Love In Trauma

Love In Trauma
Kemungkinan terburuk


__ADS_3

Max dan Marco terlibat dengan perckapan sengit karena Marco terlihat berputar-putar dan seperti tidak mau memberitahu Max soal sosok pria yang telah menyentuh istrinya.


Leana yang berdiri cukup jauh dari mereka tidak dapat mendengar percakapan keduanya. Dia masih shock dan kaget karena Marco tiba-tiba datang dan membuat pengakuan seperti itu.


Di tengah situasi yang sedikit janggal itu, seorang pria muncul dari persembunyiannya, lalu membekap Leana dari belakang.


Leana memberontak, tapi tenaganya kalah jauh. Dan sialnya Max tidak menyadarinya dan malah bertengkar dengan Marco.


Pria itu menyeret Leana ke parkiran mobil. Leana tidak dapat melihatnya karena tangan besar pria itu membekap mulutnya dari belakang dengan kuat.


"Ini, aku baby." bisik pria itu. "Aku sangat merindukanmu."


Leana membulatkan matanya. Bulu kuduknya berdiri seketika. Pasalnya, Kata-kata itu sama persis dengan apa yang dia dengar di gudang. Pria itu adalah pria yang menyentuhnya. Leana yakin 100%. dan suara itu sangat mirip dengan..


Bayangan di gudang terekam kembali dalam ingatan Leana. Dia memberontak, menangis, tapi pria itu tidak berhenti juga. Leana bahkan merasakan sakit luar biasa yang membuat dia akhirnya hanya pasrah dan tak mampu berbuat apa-apa lagi karena sudah terlambat.


Melihat Leana yang tidak lagi berontak, pria itu melepaskan dekapannya.


Leana berbalik untuk melihat sosok pria yang telah menyentuhnya sampai dirinya hamil. Dia membisu dan tidak bisa mengatakan apapun karena tebakannya benar.


"Le, aku menyesal dan minta maaf. Aku ingin bertanggung jawab."


Leana menggeleng. Dia mundur beberapa langkah ketika pria itu mendekat.

__ADS_1


"Kenapa kamu tega?" ucap Leana dengan ekspresi ketakutan. Ini sebuah plot twist yang tidak pernah terpikirkan oleh Leana. Dia berpikir Marco yang melakukan ini, tapi ternyata orang itu adalah orang yang tidak pernah Leana sangka.


"Le, ijinkan aku menebus kesalahanku." pria itu maju mendekat dan mengusap lembut pipi Leana.


"Minggir kamu. Jangan pernah sentuh aku lagi!" Leana menepis tangan pria itu dengan kasar. Tubuhnya sudah gemetaran karena dia tidak sanggup menghadapi rasa traumanya.


"Le, aku sangat merindukanmu." pria itu pantang menyerah. Saat dia hendak menyentuh tangan Leana, Leana memilih untuk berlari. Dia berlari dengan cepat sampai tidak sadar jika ada sebuah mobil yang melaju ke arahnya.


'Ciiiiit...' 'BRAK'


*


*


*


Max menerobos kerumunan dan benar saja, dia melihat seorang wanita tergeletak bersimbah darah di sana.


"Leaanaaaaaaaaa" teriak Max nyaring. Dia langsung mendekat, tapi petugas menahan Max karena mereka akan membawa Leana juga.


"Minggir! Itu istri saya." Max berteriak makin keras.


"Ya, anda harus tenang, kami mau bawa dia. Mohon kerjasamanya."

__ADS_1


"Tolong istri saya, saya mohon." Max maju lagi hendak membantu petugas yang memindahkan Leana ke ranjang.


"Max,," Marco yang datang segera memegang Max dengan kuat supaya Max tidak mengganggu petugas.


"Marco... itu Leana."


"Max..dokter akan melakukan yang terbaik. Kamu tenang."


"Dia sedang hamil Ko! dan anaknya itu gak baik-baik saja." ucap Max emosi. Dia tadi pergi bicara berdua dengan Dokter Mega karena ingin membicarakan anak Leana. Bayi Leana memang lemah dan dia akan mengalami kelainan yang di sebut anensefali. Bayinya bisa mati dalam kandungan atau jika lahir itu hanya akan bertahan beberapa waktu saja. Tapi karena tidak tega, Dokter Mega hanya memberitahukan itu pada Max.


Sialnya ketika kembali ke ruangan, Leana malah menghilang. Max takut Leana mendengar percakapan dengan Dokter Mega, jadi dia mencari ke seluruh bagian rumah sakit. Dan, akhirnya Max menemukan Leana bersama Marco.


Max sangat menyesal telah lalai menjaga Leana. Tapi kenapa Leana bisa tertabrak seperti itu?


"Max, aku akan urus pria itu." Marco yang melihat Max menangis akhirnya tergerak untuk berbuat sesuatu.


"Aku akan telepon Dokter Andre untuk temani kamu." "Aku pastikan akan bawa pria itu ke hadapanmu." janji Marco.


Max tidak terlalu mendengarkan Marco karena fokusnya hanya pada Leana. Mereka mengikuti petugas sampai ke ruang IGD.


Dokter Mega dan beberapa dokter lainnya sudah bersiap di sana. Max sampai berlutut menunjukkan kelemahannya pada Dokter Mega.


"Tuan, aku harap anda bersiap untuk kemungkinan yang terburuk."

__ADS_1


__ADS_2