
Mall Terrance
Max turun lebih dulu meninggalkan Leana di mobil. Leana tidak mau Max mengumumkan tentang pernikahan mereka pada karyawannya karena Leana tidak ingin hidupnya makin tertekan menjadi sorotan mereka dan bahkan rekan kerja Max. Leana ingin hidupnya tenang, setidaknya sampai anak mereka lahir.
Setelah Max pergi, selang 5 menit, Leana ikut turun untuk berjalan-jalan di dalam mall. Dia sudah berjanji untuk menemani Max sampai suaminya pulang kerja nanti.
Seorang bodyguard sudah berjaga mengikuti Leana dari jauh. Ya, Max tidak mau kejadian yang lalu terulang lagi. Dia harus berhati-hati karena orang yang menodai Leana belum ditemukan.
Leana berjalan memasuki outlet satu persatu. Dia ingin membelikan Max dasi. Pelayan menyambut Leana dengan senyuman. Dia memandang Leana dari atas ke bawah. Leana adalah wajah baru di toko mereka, jadi mereka harus memastikan pelayanan yang baik.
"Nona cari apa?"
"Saya ingin lihat dasi yang bagus untuk suami saya." Leana melihat pajangan di lemari kaca satu persatu.
"Silahkan di pilih, ini koleksi terbaru kami."
"Yang ini bagus, saya mau yang ini." Leana menunjuk satu buah dasi bewarna maroon yang tampaknya cocok untuk Max.
"Saya juga mau yang ini." seorang wanita menunjuk barang yang sama dengan Leana. Dia wanita yang sangat cantik dan tidak asing karena wajahnya wira wiri di televisi atau media sosial. Aileen Alvaro. Gadis itu begitu cantik sampai Leana saja terpana.
"Maaf, ini hanya satu. Dan Nona ini sudah lebih dulu pilih." Pelayan berusaha untuk adil.
"Tidak bisa, aku mau yang itu." "Kamu gak tau siapa saya?" Aileen menyibakkan rambut ikalnya.
"Ya, saya tau Nona Aileen. Tapi, Nona ini lebih dulu pilih." Pelayan masih tetap membela Leana meskipun Aileen adalah langganan mereka.
"Kamu mengalah saja dan cari yang lain." ucap Aileen pada Leana yang sejak tadi diam saja.
__ADS_1
"Saya mau yang ini juga." Leana tidak mau mengalah kali ini. Dia sudah bisa membayangkan Max menggunakan dasi yang dia pilih.
"Aduh, siapa kamu berani melawan Aileen. Apa kamu pemilik mall ini?" ejek Aileen dengan nada sinis.
"Aku.."
"Ada apa ini?" seorang pria blesteran datang ke arah mereka. Pria dengan tinggi 180 dan kulit pucat itu menghampiri Aileen dengan sorot mata tajam.
"Mark, aku ingin membeli dasi itu untukmu, tapi pelayan dan wanita ini gak mau kasih." "Tolong kamu bilang Max untuk memecat dia." Aileen bergelayut manja pada lengan Mark sambil satu tangannya menunjuk pelayan yang berdiri bersebelahan dengan Leana.
"Leana?"
"Mark?"
Leana dan Mark malah bertukar pandang. Mereka sama-sama terkejut sampai Mark melongo karena tidak percaya bisa bertemu Leana di mall ini.
"Dia, mantan ku." jawab Leana lebih dulu.
"What?? Jangan ngaku-ngaku ya." Aileen mendorong Leana kuat sampai Leana limbung. Dia hampir terjatuh menabrak lemari kaca jika saja seseorang tidak berdiri di belakangnya.
"Kamu gak apa-apa Bee?" Max membantu Leana tepat waktu. Ini bukan kebetulan. Dia memang khawatir dan mengamati setiap pergerakan Leana dari CCTV. Untung saja Max datang sebelum Leana jatuh.
Pelayan mundur beberapa langkah begitu Bos mereka datang.
"Wah, kamu benar-benar drama queen." Aileen masih belum puas untuk menekan Leana. Apalagi saat ini Leana meringkuk di bawah ketiak Max.
Max tidak bergeming dari tempatnya. Dia merangkul pinggang Leana dan tatapannya hanya tertuju pada Mark.
__ADS_1
"Tuan Max, dia sudah membuat kekacauan di sini. Aku merasa tidak nyaman berada di sini." keluh Aileen. "Aku langganan tetap di sini, jadi aku harap anda bisa segera mengusir perempuan ini dan memecat pelayan yang tak becus itu." oceh Aileen dengan emosi.
"Tunggu sebentar, aku hanya ingin mendengarkan penjelasan dari dia." Max menengok pada Leana yang masih terkejut, entah karena apa.
"Max, aku hanya ingin beli dasi untukmu, lalu wanita ini datang dan ingin beli dasi yang sama." ucap Leana gugup.
"Kamu panggil Tuan Max dengan nama saja?" pekik Aileen tidak percaya. Aileen sudah bertemu dengan Max beberapa kali, tapi yang dia tau, Max sangat tidak suka dengan wanita yang merayu dia dan sok akrab dengannya.
"Ya, tidak masalah kalau dia panggil aku dengan apapun. Aku juga tidak akan pernah mengusirmya karena dia adalah istri dari pemilik mall ini." Max menunjukkan kepemilikan Leana di depan karyawan dan juga kenalannya itu.
Aileen menelan ludahnya. Dia langsung game over karena ternyata Leana benar-benar pemilik dari Mall Terrance.
"Jadi, kamu sudah menikah, Le?" sela Mark dengan ekspresi yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
"Ya,, dan tolong kamu harus bersikap baik padanya. Kalau terjadi sesuatu dengan Leana dan bayinya, aku tidak akan segan-segan memberi kalian pelajaran." tantang Max pada Aileen dan Mark.
"Le, kamu sudah menikah dan sedang hamil?" ulang Mark makin tidak percaya.
"Ya,, Max suamiku." jawab Leana tanpa ragu.
Semua orang di sana terkejut, terlebih lagi pelayan alias karyawan Max. Dia tidak tau bosnya sudah menikah dan akan punya anak.
"Ayolah kita pergi saja. Kenapa kamu begitu kepo dengan mantan pacarmu itu." Aileen menarik paksa Mark yang tetap diam pada tempatnya.
"Le, kapan-kapan kita ngobrol lagi." ucap Mark tergesa.
"Bee, kamu harus beri penjelasan padaku." Max membawa Leana ke ruangannya. Dia tidak peduli lagi dengan persetujuan mereka beberapa menit yang lalu. Sepanjang jalan, Max menggandeng Leana dan sepanjang jalan itu pula semua mata menatapnya.
__ADS_1