LOLIPOP

LOLIPOP
LOLIPOP 53


__ADS_3

Sesuatu yang kutakutkan ternyata tidak terjadi. Karin benar-benar memperlakukan aku dengan baik. Kupikir dia akan meninggalkan aku setelah bertemu teman-temannya, ternyata semua tidak. Karin selalu disamping ku, bahkan dia memperkenalkan aku pada teman-teman nya. Dengan bangga dia bilang aku keponakan nya.


Ku hentikan langkah saat mendengar dentingan piano yang begitu indah menyusup ke telingaku. Pesta yang diadakan di taman belakang rumah lengkap dengan kolam berenang ini terasa sangat sempurna.


Aku menyipitkan mata memperhatikan sosok pria yang sedang konsentrasi pada piano nya itu. Dia duduk membelakangi ku dengan jas kasual berwarna abu-abu. Terlihat sangat keren saat jemari nya sedang menari indah di atas tuts.


"Pril, kamu suka cowok itu?" tembak langsung Karin sambil menyenggol lenganku.


Aku tersentak kaget lalu dengan cepat menyembunyikan rona merah di kedua pipiku.


"Apaan sih Mba, engga aku hanya suka liat permainan piano nya sangat bagus."


"Kalau tidak salah itu adiknya Salsa deh. Nanti coba aku minta kenalin ke kamu deh. Gimana?" seru Karin sambil mengandeng aku kearah Salsa si nyonya rumah, yang sedang asyik menyambut tamu.


"Eh engga perlu Mba. Aku hanya kagum sama permainan nya kok." tolakku


Tapi Karin sepertinya tidak mau mendengar kan aku. Dengan semangat dia mendekati Salsa. Wanita itu menatap heran ketika melihat Karin mendekati nya penuh semangat.


"Sal, yang lagi main piano itu adik kamu kan!" tanya Karin tanpa memperdulikan aku yang sejak tadi menarik-narik gaunnya.


"Iya itu adikku, memang nya kenapa?" tanyanya sambil tersenyum melirik ku.


"Ini ponakan aku mau kenalan," aku melotot merasa dikhianati.

__ADS_1


Aku lalu menatap nya mencoba aksi protes yang sama sekali tidak digubris Karin. Dia malah tersenyum geli melihat respon Salsa yang mendekati adiknya yang baru saja menyelesaikan permainan piano nya.


"Mba Karin apa-apaan sih? Kok malah bilang aku yang mau kenalan?" protes ku.


"Hhahahaa... Ngpapa kali. Siapa tau saja adiknya Salsa ganteng, lumayan buat jadi gebetan." Jawab Karin sambil mengedipkan sebelah matanya.


Aku hanya bisa menghela napas berat melihat Karin yang sangat berniat mengenalkan ku pada adik Salsa.


"Eh lihat tuh ganteng loh" seru Karin sambil mencolek colek lenganku.


Aku malas menanggapi, aku hanya terus melihat lihat sekeliling pesta.


"Lihat dulu, nengok ke belakang tuh.. Ganteng ngak nyesel lah." ujar Karin lagi


Mataku melebar seketika saat Salsa dan adiknya berjalan mendekati kami.


Dia kan.... Kevin?


"Kevin?" gumamku


"Loh kamu kenal, Pril?" tanya Karin


"Dia teman sekantorku."

__ADS_1


"Wow.. Kebetulan banget!" kata Karin sambil tepuk tangan


Saat Kevin dan salsa telah sampai dihadapan kami. Keadaan hening selama beberapa saat. Kevin cukup terkejut melihat ku sepertinya.


"Kalian saling kenal?" tanya Salsa sambil melirik aku dan Kevin bergantian.


"April dan adik kamu ternyata satu kerjaan." jawab Karin sambil tertawa.


"April?" Salsa terdengar surprise. "Kevin Ini April yang sering kamu ceritain kan?" bisik Salsa kakak Kevin. Tapi sayangnya ucapan Salsa masih terdengar April dan Karin.


Kevin hanya meringis tanpa mau menjawab ucapan kakaknya.


"Ah karena kalian saling mengenal, kami tinggal dulu ya. Yuk Sal. Kamu sama Kevin dulu ya Pril. Dari pada kamu gaul sama tante-tante." ujar Karin sambil tertawa bersama Salsa.


Kemudian meninggalkan aku berdua


Hening.


"Kebetulan yang mengerikan," kata ku datar.


"Kamu pernah berfikir kalau ini yang namanya jodoh?' tanya Kevin yang segera membuatku menoleh kepadanya.


Jodoh dia bilang???

__ADS_1


•••••••••


__ADS_2