
Sebulan telah berlalu, Azharin tidak pernah merespon sekalipun pesan Bernard. Walau dia tidak memblokir. Azharin kini memberikan kesempatan untuk dekat dengan pria asal india yang bekerja di Dubai sebagai civil engineer.
Dari pria Eropa dia berpindah pada pria Asia. Meskipun bukan dari negaranya. Azharin mulai sering berkomunikasi dengan Rajesh. Rajesh lebih muda usianya dari Azharin. Selisih usia mereka terpaut 5 tahun lebih tua Azharin. Jika dilihat dari raut wajah, Azharin jauh terlihat lebih muda. Azharin tetap percaya diri dan nyaman-nyaman saja berkomunikasi dengan Rajesh.
Dua bulan perkenalan mereka, Rajesh mengajak mesum melalui panggilan video. Azharin menolak dan berkata akan memblokir. Rajesh meminta maaf. Sejak itu Rajesh tidak pernah meminta lagi dan komunikasi mereka tetap baik-baik saja.
Azharin nyaman bercanda dan bercerita apa saja pada Rajesh. Azharin menemukan suasana yang berbeda dengan Rajesh. Azharin selalu mengganggu Rajesh di jam-jam kerjanya dan jam tidur malam Rajesh. Rajesh tak pernah sekalipun marah. Rajesh tersenyum setiap Azharin mengganggu kesibukannya. Azharin juga tahu diri, dia hanya mengganggu sepersekian menit. Lalu memutuskan sambungan telepon setelah memberikan senyuman manis.
Lima bulan sudah mereka saling kenal, Rajesh menawarkan Azharin untuk ke Dubai. Rajesh belum bisa mengajukan cuti. Begitu juga dengan Azharin. Azharin tidak menjanjikan apa-apa.
Rajesh akhirnya mengatakan Azharin adalah cinta cepat dan cinta terakhirnya. Azharin tetap tidak merasa mantap untuk serius pada Rajesh. Dia hanya merasa nyaman. Dia tak pernah merasakan getaran cinta ataupun perasaan rindu.
Apalagi dia menemukan satu komentar di foto yang di posting Rajesh memakai kata darling pada Rajesh. Awalnya Azharin mengabaikan. Hingga Azharin membaca komentar lain yang mengatakan, "Kamu terlihat online mengapa tidak membalas pesan cintaku."
Azharin mulai tidak percaya. Dia mulai tidak terlalu meladeni. Meskipun tidak menghindari Rajesh begitu saja. Berpuluh kali dia mengacuhkan panggilan Rajesh. Akhirnya Rajesh juga sering hilang dari peredaran. Azharin tak ambil pusing.
Tidak mendapatkan apapun dari perburuannya, ia mulai menemui kebosanan. Azharin menutup sementara akun facebook. Dia hanya fokus pada kerjanya.
Hingga masa cutinya datang, Azharin berencana berlibur ke Spanyol. Ada satu pria yang dia kenal sebagai teman di sana. Dia mengenalnya ketika pria asal Spanyol itu berkunjung ke Indonesia. Pertemuan mereka saat Azharin sedang main ke sebuah bar bersama Sonia dan Sahara dua tahun lalu. Pria itu menawarkan Azharin untuk ke Spanyol.
Azharin sempat lost contact karena Hendri melarangnya. Ketika mereka sedang makan malam, Azharin pergi ke toilet. Pria asal Spanyol itu meneleponnya. Hendri melihat saja dan tidak mengangkat. Namun dia melarang Azharin berkontak. Azharin menuruti.
"Apa tidak berbahaya kau pergi sendirian?" tanya Sonia dua hari sebelum hari cutinya datang.
"Aku tidak bodoh-bodoh amat untuk ditipu orang."
Azharin telah meminta izin abangnya. Walau awalnya abangnya menolak. Azharin kembali berkeras dan tidak ingin siapapun melarangnya.
Kini Azharin telah berada di bandar udara internasional. Perjalanan yang akan ditempuhnya lebih kurang 18 jam. Azharin telah mengabarkan pada temannya. Azharin bertolak dari Jakarta ke Madrid. Dia transit sekali di Turki. Dari Turki ke Madrid perjalanan lebih singkat. Hanya berkisar tiga sampai empat jam.
Saat transit, Azharin duduk-duduk di kafe. Dia menggunakan jasa Wi-Fi yang tersedia. Azharin membuka akun facebook yang sengaja ditutupnya untuk sementara saja. Azharin iseng menulis status dan berfoto.
__ADS_1
"Aku bukan milik siapapun selain Tuhan-ku. Aku bebas menikmati apapun yang ingin aku raih. Entah itu cinta seorang pria atau hanya sebuah perjalanan bahagia." Itulah caption yang dia tulis dalam bahasa inggris. Dia juga menambahkan foto di kafe bandara Turki.
Sebentar saja, Azharin banyak mendapat like dan komentar. Ada yang mengatakan, "Akhirnya si gadis kaku menulis sebuah status juga." Siapa lagi yang berkomentar begitu kalau bukan calon kakak iparnya. Mereka belum juga memutuskan untuk menikah.
"Wah, kode keras ini. Bahwa empunya berstatus masih sendiri atau malah jomblo sejati ... wkwkwkwk." Satu teman kuliahnya berkomentar.
Azharin membaca komentar-komentar itu. Dia terkadang sekadar membalas dengan simbol tertawa atau kadang menjulurkan lidah.
Bahkan ada komentar yang lebih lucu lagi. Itu dari Sahara teman kantornya. "Wow wanita di kantor imigrasi baru bisa menulis status setelah dia imigrasi ke Turki. Selamat jadi warga negara Turki. Tetapi bukankah kemarin kamu mengurus surat pindah ke Spanyol?" tulis Sahara konyol.
Azharin membalas dengan lebih konyol. Dia menuliskan, "Pintu hatiku terketuk setelah aku menerima cinta pria Spanyol. Aku minta kamu tidak berisik wanita biang rusuh. Hahhaa."
Sonia ikut kembali mengomentari di komentar Sahara. Dia berkata, "Dia mau jadi warga negara Spanyol itu Ra. Menikahi kekasihnya."
Azharin sengaja membalas yang pastinya membuat Sonia kesal hati, "Berisik KAKAK IPAR! Aku kira ide itu juga bagus kau praktikkan. Jangan tunggu dilamar tapi lamarlah. Jangan tunggu dinikahi tetapi nikahi dia. Hahaha."
Sebentar saja, kolom komentar Sahara ramai dengan komentar teman-teman kantor mereka. Azharin lebih ceria sejak tidak bersama Hendri.
Masih banyak lagi yang memberikan komentarnya. Azharin memberikan simbol melambaikan tangan di kolom komentar kawan kantornya. "Bye teman semua. Aku tidak akan kembali ke sisi kalian."
"Iya kau sedang melakukan perjalanan jauh. Jangan aneh-aneh deh," kata yang lainnya.
Azharin tersenyum, Dia berkata, "Aku tidak kembali karena aku akan menikah di Spanyol, seperti kata kakak ipar tercintaku. Apakah kalian tidak bekerja??" Azharin sengaja berkomentar begitu. Dia memberikan simbol tertawa sampai mengeluarkan air mata. Padahal ia sangat tahu, jika ini hari sabtu.
Dia sengaja membuat status menjadi bersifat publik. Entah apa tujuan gadis itu. Azharin juga telah mengabarkan pada Sonia dia telah sampai di Turki. Masih menunggu transit, dia mengisi daya handphone.
***
Tak butuh waktu lama mencari temannya ketika dia telah mendarat. Teman Azharin tersebut telah menanti di ruang kedatangan. "Halo Lex. Pastinya kau terlihat sangat bagus." Azharin menyapa dalam bahasa inggris dan tidak berbasa-basi menanyakan kabar.
"Pastinya, demi teman cantikku." Dia memeluk Azharin dan mencium pipi kiri lalu pipi kanan Azharin. Azharin agak kikuk, tetapi dia tahu itu sekedar budaya Alex.
__ADS_1
Teman Azharin, Alex Marquise. Lelaki berusia setahun di atas Azharin itu seorang pebisnis di tempat hiburan malam yang terkenal. Azharin sengaja minta dicarikan hotel. Dia menolak tegas tawaran temannya untuk membayarkan hotel. Azharin juga menolak saat temannya mengajak menginap di apartemennya.
Perjalanan yang lama, tidak membuat dia lelah. Azharin tidak langsung ke hotel. Dia meminta Alex mencarikan tempat kuliner. Azharin tidak kenyang dengan makanan yang didapat dari servis pesawat.
Azharin mencoba makanan khas Spanyol. Sup berasal dari Andalusia itu menjadi menu pilihannya di hari pertama. Sup pedas yang dibuat dari sayuran mentah cincang. Azharin ternyata kurang menyukai rasanya. Lidahnya tidak terbiasa.
"Bagaimana?" tanya Alex tersenyum saat melihat reaksi Azharin menelan makanannya.
"Aku kurang menyukainya. Tetapi tidak baik mengatakan tidak enak jika makanan tersebut sudah masuk ke dalam perut." Azharin berkata dengan senyum lebar.
"Apa kau ingin mencoba menu lain?" tanya Alex antusias. Azharin menggeleng. Dia ingin mencari cemilan saja.
"Aku ingin mencari Churros," ujar Azharin. Awalnya dia ingin memakan burger.
"Ohhh kau menyukainya?"
"Ya, rasanya gurih. Adonan tepung yang digoreng lalu ditaburi gula dan bubuk kayu manis itu aku rasa lebih cocok dengan lidahku."
"Juga dilengkapi dengan saus coklat. Apa kau tidak menyukai saus coklatnya?"
"Tidak, aku lebih menyukai mata cokelat kamu Lex," ujar Azharin sambil tertawa.
Alex hanya terpana. Dia menatap dalam pada Azharin. Azharin menyadarinya, dia berkata, "Apa kau heran denganku?"
"Ya. Awal jumpa, kamu ramah, tetapi sangat kaku Nona Cantik."
Azharin kembali tertawa lepas. "Apa aku berubah menurutmu?"
"Ya, setelah kau tidak pernah merespon panggilanku, kau tiba-tiba kembali dengan sikap lebih santai. Aku mengira karena melalui mobile."
"Dan kau menemukan dirimu salah." Azharin langsung mengatakan kebenarannya.
__ADS_1
"Hmmm begitulah."
***