LOLIPOP

LOLIPOP
LOLIPOP 54


__ADS_3

Kami sekarang sudah ada di mobil Om Sammy. Entah rayuan seperti apa yang Karin lakukan tiba-tiba saja Om Sammy mau menjemput kami.


"Kamu suka dengan Kevin?" tanya Karin saat kami sudah duduk di dalam mobil.


Aku melirik Om Sammy dan ternyata dia pun melihat aku dari spion atas kepalanya.


"Tidak. Kami hanya teman sekantor." jawabku cepat.


"Teman kantor kan juga enggak apa-apa. Justru intensitas kalian berjumpa menimbulkan rasa suka. Kalau enggak ingat umur sudah aku gebet duluan." seru Karin lalu tertawa renyah.


"Hihihiii...syukurlah Mba ingat umur. Terlebih lagi ada Om Sammy yang Mba punya." balasku datar.


"Iya Om kamu ini lebih segala-galanya." ujar Karin sambil memeluk lengan Om Sam.


"Jadi itu cowok yang kamu ceritain, yang ngejar-ngejar kamu? Masa kamu enggak terpesona ganteng gitu Pril." tanyanya.


"Hmm iya, tapi sudah ada yang Apri suka tapi bukan Kevin."


"Emang cowok kantor kamu keren-keren ya?"


"Enggak juga, hanya saja semua enggak sekeren......."


Kata-kata ku terhenti. Kemudian aku memaki diriku dalam hati. Hampir saja bibir ini keceplosan.


"Om Sammy?" Karin melihat ku dalam-dalam.


Aku menelan ludah. Tiba-tiba raut wajah Karin berubah. Menatap ku serius. Aku seperti maling ketangkap basah. Sekuat apa pun aku ingin mengelaknya, tatapan Karin berhasil membuatku menciut.


"Sebenarnya aku tahu tentang kalian."

__ADS_1


Om Sammy terlihat biasa, sedangkan aku masih diam dan menunggu lanjutan kalimat Karin.


"Saat pertama kali aku datang, reaksi Sammy dan kamu....." perkataannya terhenti. Lalu tersenyum pahit sambil menatap Om Sammy. "Aku enggak buta, Walaupun kalian berusaha menutupi, berusaha tidak menujukkannya, tapi aku bisa merasakan nya. Selama aku di sini, bisa dihitung jari berapa jam Sammy menemani ku."


"Karin," tegur Om Sammy.


Karin tersenyum getir.


"Enggak apa-apa. Kamu tahu Pril kita jadian saja atas dasar paksaan dari aku kok. Kami bisa jalan selama ini juga karena aku memang mencintai nya. Enggak tahu deh kalau Sammy. Mungkin kah dia masih mau bertahan, terlebih ada kamu di hati nya."


"Mba Karin aku mohon jangan pernah lelah berada disisi Om." kataku tanpa sadar.


Mungkin aku harus sadar, tidak mungkin aku memiliki Om Sammy. Dan satu-satunya orang yang aku yakinin dapat mencintai Om dengan tulus hanya Karin. Aku harus rela jika nanti Karin lah yang mendampingi. Setidaknya aku sudah merelakannya.........


Karin menatap ku heran.


"Maafkan aku. Aku memang mencintai Om Sammy. Tapi aku tidak mungkin memiliki dia sebesar apapun cinta ku. Jadi ku mohon tetap lah berada disisi nya." kataku.


"Ya, aku mengerti." katanya pelan.


Bukannya berhenti aku malah semakin terisak. Rasanya aku semakin menjadi pribadi yang rapuh.


"Sudah cukup? Karin kita sudah sampai." kata Om Sammy dingin.


Aura nya terkesan horor.


Mungkin kah dia marah?


Aku berusaha terdengar santai. Tapi rasanya hati kecilku terus menangis.

__ADS_1


Selama perjalanan pulang, suasana mobil terasa mencekam. Hanya alunan musik "semata karena mu" yang terdengar di telinga masing-masing.


🎶🎶🎶🎶


Malam, bantu aku tuk' luluhkan dia


Bintang bantu aku tuk' tenangkan dia


Dari rasa cemburu, dari rasa curiga


Karena hati ini ku simpan hanya untukmu


Tenang kan dirimu,


Kau terlalu jauh...


Sebenarnya aku,


Tak seburuk itu....


Semua perjuangan ku,


Dibelakang dirimu


Semata-mata karena ku tak mampu


Hidup tanpa mu..


🎶🎶🎶🎶🎶

__ADS_1


•••••••••


BANTU RATE ⭐ 5 yah..


__ADS_2