LOLIPOP

LOLIPOP
LOLIPOP 61


__ADS_3

Selamat menikmati, Eenjooooyyyy!!


Menjalin hubungan yang serius memang tidak hanya berhubungan dengan kekasih hati saja, tetapi juga keluarga. Tidak heran jika setiap orang berusaha menjadi yang terbaik untuk meyakinkan orang tua pasangannya. Untuk apa lagi kalau bukan mengejar RESTU. Berusahalah semampu yang kalian bisa karena Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik.


°


°


°


°


Bruk bruk bruk


Terdengar gedoran kencang dari pintu.


"Sammy.....April...." teriak seseorang diluar.


Deg


Sedangkan sepasang Om dan ponakan yang baru saja menyelesaikan home tour yang melelahkan namun mengasikan terlihat begitu terkejut.


"Om, it...tu su..aara Papa?" cicit April begitu pucat.


Bruk bruk bruk


"Keluar kalian, APA YANG KALIAN LAKUKAN DI DALAM?!" teriak Papa.


"Pa....."


"KAMU--------!" Ucapan Papa tercekat seperti menahan emosi. Tangan nya terkepal kuat menatap Sammy berkilat marah.


Aku tertunduk takut, sedangkan dari Om Sammy belum ada pergerakan. Tidak ada satu pun dari kami yang bisa menjelaskan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Sam, aku mempercayakan April padamu! Dan ini yang kamu--------"


Kembali Papa tidak mampu melanjutkan kata-katanya.


"SEKARANG KELUAR DARI RUMAHKU!!!"


"Mas...."


"Aku bilang, KELUAR SEKARANG" Teriak Papa sambil menunjuk pintu.


Om Sammy beranjak dari posisi nya bersiap pergi, namun dengan cepat ku tahan lengannya. Om Sammy menatapku sejenak. Lalu sebelah tangannya melepaskan genggamanku perlahan.


"April!" bentak Papa penuh emosi.


"Pa! April yang salah. Om enggak salah! April mohon jangan hukum Om Sammy." Mohon ku


Papa tidak menjawabku. Hanya matanya terus menatapku tajam pada Om Sammy. Om Sammy melihatku sejenak lalu menghela napas berat.


"Saya minta maaf Mas, tapi satu hal yang saya minta sebelum saya pergi, tolong jangan menyakiti April. Saya yang salah. Dan satu lagi kedepannya apapun yang terjadi saya akan bertanggung jawab."


"Pa jan...."


"STOP APRIL! sekali lagi kamu merengek seperti ini. Papa tidak segan-segan memukul mu."


Kali ini aku tidak berani menjawab. Aku takut segalanya malah semakin ribut.


Om Sammy menatapku lama sebelum akhirnya membalikkan tubuhnya dan menghilang di balik pintu.


Melihat nya pergi seperti selembar rohku beranjak dari tubuh. Aku tahu, kami tidak mungkin bisa bersama. Tapi aku tidak pernah berfikir kami akan dipisahkan secara paksa seperti ini.


Aku belum siap kehilangan pria itu. Sampai kapan pun aku tidak akan pernah siap ditinggalkan olehnya .


TUHAN TOLONG AKU!

__ADS_1


°


°


°


°


Tok Tok Tok


"April, kamu mau mengurung diri sampai kapan?" Teriak Papa dari balik pintu.


Sejak kemarin, aku memang tidak pernah mau bertemu siapa pun. Bahkan aku mengajukan cuti kerja dan berencana hari ini baru pulang ke kontrakan.


"April."


Aku bungkam.


Sakit ini masih terasa.


Aku tahu apa yang telah kami lakukan itu salah. Tapi seharusnya Papa dapat membicarakannya dengan baik-baik, apalagi langsung mengusir Om Sammy begitu saja.


Bagaimana keadaannya sekarang? Dimana dia? Apa dia bersama Karin? Tidak Tidak


Sungguh aku ingin menghubungi nya, namun handphone ku masih di sita Papa.


Om, aku rindu!


Baru saja ingin menutup mataku, tapi aku teringat sesuatu yang penting. Aku segera bangkit dari ranjangku dan membuka pintu kamar. Terlihat Papa masih berdiri di depan pintu.


"Pa, apa April benar-benar anak Papa dan Mama?"


•••••

__ADS_1


Jangan lupa kopinya, Om ngantuk 😉


__ADS_2