LOLIPOP

LOLIPOP
LOLIPOP 45


__ADS_3

...Seberapa pun kuatnya perasaanmu, jangan sampai mengalahkan logikamu....


Penelitian sudah menunjukkan kalau perempuan itu adalah mahluk yang menggunakan perasaan secara dominan. Sedangkan laki-laki adalah mahkluk yang selalu menggunakan logikanya. Namun, bukan berarti seorang perempuan tidak bisa menggunakan logika dan laki-laki tidak memiliki perasaan.


Inilah salah satu kelebihan perempuan. Mereka peka dan lembut. Seorang perempuan bisa memiliki firasat terhadap orang-orang yang dicintainya. Trust me!


°


°


°


Capek jalan-jalan di Mall tidak membuat kami rela menutup hari ini dengan buru-buru. Seperti yang kukatakan, setiap detik sangat berarti bagi kami. Sekali saja kami menutup mata, maka kesempatan ini akan hilang. Setidaknya biarkan kami menikmati perasaan Cinta ini meski tinggal beberapa hari. Setelah makan, kami pun pulang ke rumah orang tuaku.


Aku mendekati Om Sammy yang sedang duduk di gazebo belakang rumah, dengan dua cangkir kopi panas di tanganku. Pria itu tersenyum melihatku lalu mengambil satu cangkir yang ada ditangan ku lalu menyeruput kopi panas buatan ku.


Untungnya Mbok Asih sudah tidur, setidaknya kami tidak perlu takut jika dia melaporkan keanehan hubungan kami pada Papa jika dia melihat kami.


"Hmm nggak ada kopi panas yang lebih enak dari pada ini." katanya sambil melirik ku.


"Iya dong! Buatan April." kataku menyombongkan diri sambil menepuk dada, membuat Om Sammy tertawa renyah.


Kualihkan pandanganku ke langit gelap.


"Sayang banget malam ini nggak ada bintang ya?" ujarku pelan sambil menghela napas.

__ADS_1


"Nggak perlu ada bintang dilangit karena di samping Om sudah ada bintang yang bersinar terang." katanya sambil menatap ku dalam-dalam.


"Ih! Ternyata Om pinter gombal juga ya!" seruku sembari mencubit lengan pria yang kucintai itu.


Cubitan sayang!


Om Sammy terkekeh. Dia meletakkan cangkir kopi di samping nya. Lalu menatapku kembali.


"Kamu tahu Pril, kemampuan ngegombal itu akan tumbuh alami saat laki-laki bertemu perempuan yang dicintainya.


Aku terpaku menatap Om Sammy.


"Selama Om hidup sampai sekarang ini, Om merasa ini adalah saat-saat terbaik dalam hidup Om."


Tes...


Pria itu tersenyum.


"Om nggak tahu kenapa kamu berhasil membuat Om jatuh Cinta padamu."


Pandanganku semakin kabur. Dengan cepat aku berdiri di depan Om Sammy, kemudian kuarahkan tubuhku ke arahnya lalu kupeluk pria itu.


"Aku sayang Om. ..Aku sayang Om...aku Cinta Om... Aku...."


Kata-kata ku terhenti saat pria itu membungkam mulutku dengan bibirnya. Mataku membesar lalu dengan cepat ku sembunyikan wajahku pada bahunya. Rasa nya begitu malu hanya sekedar menatapnya. Tapi tidak dengan jantungku yang begitu cepat berpacu. Darah ini rasanya dingin membeku.

__ADS_1


Sungguh, aku sangat mencintainya. Aku hanya mengharap sebuah keajaiban agar hubungan kami tidak lagi terlarang.


°


°


°


Tiba-tiba Om sammy menarik tanganku. Sekali lagi, mata itu seperti menghipnotis ku. Dengan mata terpejam aku menikmati setiap sentuhan lembut bibirnya, 'Aaagghh' ketika gigitan kecil itu memaksaku untuk membuka sedikit mulut ku untuk memudahkan lidah Om Sammy mengabsen lebih dalam.


Wajahku mulai terasa panas dan napasku mulai terasa pendek. Meski aku belum pernah merasakan namanya pacaran, tapi sebagai wanita dewasa aku mengerti akan keinginan tubuhku.


Kurasakan usapan lembut pada pahaku. Rasa yang begitu menyiksaku, ingin sekali kuhentikan namun tubuh dan akalku seakan tidak sejalan.


"Aaaaaggghhhh...." sentuhan bibir Om Sammy mulai turun ke leherku.


Tidak..Tidak... Ini salah!


Namun, nyatanya tanganku mencengkeram rambut Om Sammy kuat, seolah-olah tidak mengizinkan nya untuk berhenti.


...•••••••...


Oke kita juga berhenti dulu yaaaa..


Mau cari Kopi Panas dulu kali ada yang mau buatin 😉

__ADS_1


HAPPY WEEKEND KECE ☕


__ADS_2