasar. Alasan klasik. Mau ku temenin nonton ke bioskop nya?"
(Cerita nya film itu baru tayang)
Ah? Nonton bioskop bersama Luca?
Apakah pria ini tidak sadar, mengajak perempuan malam minggu tidak berarti ada sesuatu kan? Duh Grace...... Stop Stop!
Buang pikiran *kege-eran** yang berujung memalukan itu*.
"Sorry, kamu ada acara ya?" lanjut Luca melihatku hanya diam tanpa menjawab ajakan gilanya.. Ya itu sungguh gila.
"Acara? Kamu sedang mengejek aku. Sejak kapan cewek jomblo punya banyak acara selain main handphone."
"Bagus....!" jawabnya semangat.
"Apanya bagus. Ngejomblo?"
__ADS_1
Luca hanya tertawa.
"Kamu lucu.. Oke besok aku jemput jam 5 sore ya." perintah Luca.
Aku hanya mengangguk. Bagaimana caraku untuk menanyakan apakah dia punya pacar atau tidak. Dan apakah aku tidak akan dilabrak orang karena pergi dengannya.
"Hei... Kenapa jadi suka bengong gitu?" sergah Luca.
"Luca, sepertinya saya harus terus terang ke kamu." kataku
"Silahkan..jujurlah!" jawabnya dengan wajah heran namun tetap tampan.
"Aku suka bingung kenapa orang sekeren kamu dan seterkenal kamu. Kok mau jadi teman aku? Kenapa? Apa ye membuat kamu mau jadi teman dan sebaik ini sama aku?." terserah lah apa yang dia pikir tentang isi hatiku itu. Tapi aku harus bicara. Kalau tidak aku akan semakin salah paham
"Perlu di jawab?" tanya nya dengan wajah datar.
"Terserah.." jawab ku sambil membuka plastik rengginang.
"See? Baru diajak bicara sebentar udah mau ngemil rengginang." dia mencoba bercanda.
"Kalo terserah berarti aku tidak jawab tidak apa apa dong. Seperti katamu, di dunia halu memang aku cukup dikenal dan mungkin beberapa ada yang suka. Tapi kita sekarang di dunia sesungguhnya. Aku pun manusia biasa bukan dari kalangan artis. Aku tidak seterkenal itu. Jadi perlakuan aku seperti kamu memperlakukan teman-teman mu.. Mengerti?"
"Baiklah. Kalau begitu besok kamu traktir nonton tapi aku yang teraktir makan. Bagaimana?"
"Sebetulnya aku tidak suka di bayarin perempuan . Tapi kalau itu buat kamu senang, baiklah aku setuju."
Aku pun tersenyum.. Setidaknya aku bisa membalas kebaikan Luca.
GRACE POV OFF
__ADS_1
••••••••