
Akhirnya liburan bersama Om Sammy pun tiba!
Aku sangat suka situasi ini. Berlibur bersamanya, pria yang memiliki sepenuhnya hatiku. Awalnya aku sedikit ragu untuk pergi bersamanya berdua. Takut jika orang-orang melihat kita, namun aku juga tidak dapat membohongi hati kecilku yang terus menjerit kegirangan setiap membayangkan keseruan apa yang bisa aku lakukan dengan pria itu.
Lagi-lagi aku plinplan dalam menanggapi perasaan ini.
Seperti yang Om Sammy katakan kemarin, dia tidak akan menutupi hubungan kami, tapi juga tidak membeberkan hal yang sebenarnya. Dia akan membiarkan orang-orang itu dengan pemikiran nya sendiri. Sampai gosip itu hilang sendiri nya. Entah aku harus bahagia atau cemas dengan kenekatan kami untuk sama-sama bungkam.
Pagi tadi, Om Sammy bahkan dengan santai nya menjemputku di rumah kontrakan ku. Sedangkan aku sendiri sibuk menolehkan kepala mengecek expresi para sahabatku yang penuh tanda tanya.
Yang jelas, aku memang belum sempat memberitahu mereka liburan dadakan kami ini.
Aku sangat bersemangat melihat ombak yang begitu indahnya mempermainkan pasir. Udara laut begitu menyegarkan, meski terik matahari mulai membakar kulit ku.
"Pril pakai sunblock dulu, Om nggak mau ya sepulangnya dari sini Mama kamu marah sama Om kaget liat kulit kamu." kata Om Sammy
"Biar sajalah Om, April pengen ganti warna kulit. Pengen kayak selena gomez. Seksi!" jawabku masih sibuk berputar-putar menikmati angin.
"Sekarang saja sudah seksi Pril." gumamnya namun masih kudengar samar.
__ADS_1
"Om bilang apa?" tanyaku
"Ah tidak. Sini pakai dulu ini." perintah nya lagi. Dan kali ini aku menurut , kemudian dia berikan aku botol sunblock itu.
"Thanks Om" seruku. Dia hanya mengangguk lalu berkata.
"Om ke ujuk sana dulu ya, beli es degan"
"Oke" jawabku singkat.
Beberapa menit setelah selesai dengan aktivitas persunblockan, aku mencari sosok Om Sammy yang tak kunjung datang. Mataku menelusuri beberapa penjual es kelapa yang kebetulan ada di sekitar situ. Akhirnya aku menemukan sosok yang ku cari sedang mengobrol dengan beberapa pengunjung lain.
Terlihat sekali Om Sammy asik ngobrol dengan beberapa wanita muda yang cantik.
Aku tahu, aku tidak pantas cemburu seperti ini. Tapi....aku tidak dapat menahan diri melihat Om Sammy berbicara begitu akrabnya dengan wanita lain, itu benar-benar membuatku mendidih.
Mungkin saja mereka hanya mengobrol biasa Pril. Batinku
Namun wanita itu terlihat sangat menyebalkan dengan bersikap sok manis di depan Om Sammy. Pria itu juga terlihat begitu menikmati obrolan mereka bahkan sampai melupakan aku yang ada di sini menunggu nya.
__ADS_1
Aku berdiri, melangkah kan kakiku entah ke mana. Aku hanya ingin menjauh dari pemandangan menyakitkan itu! Ku tekan kuat-kuat dadaku. Berharap dengan melakukannya aku dapat bernapas lebih baik. Aku tahu ini sangat berlebihan, tapi entah mengapa aku sungguh tidak rela melihat Om Sammy akrab dengan wanita lain. Aku ingin hanya ada aku di matanya!
Semakin memikirkannya, dadaku semakin sesak. Air mataku bahkan terus mengalir. Aku terisak hingga sesegukan. Kubekap bibirku demi meredam suara isakan ini. Aku tidak ingin siapa pun mengetahuinya.
KAMU BODOH APRIL!
KENAPA KAMU HARUS MENCINTAI OM KAMU SENDIRI?! pekikku tertahan dalam isakku, Aku terus berjalan berlari berjalan.
Hingga.......
Embusan angin turut menyahutiku.
Ku angkat wajahku lalu kuperhatikan sekitar.
Sunyi........!!
Yang terdengar hanya deraiyan ombak yang saling bergesekan dengan pasir.
Aku menelan ludah. Menyadari satu hal.
__ADS_1
Aku ada di mana ini?!
...••••••••••• ...