Love Always Forever (Tanpamu , Bagaimana Aku?)

Love Always Forever (Tanpamu , Bagaimana Aku?)
Awal


__ADS_3

Apa yang membuatmu tersenyum?


Terkadang , berlarian mengejar kupu-kupu yang berterbangan pun menjadi hal yang sangat menyenangkan. Dan dari hal itu , kau pasti akan tersenyum bahkan tertawa.


Ternyata sesederhana itu untuk membuat diri merasa bahagia. Dan masih banyak lagi hal-hal kecil yang sebenarnya mampu membuat kita tersenyum.


Hanya saja mungkin kita lupa atau tak pernah menyadari lebih dalam akan hal itu.


Tapi , jika sudah dewasa mungkin mencari bagaimana rasanya bahagia itu mungkin sulit. Dewasa itu sangat dekat dengan kata-kata CINTA.


Cinta mungkin akan menguasai kehidupan seseorang. Terkadang , cinta memang membuat kita lupa. Hanya saja , tanpa cinta mungkin kehidupan kita akan terasa kosong.


---...---


Masa kecil adalah masa yang paling menyenangkan. Bercanda tawa tanpa beban , kepolosan yg terkadang menjadi hal yang mengesankan.


Masa itu bagaikan masa paling ringan dalam hidup. Karena memang tak memikirkan sesuatu yang serius. Cukup selalu ceria dan tidak menangis , mungkin itu telah membuat orang tua bahagia melihatnya.


Suatu hari , tampak gadis kecil berkulit putih bersih yang sangat cantik bergaun biru cerah selutut , lengan pendek dengan rambut panjangnya yang terurai. Ia sangat manis dan juga periang.

__ADS_1


Disampingnya pula , berdirilah seorang anak laki-laki yang tampan sedang bermain dan bercanda tawa bersamanya.


Ya , Fany bermain di sebuah taman bersama Ardhi.


Fany yg berusia tepat 5 tahun sedangkan Ardhi yg berusia 2 tahun lebih tua darinya membuat Ardhi terkesan selalu menjaga Fany layaknya adiknya sendiri.


Keduanya memang berasal dari keluarga yang berada. Hubungan yang harmonis pula. Mereka sejak kecil selalu bersama karena kedua orang tua mereka saling bersahabat dengan baik.


Sampai suatu ketika mereka saling berpisah karena harus mengikuti orang tua masing-masing yg sibuk dengan perusahaannya.


Berbeda tempat tinggal menyulitkan mereka untuk saling bertemu. Jika hanya sebatas luar kota saja mungkin itu bisa sangat mudah untuk saling berkunjung.


Mungkin masa kanak-kanak itu tidaklah terlalu memikirkan apa itu perpisahan. Perasaannya pun juga belum di artikan.


Berbeda dengan orang dewasa yang sebagian besar memang meyakini bahwa perpisahan adalah akhir dari sebuah pertemuan.


Entah itu pertemuan yang di sengaja atau tidak. Pertemuan itu terkadang membawa kebahagiaan. Namun tak jarang pula pertemuan adalah sebuah penyesalan ataupun justru kesalahan terbesar.


Sedangkan perpisahan , ia memang sangat menyakitkan untuk kebanyakan orang. Namun , berbeda bagi dua orang yang saling membenci.

__ADS_1


Perpisahan adalah hal yang sangat di nantikan. Tapi tetap saja itu adalah hal bodoh. Dalam pertemuan sebelum berakhir berpisah , tentu saja ada satu hal yang sangat berkesan.


Hanya saja , terkadang seseorang lupa bagaimana cara menghargainya.


Namun , siapa sangka jika di masa depan akan terjadi sesuatu. Hal indah karena sebuah penantian itu memang tak pasti. Hanya Tuhan yang mengetahuinya. Apakah berakhir bahagia atau justru sebaliknya...


Waktu yang berjalan yang akan memberikan jawaban. Tentang arti penantian panjangnya. Juga bagaimana jalan kehidupan di negeri orang.


Bagaimana cara menahan rindu pada orang yang bahkan tak pernah tahu jika kita sedang merindukannya?


Hanya tersisa kenangan indah saat bersama. Dan hanya itulah yang membuat ia yakin pada cinta yang suatu saat nanti pasti akan mempertemukannya.


❤️


❤️


❤️


❤️

__ADS_1


❤️l.a.f🌻❤️


__ADS_2