Love Always Forever (Tanpamu , Bagaimana Aku?)

Love Always Forever (Tanpamu , Bagaimana Aku?)
Kembali


__ADS_3

Perjalanan panjang cukup melelahkan dirasakan oleh seseorang yang baru keluar dari pintu kedatangan luar negeri. Ia bergegas keluar menuju tempat seseorang yang tengah berdiri di samping sebuah mobil yang telah menunggu kedatangan itu.


"Selamat datang , silahkan masuk tuan. " ucap seseorang paruh baya itu dengan sedikit membungkukkan badannya tanda hormat. Dengan mengangguk sambil tersenyum orang itu masuk ke mobil dan memberikan kopernya pada supirnya. Supirnya pun menyimpan koper tersebut pada bagasi mobil.


"Tuan , kita menuju rumah atau ada tujuan lain mungkin ? " tanya supir pribadinya itu setelah masuk ke mobil dan bersiap jalan.


"Pak , nggak usah panggil aku tuan . Kesannya kayak udah tua banget kalo dipanggil tuan . Panggil biasa aja pak. Oh iya pak , aku mau ke rumah dulu deh. " ucap seseorang itu dengan santainya dan terkesan ramah juga akrab .


"Aduh tuan , kan saya bawahan tuan . Saya harus panggil tuan apa ?" ucap supirnya itu terlihat bingung dan tak enak hati.


"Ya ampun pak Budi ! Panggil aku mas atau apa terserah gapapa kok. Aku kan belum tua-tua banget pak. " ucap seseorang itu lagi dengan tersenyum sambil memainkan ponselnya.


"Baik mas . Tak panggil mas aja ya , mas ini juga seumuran sama anak saya. " ucap pak Budi dengan ramah.


"Oh ya pak ? Yaudah kalo gitu pak Budi bisa anggep aku disini seperti anak bapak juga . Nggak usah sungkan pak , biasa aja . Kan bapak kerja sama papa juga udah lama banget. Berasa kayak udah jadi keluarga sendiri pak." ucap seseorang itu yang membuat pak Budi tersenyum.


"Iya mas , terimakasih banyak untuk selama ini." ucap pak Budi .


 


Setelah perjalanan kurang lebih satu jam , mobil pun memasuki kawasan perumahan elite. Pintu gerbang di buka oleh satpam penjaga dan mobil berhenti di depan rumah megah tersebut. Pintu mobil pun terbuka dan keluarlah seseorang itu.


"Pak , nanti kopernya di taruh ruang tamu aja ya . " ucap seseorang itu pada pak Budi. Pak Budi pun mengangguk mengerti . Lalu ia berjalan masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya.


Ia membuka pintu kamarnya lalu menutupnya kembali. Dia menyusuri ranjang king size nya dan menuju ke jendela. Ia membuka tirai jendela itu lalu melihat keadaan luar. Sejenak ia sempat memikirkan sesuatu. Satu hal yang sangat ingin ia lakukan sejak lama namun selalu gagal karena urusannya yang penting harus segera terselesaikan.


Ia membuka jaket Hoodie maroonnya lalu melemparkannya di tepi ranjang. Ia berjalan ke arah ranjang lalu merebahkan tubuhnya disana. Ia menatap langit-langit kamar yang berwarna putih itu sambil memikirkan hal apa yang pertama akan ia lakukan.


Ia sempat merasa ragu. Apakah semua akan berjalan seperti apa yang dia pikirkan atau justru sebaliknya. Ia takut jika saat ini seseorang yang ingin dia temui itu sudah bahagia dengan orang lain. Ia takut jika kedatangannya akan membuat seseorang itu terluka. Ia takut jika seseorang itu terlihat kecewa dengan kedatangannya.


Dan yang paling dia takuti lagi adalah jika seseorang itu kini telah melupakannya.


"Kamu sekarang dimana ? Kamu sekarang pasti jadi perempuan yang cantik. Maafin aku yang udah pergi jauh ninggalin kamu dengan waktu yang lama. Semoga kamu nggak lupa sama aku." ucap nya dengan memainkan kalung nya.


Ya , kalung yang sama dengan kalung seseorang yang dia rindukan. Kalung berbentuk setengah hati itu masih setia melingkar di leher putihnya dan tak pernah ia lepaskan meski sudah bertahun-tahun. Ia berharap orang yang dia rindukan masih setia pula memakai kalung yang sama dengannya.


"Aku akan tepatin janji ku dulu. Aku bakal nemuin kamu. " ucapnya yang kemudian ia berdiri dari ranjangnya. Ia menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang begitu lelah.


 


Di tempat lain , hamparan pasir putih yang luas begitu mempesona dengan sinar mentari berwarna jingga. Ombak ditepi pantai begitu tenang namun saling berkejaran. Disitu , Fany duduk di kursi tepi pantai sambil memotret sunset yang indah . Angin berhembus lembut menyapu wajah cantiknya. Rambut panjangnya pun ikut diterpa angin sore yang menenangkan.


"Udah puas belum disini?" tanya Reza yang tiba-tiba datang dan duduk disampingnya. Ia memberikan minuman teh pada Fany . Fany piny menerimanya.

__ADS_1


"Makasih ya. Iya gua udah puas. Gua seneng banget deh hari ini Za. Makasih ya lu udah ajakin gua liburan." ucap Fany tersenyum pada Reza.


"Iya sama-sama . Apa sih yang nggak buat lu ." ucap Reza . "Apapun bakal gua lakuin asal lu selalu bahagia Fan , gua sayang banget sama lu." ucap Reza dalam hati sambil tersenyum memandang wajah Fany . Fany pun salah tingkah sendiri begitu pandangan mata mereka saling bertemu. Merekapun saling memalingkan wajah masing-masing karena malu.


"Emm yaudah kita pulang yuk . Udah sore , nanti sampe rumah biar nggak kemaleman." ucap Reza terlihat canggung.


"Eh i iyaa , ayok.." ucap Fany yang juga merasa sedikit canggung.


Mereka berdua berjalan beriringan menuju mobil. Reza melajukan mobilnya untuk kembali mengantarkan Fany pulang.


"Mau makan dulu nggak? Gua laper nih..." ucap Reza sambil melirik Fany yang tengah melihat-lihat hasil potretannya.


"Boleh juga . Mau makan apa? " ucap Fany tanpa menoleh pada Reza.


"Ehm lu maunya makan apa?" ucap Reza .


"Gua ngikut aja deh , terserah mau makan apa aja gua mau kok." ucap Fany dengan tersenyum yang kali ini sambil melirik Reza sejenak. "Eh tapi gua pengen bakso. Beli bakso aja yuk... Mau nggak?" ucap Fany lagi yang membuat Reza tersenyum.


"Oke , kita makan bakso aja ya. Aku tau tempat makan yang jual bakso enak banget gak jauh dari sini. Bentar ya , dikit lagi sampe kok. " ucap Reza sambil fokus mengemudi.


"Iya Za ." ucap Fany kemudian melanjutkan aktivitasnya yaitu kembali melihat hasil foto di kameranya. Dia tersenyum ketika melihat foto Reza yang diam-diam di ambilnya.


"Kenapa lu senyum-senyum sendiri gitu?" tanya Reza yang tadi melirik sekilas.


"Pencuri lu ya !" ucap Reza sambil mencubit pipi sebelah kanan Fany dengan gemas.


"Hhehe sorry , tadi gak sengaja aja. Tapi bagus kan?" ucap Fany dengan tawa.


"Iya bagus itu. Lu pinter jadi photografer Fan. Kerja aja lu sana buat sampingan daripada gak ada kerjaan selama liburan hhahaha..." ucap Reza yang sukses membuat Fany kesal lalu melayangkan pukulan di lengan Reza.


"Dasar cowok nyebelin ya lu!" ucap Fany dengan wajah seolah sedang benar-benar kesal.


"Hhehe udah gausah ngambek kalik , jadi tambah cantik lu kalo kayak gitu. " ucap Reza dengan santainya sambil memarkirkan mobilnya karena sudah sampai di tempat makan . "Ayok turun , kita makan dulu. " ajak Reza pada Fany yang kemudian keluar lebih dulu lalu membuka pintu mobilnya untuk Fany. "Senyum dong ... " ucap Reza dengan tersenyum saat melihat Fany masih menampakkan wajah kesal itu.


"Apaan sih lu Za , lu bikin gua gila lama-lama yah!" ucap Fany memukul lengan Reza lagi.


"Biarin , hhaha" ucap Reza dengan tawa sambil menarik tangan Fany untuk mengikuti masuk ke dalam. Dan Fany hanya diam saja mengikuti ajakan Reza itu.


"Bang bakso 2 sama es buah nya juga 2 ya. " ucap Reza memesan makanannya.


"Siap bang , ditunggu dulu ya." ucap pelayan nya dengan ramah.


"Lu udah sering ya kesini ? Kayak udah akrab banget lu sama pelayannya." ucap Fany pada Reza yang tengah memainkan ponselnya.

__ADS_1


"Ya enggak sering-sering amat sih , gua kesini sama temen-temen juga. Nongkrong lah biasa anak muda hhehe..." ucap Reza tersenyum.


"Permisi , ini pesenannya . Selamat menikmati." ucap pelayan yang mengantarkan makanan dimeja mereka.


"Terimakasih." ucap Fany dan Reza bersamaan.


"Yuk di makan , hp nya nanti lagi . Gak kenyang lu main hp mulu. " ucap Fany pada Reza yang masih sibuk mengotak-atik ponselnya.


"Iyaa bawell tumben lu peduli sama gua hhaha..." ucap Reza dengan tertawa sambil mengaduk-aduk baksonya.


"Enggak sih , ya terserah aja kalo cuma mau main hp . Di makan aja sekalian tuh hpnya. " ucap Fany yang kemudian makan dengan lahap. Kelakuan Fany memang selalu membuat Reza tersenyum bahagia.


Mereka menikmati makan dengan tenang sampai selesai. Setelah makan selesai , Reza pun membayar lalu kembali lagi masuk ke dalam mobil. Tak butuh waktu lama lagi untuk sampai kerumah Fany. 30 menit kemudian mobil memasuki gerbang rumah Fany . Jam masih menunjukkan pukul 19.20 wib .


"Sekali lagi makasih ya Za udah bikin gua bahagia hari ini. Mampir dulu yuk." ucap Fany .


"Iya Fan , gua juga seneng kok liat lu bahagia. Em lain kali aja ya gua mampirnya . Ini tubuh gua udah lengket pengen cepet-cepet mandi. " ucap Reza dengan tersenyum.


"Yaudah kalau gitu lu hati-hati dijalan ya . Gausah ngebut lu. " ucap Fany yang kemudian keluar dari dalam mobil. Ia tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Reza yang perlahan melajukan mobilnya untuk pergi kembali kerumahnya.


Fany masuk kedalam rumah dan melihat Mamanya sedang menonton tv sendirian.


"Malem Ma... Aku udah pulang nih..." ucap Fany pada Mamanya sambil mencium punggung tangannya.


"Iya sayang malam . Kok udah pulang baru jam segini." Ucap Mama Vina .


"Iya Ma , kan kata Mama nggak boleh pulang malem-malem banget. Yaudah Ma , aku capek aku mau ke kamar ya Ma. " ucap Fany lalu pergi ke kamarnya di lantai atas.


"Dasar anak muda jaman sekarang." ucap Mama Vina sambil melihat putrinya menaiki anak tangga.


Fany masuk ke dalam kamarnya kemudian langsung menuju kamar mandi. Dia ingin berendam di bathtub dengan air hangat merilekskan tubuh lelahnya.


30 menit kemudian Fany telah selesai mandi. Fany memakai baju piyama motif bunga . Ia pun merebahkan tubuhnya di ranjang kesayangannya itu. Ia tersenyum mengingat liburannya kali ini begitu menyenangkan.


Namun sekelebat ingatan kembali menyeruak dipikirannya. Seandainya liburan kali ini orang yang diharapkan benar-benar datang , betapa bahagianya dia. Entahlah Fany tidak mengerti tentang perasaannya. Dia begitu berharap suatu hari nanti ia akan kembali lgi seperti masa-masa dulu.


Seharian penuh dengan aktivitas diluar rumah membuat tubuh Fany begitu lelah . Tak lama ia merebahkan tubuhnya , perlahan matanya pun terasa berat untuk menatap langit-langit kamarnya. Fany pun tertidur pulas dan mengabaikan beberapa notif di ponselnya.


*


*


*

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2