
Aku tersentak kaget saat tiba-tiba ada sebotol teh dingin muncul di depan mataku, menghalangi pemandangan layar komputerku. Tidak perlu Indra ke enam untuk bisa menebak siapa orang itu.
Cowok yang kuharap bisa kucintai seperti dia mencintai ku dengan tulus!
"Kok melamun Pril?" tanya Kevin sambil tersenyum saat aku menoleh ke arahnya.
Aku tertawa kecil. Kemudian ku buka botol teh dingin itu.
"Terimakasih ya Vin," kataku lalu meminumnya. Memang kebetulan haus sih.
Dari sudut mata dapat ku lihat jika Kevin memperhatikanku. Entah apa yang dia suka dariku.
"Kenapa lihatin aku kayak gitu?" tanyaku saat sudah menghabiskan setengah botol isi teh itu.
Kevin tersenyum lalu membetulkan posisi duduknya menghadapku.
"Nggak tahu kenapa aku suka aja liatin kamu." jawabnya sambil menatap ku .
Apa? Aduh kenapa dia tiba-tiba membicarakan hal itu?
"Aku kayak fans fanatik yang selalu pengin tau apa yang kamu suka, apa yang sedang kamu lakuin, awalnya ku pikir aku sekedar mengidolakan kamu...."
"Mengidolakan? Aku kan bukan cewek populer. Sharusnya kamu tuh mengidolakan Sarah, cewek tercantik dan terseksi di kantor ini." tukasku sambil tertawa.
Kevin kembali tersenyum.
"Cantik"
Blusshhh.....
__ADS_1
"Huh!"
"Bagiku kamu segalanya. Nggak ada alasan khusus kenapa aku jatuh cinta sama kamu. Karena perasaan ini alami. Tapi kalau kamu mau penjelasan. Hmmmmmm... Aku pikirin dulu ya," katanya sambil terus tersenyum ke arahku.
Aku masih diam. Menunggu setiap kata manis yang dia ucapkan..
Ya! Manis, semanis senyuman nya.
Astaga pril.. Ingat ada Om Sam!
"Aku suka matamu yang besar dan bening. Aku selalu suka liatin mata dan senyum kamu." katanya kemudian.
"Ah! Udah deh. Nggak usah ngegombal! Aku balik duluan ya. Udah sore." kataku bangkit dari posisi dudukku.
Namun, tiba-tiba gerakanku terhenti ketika Kevin menarik lenganku. Aku kembali terduduk, menatap matanya yang kini terlihat sangat serius.
"Aku mencintai mu Pril." katanya pelan sambil menatap mataku lekat-lekat.
"Aku tahu kamu mencintai Pak Sammy. Tapi aku juga tahu jika Pak Sam adalah Om mu!"
Aku membesarkan kedua mataku.
Jadi dia tahu?
"Dari mana kamu tahu?"
Dia kembali tersenyum.
"Hanya orang buta yang tidak menyadarinya Pril."
__ADS_1
"Maksudku dari mana kamu tahu jika Pak Sam itu Om aku?"
"Kamu enggak perlu dari mana aku tahu tentang hal itu. Tapi ada satu hal yang aku yakin kamu juga pasti tahu. Secinta apa pun kamu sama Pak Sam, itu semua tidak akan mungkin!"
Aku tertohok. Jantungku semakin terpompa.
"Maka dari itulah, aku enggak akan nyerah walaupun aku tahu, kamu mencintai orang lain." lanjut nya.
Aku sama sekali tidak menanggapi ucapan kevin. Sampai,
"Pril, beri aku kesempatan. Aku sayang sama kamu. Aku mencintaimu Pril." kata Kevin sungguh-sungguh seraya meraih kedua tanganku dan menggenggam nya lembut. Dia seolah ingin mengatakan.
Percaya padaku.
Aku akan selalu ada untuk kamu
Aku nggak akan mengecewakan kamu
"Kevin......."
...•••••••••...
Mau lanjut??
LIKE NYA
KEMBANG NYA
KOPI NYA
__ADS_1
Baru kita lanjut....😎