LOLIPOP

LOLIPOP
LOLIPOP 46


__ADS_3

Pagi ini Om Sammy mengajakku jalan-jalan kembali. Tapi kali ini tempat yang kami kunjungi adalah salon. Aku melihat ke arahnya sambil mengerutkan kening.


"Om pengen merasakan perasaan cowok-cowok di luar sana saat menemani pacarnya di salon." kata-katanya itu sukses membuatku terbang ke angkasa.


"Dan Om juga pengen menemani pacar Om ini di salon." lanjutnya sambil tersenyum menggoda.


Pacar ?


Aku tidak dapat menyembunyikan kebahagiaanku. Senyumku semakin mengembang ketika salah satu pegawai salon menggiringku ketempat cuci rambut. Beberapa menit kemudian, aku sudah duduk di kursi di depan cermin.


"Mau di creambath pakai aroma apa mba?" tanya pegawai salon itu ramah.


"Stroberi aja deh. Ada kan?" tanyaku.


"Ada"


Ku pejamkan mataku, saat pegawai salon itu mulai memijat kepalaku dengan krim aroma stroberi yang ku minta. Begitu nyaman dengan ritme yang teratur.


Aku sedikit mengerutkan dahi ketika aku merasakan pijat terhenti sedikit lama.


Mungkin habis, lalu mengambil tempat yang baru. Pikirku


Namun kerut di dahiku semakin bertambah. Ketika aku merasa pijatan yang berbeda di kepalaku. Terlalu pelan, kadang terlalu kuat. Aku pun tersenyum, tidak perlu indra keenam untuk tahu siapa pemijat itu.


Setelah beberapa saat menyesuaikan diri, pijatan itu terasa lebih nyaman, walaupun tidak sebaik pegawai salon itu, aku dapat merasakan dia melakukannya dengan Cinta. Ya Cinta!


"Om nanti sekalian pundaknya di pijitin ya?" celetukku tiba-tiba.


"Loh ketahuan ya, hahhahaaa.." Om Sammy langsung tertawa.


"Pijatan amatiran gitu, pasti siapapun akan tahu."


"Iya iya.. Silahkan menikmati pijatan amatiran penuh Cinta dari cowok ganteng ini." jawab Om Sammy sambil terkekeh. Membuatku ikut tertawa.

__ADS_1


Aku terus memejamkan mataku. Menikmati setiap moment Indah kami. Terlalu sayang untuk di lewatkan dan mungkin tidak akan terulang lagi.


"Aku sayang Om," bisikku


"Me too."


Cup


°


°


°


Kami pulang ketika hari mulai sore. Kami benar-benar memanfaatkan waktu kami berdua.


"Mau pulang kemana hari ini?" tanya Om Sam.


Setibanya kami di rumah.


"Surprise!!!!!!!!" teriak suara perempuan dari dalam rumah dan langsung berlari memeluk tubuh Om Sammy.


Mendadak kaki ku lemas. Hampir saja tubuh ku jatuh ke lantai. Kulihat seorang wanita kurus, tinggi, berambut sebahu berwarna coklat memeluk priaku di depan pintu masuk.


Siapa dia?


Mengapa berani memeluk Om Sammy tanpa rasa canggung sedikit pun.


Wanita itu melirik ke arahku.


Mungkin dia merasakan kehadiranku


Aku tersentak!

__ADS_1


Dia tersenyum ramah dan ceria.


Aku melirik Om Sammy yang masih mematung di tempat nya.


"Hey.. Kamu pasti April ya." sapa dia ramah. "Sam dia keponakan kamu yang sering kamu ceritain ke aku itukan?" seru wanita itu heboh sambil berjalan ke arahku.


Siapa dia?


Baru saja ku rasakan kebahagiaan ini, namun terusik oleh seorang wanita yang tiba-tiba datang memeluk Om Sammy di depan mataku.


Kutahan napasku sejenak ketika jarak diantara kami kian dekat. Lalu memelukku tanpa canggung.


Wangi, hanya itu yang terlintas


"Kamu pasti April. Hay kenalkan aku Karin pacar Sammy." katanya ramah sambil mengelus punggungku.


Aku hanya terdiam.


Aku tentu terkejut.


Om Sammy berbohong.


Dia tidak pernah mengatakan itu.


Dia menipu ku!


Sakit!


...Air mata adalah senjata utama dari seorang perempuan....


... Laki-laki mana yang tega melihat perempuan yang disayanginya itu menangis! ...


...•••••••...

__ADS_1


__ADS_2