
Sore, hujan dan udara sangat dingin. Aku melepaskan pandangan melalui jendela kamarku. Hujannya begitu deras, mungkin hujan terderas yang pernah aku lihat. Aku kadang terkejut oleh bunyi petir yang menyambar secara tiba-tiba. Aku memutuskan untuk menutup jendela sebab percikkan hujan ikut masuk ke kamarku karena terdorong oleh angin. Kini aku hanya menyaksikan segerombol air yang jatuh dari langit dari balik jendela kaca yang basah dan mulai berkabut. Entah mengapa aku gelisah. Masih samar-samar dan menerka apa yang akan terjadi. Mungkin......, ah sudahlah. Aku tidak ingin melanjutkan dan aku pun tidak ingin memikirkannya.
Kuambil headset, kupasang lalu ku hempaskan tubuhku di atas kasur. Jempolku mengarahkan ke playlist dan memilih lagu A thousand years - lagu ini siap menemaniku tidur.
One step closer,
have died everyday waiting for you,
Darling don't be afraid I have loved you For a thousand years, I'll love you for a thousand more. πΌπ§
Β°
Β°
Β°
Β°
"jadi kita mau ke mana?" tanya Om Sam saat kami telah di mobil.
__ADS_1
"Gimana kalau ke Mall aja," jawabku semangat.
Om Sammy mengangguk sambil tersenyum. Tiba-tiba saja tadi dia datang ke kontrakan mengajakku jalan-jalan. Tidak mungkin aku melewatkan kesempatan ini.
Deg
Om Sammy mendekatkan jarak di antara kami. Membuatku mau tidak mau harus menahan nafas demi menenangkan debaran jantungku. Ku pikir Om Sammy akan menciumku, ternyata dia hanya ingin memakaikan sabuk pengaman untukku. Aku tersenyum simpul ke padanya. Meski sedikit kecewa karena khayalanku yang terlalu tinggi.
"Terimakasih Om."
Tanpa menunda lagi, Om Sammy langsung menancap gas mobilnya. Senyum segera mengembang sempurna di bibir ku ketika Om Sammy dengan lembut meraih tanganku memasuki Mall.
Aku mau pun Om Sammy tidak bisa menyalahkan siapa pun, kecuali menikmati setiap detik perasaan ini. Aku tahu ini gila. Baik aku maupun Om Sammy sama-sama tersiksa oleh perasaan ini. Dan tidak ada yang dapat kami lakukan selain memaafkan kebahagiaan singkat ini
Kulirik tanganku yang sedari tadi digenggamnya. Aku semakin tersenyum bahagia. Tidak ada yang lebih baik dari hari ini. Jika waktu di Dunia Fantasi waktu itu adalah sandiwara, maka kali ini aku dapat melihat dengan jelas bahwa perasaanku kali ini berbalas.
"Yang ini bagus nggak?" tanyaku sambil merapatkan gaun hijau tua bermotif bunga ke tubuhku.
Om Sammy terlihat menelitiku lalu mengangguk dan tersenyum.
__ADS_1
"Coba saja dulu," katanyaa.
Pria itu terus mengandeng tanganku menuju kamar pas. Dengan cepat aku menyelinap masuk dan Om Sammy menunggu diluar.
"Cantik!" pujinya. Begitu aku keluar dari kamar pas.
Secara otomatis aku menundukkan kepala. Tersipu malu. Mencoba menyembunyikan rona merah di kedua pipiku. Entah mengapa, setelah perasaanku berbalas aku masih belum juga kebal akan pesona Om Sammy.
Setiap kali dia memujiku atau menatapku. Itu berhasil membuat aku salah tingkah. Selalu bisa mempercepat kerja jantungku yang Malang ini.
"Langsung pakai saja ya, kamu sangat cantik dengan baju ini." katanya sekali lagi memujiku.
Cup
Blussshh...
Aaaaaaaahhhhhhgggg uda kak Key April ngak kuaaaaattttt.. ππππ
Oke oke sambung besok yaaaaaa kalau banyak LIKE dan sajen nya πβοΈ
__ADS_1
...β’β’β’β’β’β’β’β’β’...