
Pukul 09.00 wib jalanan di jantung kota tampak begitu sepi tak seramai yang ia pikirkan. Ya , Irfan Aditya Saputra kakak dari Fany yang biasa dipanggil Kak Irfan itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia sudah hampir satu bulan tidak pulang kerumah keluarga karena ia tinggal di apartemen pribadi. Dan ia merasa rindu dengan keluarganya.
Beberapa saat kemudian , mobil mewahnya memasuki halaman rumah mewah keluarga tercintanya. Irfan pun memasukkan mobilnya ke garasi kemudian bergegas menuju rumahnya. Ia masuk ke dalam namun terlihat sepi tak ada siapapun kecuali Bi Ina yang membukakan pintunya tadi.
"Bi , pada kemana sih Mama sama Fany ?" tanya Irfan pada Bi Ina selaku asisten rumah tangga dirumahnya.
"Itu den lagi di taman mereka ." ucap Bi Ina memberitahu.
"Oh ditaman , yaudah makasih ya Bi.." ucap Irfan yang kemudian berlalu menuju taman . Dan benar saja , Mamanya disana bersama adik tercinta sedang mengobrol entah apa yang mereka bicarakan.
"Ehmm..." deheman Irfan sukses membuat dua perempuan itu menoleh ke arahnya.
"Kak Irfan ! Kapan dateng ? Udah lama gak kesini , aku kangen tauk!" ucap Fany berdiri lalu menghampiri kakaknya yang masih berdiri didepan pintu. Fany memeluknya dengan manja. Tingkah Fany benar-benar membuatnya gemas. Kemudian Fany melepaskan pelukannya lalu menarik lengan kakaknya itu untuk ikut duduk di kursi taman.
"Baru aja dateng ini. Papa belum pulang ya ?" ucap Irfan yang kemudian mengambil salah satu gelas yang berisi susu cokelat hangat milik adiknya lalu menyeruputnya.
"Belum pulang , mungkin besok sore baru pulang. Kamu gimana dengan kuliah juga perusahaan ?" ucap Mama Vina pada putranya yang kini menjadi seorang putra kebanggaannya karena disamping ia masih kuliah , di usianya yang terbilang cukup muda sudah pandai memimpin perusahaan besar sang papa.
"Kuliah baik-baik aja Ma , perusahaan juga baik kok nggak ada masalah." ucap Irfan .
"Bagus kalau begitu , kalian ini memang anak Mama yang luar biasa. Kamu tau ? Fany di kenaikan kelas ini menjadi siswa dengan nilai terbaik di SMA nya. Mama bener-bener bangga sama kalian." Ucap Mama Vina dengan tersenyum bangga.
"Oh ya? Ternyata aku punya adik yang pinter juga ya , aku kira cuma aku doang yang pinter hhahaha." ucap Irfan yang sukses mendapatkan pukulan ringan dilengan dari adiknya. "Hhehe dek ke mall yuk , mau gak ? Abis itu nonton , ada film terbaru lho." ucap Irfan yang membuat Fany mengangguk tersenyum manis melupakan kekesalannya .
"Aku mau. Ayok deh..." ucap Fany dengan senang hati. Jarang sekali ia jalan bersama kakaknya itu karena sang kakak yang selalu sibuk.
"Yaudah siap-siap sana , oh ya dandan yang cantik ya..." ucap Irfan .
"Bawel , bilang aja lu biar dikira jalan sama pacarnya!" ucap Fany mengejeknya , kemudian pergi menuju kamarnya meninggalkan Mama dan kakaknya yang tertawa oleh ucapannya tadi.
Dikamar , Fany memilih dress biru tua motif bunga selutut tanpa lengan yang panjang dengan sepatu flat hitam. Fany duduk didepan cermin riasnya. Ia menggeraikan rambut panjangnya dengan satu jepit pita kecil di atas kepalanya. Dia juga membuat poninya menutup sebelah dahinya. Polesan make up tipis membuat wajahnya terlihat cantik natural dan tak berlebihan.
"Fany udah punya pacar ya Ma?" tanya Irfan .
"Belum. Dia belum mau pacaran. Ada sih satu cowok yang dekat sekali. Dia teman sekolahnya , kemaren mereka berdua liburan seharian. Anaknya sopan , baik banget , dan udah sering juga kesini. Tapi sayang , Fany menganggap dia hanya sebagai sahabat. " Ucap Mama Vina bercerita pada Irfan.
"Oh gitu ya Ma. Oh ya Ma , anaknya Tante Anisa sekarang udah ada disini ." Ucap Irfan yang membuat Mamanya itu kaget.
"Kapan dia datang?" Ucap Mama Vina yang entah mengapa merasa senang mendengar kabar itu.
"Baru kemaren Ma. Ma , apa kira-kira Fany udah lupa sama dia?" ucap Irfan dengan memandang Mamanya.
"Mama rasa nggak. Bahkan di kamar Fany masih ada foto mereka berdua. Mama sering melihat dia secara diam-diam , dia berdiri di balkon kamar sambil memandangi foto mereka. Mungkin Fany sangat merindukan dia." ucap Mama Vina dengan tersenyum.
"Aku pengen mempertemukan mereka berdua Ma. " Ucap Irfan dengan tersenyum pula.
"Iya nggak apa-apa , sebenarnya Mama sama Anisa sudah dari dulu udah berjanji untuk..." ucapan Mama Vina terputus ketika tiba-tiba Fany datang .
"Aku gini aja ya , Gimana? Bagus ngga ?" tanya Fany yang tiba-tiba muncul dipintu taman.
"Eh iyaa udah gak usah cantik-cantik. Ntar bikin heboh pacar orang lu!" ucap Irfan yang membuat Fany mengerucutkan bibirnya.
"Mama ikut yuk..." ajak Fany pada Mamanya.
"Enggak sayang , Mama dirumah. Kalian aja jalan-jalan kan kalian udah lama nggak jalan bareng." ucap Mama Vina dengan tersenyum.
"Yaudah Mama aku pergi dulu ya." ucap Irfan sambil berdiri lalu mencium punggung tangan Mamanya.
"Iya. Jaga adik kamu baik-baik ." ucap Mama Vina dan Irfan pun mengangguk mengerti.
__ADS_1
"Ma aku jalan dulu ya." ucap Fany yang juga melakukan hal sama dengan kakaknya.
Fany dan Irfan berjalan keluar rumah. Irfan menuju garasi mengambil mobilnya dan menghampiri Fany yang tengah menunggu di depan rumah. Fany masuk kedalam mobil dan memakai seatbeltnya. Mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah menuju mall pusat perbelanjaan terbesar di kota ini.
"Gimana sekolah kamu Fan? " Tanya kak Irfan memecah keheningan di tengah perjalanan.
"Baik kak , nggak ada masalah. " ucap Fany sambil memainkan ponselnya.
"Kepengen lanjut kuliah dimana besok?" tanya kak Irfan lagi.
"Di kampus yang sama dengan kakak aja deh , kampus kakak bagus itu aku pengen masuk di universitas yang sama seperti kakak." ucap Fany yang memang dari dulu ingin masuk di universitas yang sama seperti kakaknya.
"Boleh . Sekolah yang bener kamu itu. Gak usah pacaran dulu. " ucap kak Irfan sambil fokus mengemudi.
"Yehh siapa sih yang pacaran , akutuh belum ada pikiran buat pacaran. Aku mau fokus sekolah dulu. " ucap Fany dengan yakin lalu tersenyum.
"Kalo ada cowo yang serius sama kamu gimana? Trus kalo Mama Papa juga setuju sama cowo itu gimana?" tanya kak Irfan dengan santainya tanpa melirik adiknya.
"Nggak ada yang serius sama aku kak. Belum ada. Dan aku belum nemuin siapa orang itu." ucap Fany.
"Kamu sama si Reza cuma temenan doang? Nggak lebih gituh?" tanya kak Irfan.
"Aku sama Reza temenan kak , temen baik aja. Tapi banyak yang bilang sih kalo Reza suka sama aku dari dulu. Tapi aku suka sama dia sebagai sahabat kak , aku mau sahabatan sama dia selamanya. Karena kalo aku pacaran , jika suatu saat ada masalah trus putus pasti hubungan kami jadi nggak baik . Aku nggak mau itu terjadi kak." ucap Fany bercerita . Fany memang suka bertukar cerita pada kakaknya.
"Sahabat jadi cinta itu ada lho dek. Tapi kakak tau usia seperti kamu itu memang masih labil sih. Ada masalah sepele aja bisa jadi salah paham yang berakhir putusnya hubungan. " ucap kak Irfan .
"Iya makanya itu kak , aku cari aman aja. Hehehe toh sekolah aku belum kelar , nanti kalo peringkatku turun gimana coba? " ucap Fany dengan tersenyum.
"Meskipun kamu nggak pacaran pun kamu udah ada jodohnya dek. " Ucap kak Irfan sambil tersenyum misterius yang membuat Fany bingung.
"Maksudnya ?" tanya Fany.
"Adadeh ! " ucapan kak Irfan benar-benar membuat Fany bingung.
"Apa dek ? Udahlah lupain aja , kamu itu sekolah yang bener dulu. Tadi kakak cuma becanda. Serius amat lu!" ucap kak Irfan yang membuat Fany kesal.
"Punya kakak satu aja gini banget sih!" ucap Fany sambil mengalihkan pandangannya ke luar kaca mobilnya. Ia melihat mobil motor yang berlalu-lalang dan bangunan megah seperti gedung pencakar langit berdiri dimana-mana.
"Bersyukur punya kakak kayak aku tuh. Gini-gini perhatian loh sama kamu. Yang kamu pengen kakak turutin , kurang apa coba aku jadi kakak kamu tuh?!" ucap kak Irfan dengan santainya.
"Kak aku pengen tinggal di apartemen kakak . Boleh nggak? Beberapa hari aja , ngga lama kok. Cuma agak bosen aja dirumah." ucap Fany sambil memandang kakaknya kembali dengan senyam-senyum memohon.
"Boleh aja sih , asal ngga nyusahin. Lumayan kan ada kamu jadi bisa beres-beres apartemen kakak kalo kakak lagi sibuk kuliah sama kerja. Iya kan dek ?" Ucap kak Irfan dengan sesekali melirik adiknya yang menatapnya sambil terus tersenyum itu.
"Oke ngga apa-apa kok kak. Tenang , aku bisa kok beres-beres rumah. " ucap Fany dengan tersenyum manis karena diizinkan tinggal di apartemen kakaknya. "Eh tapi selama aku tinggal di apartemen kakak , kakak jangan bawa cewek kakak ke apartemen loh yah! " ucap Fany yang berhasil mendapatkan jitakan di keningnya.
"Sembarangan kalo ngomong! Gada cewek ! Kalo cowok banyak. Besok kamu bakal tak kenalin sama temen kakak!" ucap kak Irfan .
"Boleh , temen kakak cakep-cakep kan yak." ucap Fany dengan senyum yang dibuat-buat.
"Anak kecil tau apa sih kamu ?" ucap kak Irfan dengan nada mengejek.
"Kakak ih nyebelin banget ! Udah gede aku tuh !" ucap Fany memanyunkan bibirnya.
Kakaknya hanya tertawa melihat adiknya yang sukses ia jahili. Tak lama kemudian mobil telah sampai di tempat parkiran mall.
"Ayok turun !" ajak kak Irfan.
Mereka berdua keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk ke mall. Sampai di dalam , ia berjalan-jalan menyusuri butik-butik dengan barang branded.
__ADS_1
"Mau?" tanya kak Irfan melihat adiknya yang terlihat sedang melihat-lihat dress keluaran terbaru.
"Enggak ah kak , baju dirumah udah banyak. Aku cuma lihat doang." ucap Fany dengan tersenyum.
"Yang bener gak mau beli? Nanti Kakak yang bayarin , mau ambil yang mana? Ini mau nggak , bagus dressnya nih." ucap kak Irfan yang ikut memilih dress selutut tanpa lengan berwarna silver dihiasi pita dibagian dada. Hal itu membuat Fany terkekeh geli melihat kakaknya yang benar-benar perhatian padanya.
"Boleh aja sih kalo kakak yang maksa. Hehehe..." ucap Fany dengan senang hati.
Seusai dari butik dengan menenteng paper bag , kedua kakak beradik itu melanjutkan jalan kembali sembari melihat kedai-kedai yang menjual berbagai macam produk ternama.
"Dek , tas bagus-bagus tuh! Mau nggak?" ucap kak Irfan menunjuk arah dimana terdapat berbagai macam tas mewah.
"Nggak usah kak , mahal itu tas branded semua . Ntar duit kakak habis loh!" ucap Fany sambil menarik lengan kakaknya itu terus berjalan.
"Terus kamu maunya apa ?" tanya kak Irfan mengikuti kemana Fany menyeretnya.
"Cari boneka aja , aku pengen boneka itu!" ucap Fany dengan mengajak kakaknya masuk memilih boneka yang besar dan lucu. "Aku mau ini kak." ucap Fany memilih boneka panda besar dengan tinggi satu meter dihiasi love di dada boneka itu.
"Oke , ada lagi ? Masa cuma satu aja?" ucap kak Irfan.
"Iya satu ini aja kak , buat temen tidur hhehe. Udah bosen sama boneka yang lain." ucap Fany tersenyum senang.
Kakaknya pun ikut tersenyum dan mengacak puncak rambut kepala adiknya itu. Ia senang bisa membuat adiknya bahagia. Dia sangat menyayangi adik satu-satunya itu.
Setelah membayar boneka yang dibelinya , mereka keluar dari toko itu.
"Dek kamu tunggu sini bentar ya. Kakak mau ke mobil dulu naruh ini. " ucap kak Irfan.
"Aku ikut aja ." ucap Fany .
"Nanti kamu capek bolak-balik , udah kamu tunggu disini. Dan jangan pergi kemana-mana. Oke!" ucap kak Irfan yang kemudian pergi meninggalkan Fany sendirian.
Fany pun duduk didepan toko boneka yang dibelinya tadi. Ia mengeluarkan ponselnya dan memainkannya. Ia membuka akun Instagram-nya dan melihat teman-teman memposting liburannya di berbagai tempat destinasi wisata. Ia tersenyum sesaat dan tanpa sadar pandangannya menangkap seseorang .
Laki-laki dengan celana jeans hitam dengan kaos merah. Ia sungguh tampan bertubuh tinggi dan berkulit putih serta hidungnya yang mancung. Bibir merah mudanya terlihat sempurna yang saat itu sedang berbicara dengan seseorang di dalam telponnya.
Seorang laki-laki muda seumuran kakaknya itu sedang berjongkok menundukkan badannya mengambil dompetnya yang terjatuh. Fany kaget melihat benda berwarna silver itu menjuntai keluar dalam baju kaosnya. Ia melihat kalung silver dengan bandul berbentuk setengah hati itu tanpa berkedip.
"Kalung itu! Tapi yang pakai kalung seperti itu kan banyak banget." ucap Fany dalam hati yang masih terus menatapnya.
Seseorang itu tanpa sengaja juga menoleh ke arah Fany . Pandangan mata mereka akhirnya bertemu. Laki-laki itu tersenyum manis sambil memasukkan kalungnya ke dalam baju kaosnya kembali. Lalu laki-laki itu pergi berlalu seperti ia sedang terburu-buru.
"Sorry ya dek lama." ucap kak Irfan mengagetkan Fany.
"Eh kakak , iyaa iya nggak apa-apa." ucap Fany yang nampak bersikap seperti biasa seolah tidak ada apa-apa.
"Laper ngga dek? Makan yuk... Abis itu nonton." ajak kak Irfan yang sudah merasa lapar karena jam sudah menunjukkan waktu makan siang.
"Ayok kak , aku juga laper." ucap Fany yang kemudian diajak menuju salah satu restoran cepat saji didalam mall itu.
Mereka berdua menikmati makan siang dengan tenang. Beberapa saat setelah makan , mereka melanjutkan acaranya untuk nonton.
Sepanjang waktu didalam bioskop , pikiran Fany tak bisa konsentrasi pada film yang diputar. Ia masih terbayang-bayang oleh senyuman laki-laki yang tak sengaja dipandanginya tadi.
"Ah cowok itu! Bikin gue halu aja deh ! Dia siapa sih ? Keren banget. Tapi kok rasanya kayak beda ya dari sekian banyak cowok yang pernah gua temui. Aduhh apaan sih lu Fany lupain deh! Lu gak kenal sama tuh orang! Buang pikiran lu jauh-jauh deh!" ucap Fany dalam hati. Selama menonton Fany hanya perang batin sendiri tanpa fokus pada alur cerita film.
*
*
__ADS_1
*
Siapa yaaa????😁