
Beberapa menit terombang ambing di atas perahu raksasa itu, jantungku berdebar tidak karuan. Bukan karena sensasi tegang kora-koranya, melainkan sengatan ringan yang kurasakan setiap kali bahu dan paha kami bersentuhan.
Bersama Om Sammy saat ini, memberikan aku kebahagiaan sekaligus kepedihan dalam waktu yang bersamaan. Belum pernah kurasakan sensasi seperti ini. Rasa cintaku padanya terus menggerogoti setiap tetes darahku. Pesonanya selalu mampu meremas kedua paru-paruku hingga sesak.
Tidak ada yang tahu betapa sengsaranya Cinta seperti ini.
Aku sungguh ingin menetralkan hati ini. Ku sudah berusaha keras untuk melempar perasaan sesak ini. Sungguh sulit berlakon sebagai keponakan yang baik.
Skenario yang telah Tuhan rancang untukku sungguh pelik.
...••••••••••...
Ku lirik wajahnya, Om Sammy terlihat sangat menikmati jalan-jalan hari ini. Senyum lebar terus menghiasi wajahnya
Aku sedang mencoba menempatkan diri sebagai keponakan yang baik. Walau pun sakit, aku yakin bisa mengatasi nya. Dengan niat dan usaha yang keras, aku percaya bisa kembali menempatkan perasaan ku kembali pada tempatnya.
Menawarkan Cinta terlarang ini!
"Om kita beli gulali yuk," ajakku saat melihat stan makanan.
Om Sammy mengangguk lalu mengikuti langkah kakiku mendekati penjual itu. Karena porsi gugali itu besar, jadi kami memutuskan untuk makan bersama.
Kami duduk di salah satu bangku yang terdapat ditengah wahana yang ada di sana.
"Kamu happy?" tanya Om Sam.
"Ya tentu saja. Setelah sekian lama akhirnya aku menginjakkan kaki ke sini lagi." jawabku sambil terus memakan gulaliku.
__ADS_1
Om Sammy mengelus rambutku.
"Jangan hanya bekerja terus, sesekali nggak ada salahnya buat senangin diri sendiri." katanya.
Wahai hati, tenanglah!
"Maunya Om, tapi memang kerjaan lagi padat."
"Loh ini buktinya bisa."
Ya ini karena ada kamu Om!
"Ya pas lagi ada waktu luang Om." elakku.
"Jadi waktunya pacaran juga nggak ada dong?"
Uhuk uhuk
Tiba-tiba saja Om Sammy tertawa keras.
"Apa yang lucu?" tanyaku polos
"Seriously? Jomblo? C'mon Pril umur kamu itu sudah cocok untuk menikah malah. Hari gini nggak punya pacar?" kata Om Sammy.
"Apa salahnya kalau sendiri. Aku hanya malas di ribetkan dengan segala hal yang membuat pusing."
"Tapi punya FWB kan?" tanyanya lagi.
__ADS_1
Aku mengerutkan kening.
"Apa itu FWB Om?" tanyaku bingung.
"Jaman sekarang disebut friend With Benefit, ya semacam TTM lah kalau jaman dulu."
"Oh April paham, seperti Ons begitu?" tanyaku lagi.
"Sedikit berbeda sebenarnya, sudahlah ayo kita main lagi." ajak Om Sammy mengalihkan pembicaraan. Lagian Gulali yang ada di tanganku sudah habis.
Aku sangat menikmati waktu kebersamaan kami ini. Kurasa, tidak akan apa-apa jika aku memanfaatkan kesempatan ini untuk menciptakan kenangan Indah bersama Om Sammy. Aku tahu ini akan menyakitkan tapi rasanya aku akan mampu menahannya.
Yah, karena hubungan ini mustahil.
Aku tahu aku egois.
Tapi apa yang dapat kulakukan dengan perasaan ini?
Salahkah aku jika aku ingin merasakan Cinta seperti teman-temanku yang lainnya? Aku hanya ingin sekali saja mencicipi Indah nya mencintai dan dicintai seseorang. Biarlah hari ini kucurahkan semua keinginan terpendam yang tidak mungkin terwujudkan.
Tuhan, biarkan hari ini aku merasa menjadi kekasihnya Omku!
Satu hari saja! Meski dia tidak menyadarinya. Tidak mengapa, Meski ini hanya di dunia khayalku. Aku berjanji untuk berpuas diri dan tidak akan melampaui batas yang telah Tuhan ciptakan untukku. Setidaknya biarkan aku menyimpan kenangan hari ini dalam sebuah memori rahasia yang akan ku simpan di dasar hati terdalamku.
...•••••••••••...
SELAMAT Malam Kaum KECE
__ADS_1
Jangan lupa bantu Coment LIKE RATE DAN Love nya
Terimakasih ☕