
Hari demi hari telah berlalu. Bulan dan tahun seakan-akan begitu cepat mengkikis waktu yang akan datang.
Ada sesuatu yang menyilaukan pandangan matanya yang masih terpejam itu. Seseorang perlahan membuka mata dan menyingkap selimut tebal yang menutupi tubuhnya.
Dilihatnya jam masih menunjukkan pukul 06.30 WIB. Waktu memang masih pagi , namun mentari telah memancarkan sinarnya.
Ya , Fany yang kini telah naik ke kelas 3 SMA itu sedang mengerjap-ngerjapkan matanya. Entah masa liburan yang keberapa kali ia habiskan untuk bersama keluarganya dan kadang kerumah nenek nya.
Fany tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik dan pintar. Memiliki perawakan tubuhnya tinggi yang ideal berambut panjang , bibirnya yang merah muda , alis tebal dengan bulu mata yang lentik ditambah hidungnya yang mancung serta kulit putih cerah yang membuatnya semakin menawan.
Sikap yang baik hati dan sopan serta tak sombong , tak pernah membeda-bedakan dalam berteman membuatnya memiliki banyak teman yang akrab padanya. Cowok-cowok pun banyak yang tertarik untuk menjadi temannya bahkan menjadi kekasihnya. Namun sampai saat ini Fany masih setia dengan status jomblonya.
Dan hari ini , hari libur sekolah yang membuatnya jenuh karena hanya berada di rumah bersama Mamanya sedangkan papanya tadi pagi pukul 05.00 WIB harus berangkat bekerja di luar kota selama 3 hari. Dan lagi kakaknya memilih tinggal di apartemen seorang diri karena lebih dekat dengan kampus serta perusahaan papanya yang kini telah menjadi tanggung jawabnya pula. Meskipun masih berkuliah , kakaknya Fany yang bernama Irfan itu sudah fasih sekali memimpin perusahaan milik papanya.
Fany bangkit dari ranjangnya lalu masuk ke kamar mandi . Ia pun membersihkan tubuhnya. Setengah jam kemudian dia telah selesai mandi dan berganti pakaian santai rumahan dengan celana pendek dan kaos pendek lalu mengikat rambut panjangnya menjadi seperti ekor kuda agar terlihat lebih segar.
Dengan langkah santainya ia berjalan menuruni tangga sambil membawa handphone kesayangannya.
"Pagi Mama..." sapa Fany dengan tersenyum pada Mamanya yang tengah berada di dapur .
"Iya sayang pagi , wah anak Mama udah mandi ya kok udah wangi banget? Mau kemana ?" ucap Mamanya sambil mengaduk teh hangatnya.
"Ah mama nih , biasanya aku kalo pagi juga udah rajin mandinya. " ucap Fany sambil berjalan mengikuti Mamanya ke taman rumahnya. "Mama , aku pengen liburan Ma..." ucapnya lagi sambil duduk di samping Mamanya.
"Memangnya kamu mau liburan kemana ?" tanya Mamanya .
"Ehm bingung Ma... Kemana yaa?" ucap Fany seolah tampak berfikir.
"Kepuncak sana." ucap Mamanya .
"Gak mau ah Ma , gak seru kalo kesana gak bareng-bareng tuh." ucap Fany.
"Terus kamu mau liburan kemana sayang?" tanya Mamanya.
Lalu terdengar notif WhatsApp yang menandakan ada pesan masuk di handphonenya. Dibukanya pesan itu.
( Reza : "Pagi cantik ... Lu lagi dimana ? Gua pengen ajakin lu jalan , mau nggak?")
Ya , Anreza atau yang sering di panggilnya Reza itu adalah teman satu sekolah juga satu kelas dengan Fany. Ia juga salah satu cowok paling digemari disekolah. Banyak yang tergila-gila dengan pesona Reza. Dia bersama tiga temannya selalu menjadi topik utama yang dibicarakan para cewek.
Namun banyak juga yg mengetahui bahwa Reza menyukai Fany sejak pertama kali masuk ke SMA itu. Tapi berbeda dengan Fany , ia menganggapnya hanya sebagai sahabatnya. Reza memang selalu memperhatikan dan menjaga seperti tuan putrinya. Tapi entah mengapa Fany tak bisa memaksakan hatinya untuk menyayangi Reza dengan lebih. Padahal Reza juga sudah sering main ke rumahnya dan akrab pada orangtuanya.
"Mama , Reza ngajakin aku jalan . Boleh nggak Ma?" tanya Fany pada Mamanya meminta izin.
"Boleh dong sayang , nggak apa-apa asal jangan pulang malem ya." ucap Mamanya dengan tersenyum.
"Iya Ma , paling jalan cuma sebentar kok." ucap Fany yang kemudian membalas pesan dari Reza.
( Fany : "Iya Za , pagi juga.
Gua lagi dirumah aja nih.
Ehm boleh Za , emang mau jalan kemana?" )
Tak lama kemudian ada derings panggilan suara di handphonenya bertuliskan nama Reza. Lalu di jawabnya panggilan itu.
( Reza : "Halo Fan..." )
( Fany : "Hai Zaa" )
( Reza : "Gimana nih kalau kita ke pantai aja , mau ?" )
( Fany : "Iya deh gua mau Za , udah lama gak ke pantai juga." )
( Reza : "Oke kalau gitu lu siap-siap ya , gua otw rumah Lu." )
( Fany : "Kok udah otw , emang lu udah siap-siap juga ?" )
( Reza : "Udah lah dari tadi gua , tinggal otw jemput lu doang. hhehe..." )
__ADS_1
( Fany : "Kalau misalnya tadi gua gak mau gimana ?" )
( Reza : "Gua udah pastiin kalo lu gak bakalan nolak , jadi gua udah yakin udah siap." )
( Fany : "Dihh lu emang nyebelin yah !! Yaudah deh oke ! Gua siap-siap bentar. Ati-ati dijalan lu. Bye!" )
Tanpa menunggu jawaban dari telpon diseberang sana , Fany telah lebih dulu memutuskan sambungan telepon secara sepihak yang membuat Reza disana tersenyum simpul .
"Ini cewek bener-bener bikin gua nyaman banget sih." ucap Reza yang kemudian bergegas masuk ke mobilnya.
30 menit kemudian Fany telah mengganti pakaiannya dengan calana panjang jeans hitam kaos pendek dan jaket jeansnya. Lalu ia menggunakan sepatu ketsnya . Dia membiarkan rambut panjangnya tergerai begitu saja sambil memoles wajahnya sebentar dengan sedikit make up tipis agar tak berlebihan dan terlihat natural. Fany pun telah selesai dan turun ke ruang tamu menemui Mamanya dan Reza yang baru saja sampai.
"Udah siap-siapnya?" tanya Reza .
"Udah dong." jawab Fany dengan tersenyum.
"Yaudah Tante Reza izin bawa Fany nya jalan dulu ya ... " ucap Reza meminta izin .
"Kalian memangnya udah sarapan? Sarapan dulu yuk..." ucap Mama Vina.
"Nanti aku sama Reza sarapan diluar aja deh Ma... " ucap Fany pada Mamanya.
"Yaudah kalau gitu , kalian hati-hati ya dijalan." ucap Mama Vina dengan tersenyum.
"Oke siap Tante ! Fany aman kok bakal Reza jaga terus. Tante tenang aja . " ucap Reza seperti biasanya karena memang sudah akrab pula dengan Mama Vina.
"Kamu inii Zaa !" ucap Mama Vina tersenyum mendengar ucapan Reza tadi.
"Hhehehe yaudah Tante kami berangkat dulu ya. " ucap Reza berpamitan dengan bersalaman pada Mama Vina.
"Aku jalan dulu ya Ma... Mama hati-hati dirumah ya..." ucap Fany yang juga bersalaman mencium punggung tangan Mamanya.
"Iya nak kalian juga hati-hati ya.. Kalau ada apa-apa hubungi Mama ya." ucap Mama Vina berpesan.
"Siap Ma!" jawab Fany .
Sekilas dia melihat ke arah Fany , Fany telah memasang seatbelt nya terlebih dahulu. Lalu Reza pun tersenyum.
"Kenapa lu?" tanya Fany melihat Reza yang meliriknya sambil tersenyum.
"Anak pintar!" ucap Reza sambil mengacak puncak kepala Fany.
"Apaan sih lu! Ntar berantakan rambut gua nih , gak bawa sisir gua..." ucap Fany seperti anak kecil sambil memperbaiki rambutnya.
"Berantakan atau nggak lu itu tetep cantik dimata gua Fan..." ucap Reza dengan santainya sambil menghidupkan starter mobil.
"Lebay ah lu!" ucap Fany dengan mengalihkan pandangannya memandang arah luar jendela mobil . Dilihatnya , Mama Vina melambaikan tangan ke arahnya lalu Fany pun membalas lambaian Mamanya.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang sambil menikmati pemandangan pagi hari yang nampak lenggang tak seramai hari yang lalu. Ya karena hari ini hari liburan jadi jalanan tak dipenuhi para siswa yang berangkat sekolah.
"Oh iya , tujuan kita mau ke pantai mana nih ?" tanya Fany memecah keheningan .
"Gua mau ajakin lu ke suatu pantai, tempat yang dijamin bakal bikin lu tenang. Gua yakin lu suka banget. " ucap Reza dengan tersenyum sambil melirik sekilas wajah Fany yang tampak cantik .
"Hemmm yaudah deh okee... Kali ini gua nurut aja sama lu ya . " ucap Fany yang kemudian memutar lagu mp3 di mobil Reza.
Fany memutar lagu Davichi berjudul This Love lalu ia ikut menyanyi menirukan lirik lagu kesukaannya itu. Dan hal itu membuat Reza tersenyum menikmati suara merdu Fany.
Sampai di suatu supermarket Reza memberhentikan mobilnya.
"Mau ikut nggak ? " tanya Reza sambil melepas seatbeltnya.
"Mau cari apaan ?" tanya Fany balik.
"Terserah lu mau beli apa . Jajan sepuas lu sana gua yang bayarin." ucap Reza dengan santainya.
"Beneran yah! Hhehehe" ucap Fany yang kemudian melepaskan seatbeltnya dan bersiap untuk ikut turun masuk ke supermarket itu.
__ADS_1
"Iya gua beneran , emang gua pernah bohong sama lu? " ucap Reza kemudian ia keluar dari mobil yang di ikuti Fany.
Sampai di dalam supermarket , Reza mengambil sebuah keranjang untuk belanja.
"Lu mau ini gak ?" tanya Reza menunjukkan susu uht pada Fany .
"Mau banget gua." ucap Fany dengan tersenyum manis seperti anak kecil mendapat permen.
"Trus apalagi ? Ambil aja sesuka lu , roti kek biskuit snack buah minuman apa aja terserah lu.. Gua gak bisa klo mau milihin buat lu.. Gua yang bawain aja lu yang milih. Oke!" ucap Reza panjang lebar sambil mengikuti Fany berjalan memilih apa yang akan di beli.
Fany mengambil snack kentang dan makanan ringan lain untuk cemilan. Ia juga mengambil dua bungkus roti basah isi cokelat dan minuman seperti air mineral , teh , dan susu.
"Udah aja deh Za , gak usah banyak-banyak. Yang mau makan emang siapa aja?" ucap Fany berhenti memilih belanjaan.
"Yakin ? Udah ini aja ? Gak kurang? Kan tadi lu belum sarapan juga, atau kita sarapan di restoran aja?" ucap Reza meyakinkan Fany.
"Iya udah ini aja , tadi gua ambil roti kok buat sarapan nanti dimobil. Gak usah ke restoran , keburu siang ntar!" ucap Fany sambil menyeret lengan Reza menuju kasir.
"Iya-iya deh tuan puteri , tunggu mobil sana lu gua aja yang mbayar!" ucap Reza menyuruh Fany duluan ke mobil karena antrian pembayaran di kasir lumayan banyak. Ia tak mau melihat Fany lelah berdiri menunggu antrian.
"Gua temenin !" ucap Fany tak mau pergi.
"Antrian masih banyak Fan , ntar lu capek berdiri mulu." ucap Reza dengan perhatian.
"Tapi lu gapapa gua tinggal ? Yakin ?" ucap Fany .
"Iya gua gapapa. Udah duluan aja masuk mobil sana." ucap Reza dengan suara lembutnya. Fany pun nurut saja dan pergi keluar dari dalam supermarket lalu masuk ke mobil .
Baru 5 menit didalam mobil , Fany melihat handphone milik Reza tergeletak begitu saja di kursi kemudinya. Dan ia tak sengaja melihat layar ponsel tersebut ketika ada sebuah notif yang membuat layarnya menyala sejenak. Fany kaget tak percaya mengetahui bahwa ada foto dirinya dilayar tersebut. Foto di bingkai cantik di salah satu sudut layar .
"Kenapa foto gua di jadiin wallpaper hp dia ? Apa segitunya sih lu beneran suka sama gua? Aduhh kok gua jadi ngerasa gimana gitu sih !" ucap Fany bingung pada dirinya sendiri.
Fany sebenarnya memang tahu perasaan Reza padanya. Tapi apa boleh buat , Fany hanya menganggap Reza sebagai sahabat terbaiknya dan tak lebih. Reza terlalu baik padanya , Reza telah dianggapnya juga sebagai kakak di sekolah.
Sampai-sampai Fany merasa bahwa kini ia telah melupakan seseorang di masa kecilnya yang dulu berjanji akan selalu menemuinya. Sampai kini Fany masih berharap bahwa liburan sekolah kali ini seseorang yang diharapkannya akan benar-benar datang. Karena Fany sampai saat ini pun tak pernah tau kabar tentang seseorang yang dirindukannya itu.
Ia benar-benar lelah merindukan seseorang tanpa tahu orang itu dimana , seperti apa sekarang dan bagaimana keadaannya. Bertahun-tahun ia selalu berharap seseorang itu akan datang , namun selalu mengecewakan.
"Heiii!!! Melamun aja lu! Kesambet baru tau rasa lu!" ucap Reza yang tiba-tiba masuk mengagetkan dirinya yang tengah melamun mengingat masa lalu.
"Lu tuh nyebelin banget!" ucap Fany tersadar dan memukul ringan lengan Reza yang sedang menaroh belanjaan di kursi belakangnya.
"Abis lu pagi-pagi gini melamun . Hhehehe sorry ya lama tadi." ucap Reza tertawa receh yang kemudian menyalakan mobil dan melajukan mobilnya membelah jalanan kota.
"Nih buat lu." ucap Fany sambil memberikan roti pada Reza yang sedang mengemudi.
"Bukain dong." pinta Reza tanpa menoleh pada Fany.
"Udah gua buka , lu aja yang gak lihat! Kan gua tau lu lagi nyetir mana bisa buka sendiri!" ucap Fany dengan bawelnya.
"Hhehehe maaf deh , oke makasih ya . Tumben lu baik hhaha..." ucap Reza sambil menerima roti dengan satu tangannya.
"Rese banget sih lu !" ucap Fany yang kemudian membuka roti untuk dirinya sendiri.
Mereka pun menikmati perjalanan sambil makan roti untuk sarapan dan memakan makanan ringan untuk cemilan.
Tak ada hentinya mereka saling bercanda dan bercerita. Dan disitulah banyak hal yang membuat Reza merasa bahagia namun juga merasa sedih. Bahagia mampu membuat perempuan yang disukainya tertawa dan sedihnya dia tak mampu memiliki hatinya.
*
*
*
#Bahagia itu sederhana
Jika tak mampu membuat nya tertawa
Janganlah membuatnya menjatuhkan air mata
__ADS_1
❤️