Love In Trauma

Love In Trauma
Lebih dari itu


__ADS_3

Max baru saja pulang jam 12 malam. Dia membuka pintu kamar dan mendapati Leana belum tidur. Wanita itu duduk bersandar di haedboard sambil memandangi ponselnya.


"Bee,, kenapa belum tidur?" tanya Max sembari mencium pucuk kepala Leana.


"Nunggu kamu, sayang.. kenapa pulang malam?"


"Rani cuti, jadi aku kerjakan semua sendiri." jawab Max yang kini sudah merebahkan diri di samping Leana.


"Ya, tadi aku bertemu Rani di Hotel. Dia ternyata sangat cantik." ucap Leana dengan penuh penekanan.


"Cantik?" "Kamu yang paling cantik." puji Max. Dia menatap Leana intens. Max tidak suka wanita dengan make up tebal dan yang selalu menggunakan baju seksi untuk menggoda pria. Dia suka wanita yang natural seperti Leana. Tidak macam-macam, tapi tetap menarik.


"Sudah cepat, mandi dulu. Kamu berkeringat, Max." Leana tidak menanggapi rayuan Max. Dia menarik tangan Max untuk segera bangun.


"Apa kamu mau mandikan aku, Bee?" goda Max.


"Kalau hanya mandi, its okay."


Max yang sudah lelah langsung bersemangat kembali.


"Iya, aku janji hanya mandi. Lagipula kamu pasti lelah dan masih sakit." ucap Max sembari merangkul Leana ke kamar mandi.


Mereka berdua menikmati malam ini dengan berendam bersama di bath tub sambil meminum wine.


"Apa tadi ada masalah?" tanya Max yang melihat Leana sejak tadi lebih banyak diam dan melamun.


Pasti terjadi sesuatu tadi siang.


"Apa Mom membully kamu?"


"Emm.. sedikit, tapi gak masalah." Leana meminum wine nya tanpa memandang Max.


"Kamu jangan bohong, Bee. Cepat cerita."


"Tapi kamu gak boleh memarahi Mom." "Nanti Mom makin gak suka sama aku."


"Ya,,"


Leana akhirnya menceritakan kejadian tadi siang pada Max. Dia cerita semua hal termasuk tentang Vero yang memperlakukan dia dan Rani dengan cara yang berbeda. Vero tampak lebih menyukai Rani. Padahal menantunya adalah Leana.

__ADS_1


Max hampir saja meremas gelas yang dia pegang karena emosi, tapi untung Max bisa mengendalikan itu.


"Jangan pergi lagi dengan Mom." pesan Max.


Dia menuangkan lagi wine Leana yang sudah habis.


"Max, aku akan berusaha lebih keras untuk membuat Mom senang." ucap Leana dengan yakin.


"Apa kita pindah rumah saja, Bee?" "Aku akan beli rumah yang besar untukmu."


"Max, kenapa kamu tampaknya gak dekat dengan Mom? Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan?" Leana merasa ini waktu yang tepat untuk mencari tau tentang masa lalu Max dan keluarganya.


"Bee,, sepertinya kamu gak perlu tau." kata Max santai.


"Sayang, aku maunya dengar dari mulut kamu sendiri. Bukan dari Mom atau Marco."


Max bangun dari bath tub, lalu dia menggunakan bath robe nya.


"Kita akan tetap pindah dan kamu gak perlu tau semuanya." ucap Max yang lebih dulu meninggalkan kamar mandi.


Leana merasa sulit sekali bicara dengan Max jika itu menyangkut tentang keluarganya. Apa sebegitu rumit urusan keluarga mereka?


"Maaaax.." teriak Leana.


"Aku mau di gendong." Leana merentangkan kedua tangannya seperti anak kecil.


Max yang sedang badmood tentu saja melunak melihat tingkah laku istrinya. Max mengeluarkan Leana dan membungkusnya dengan handuk. Dia harus menahan hasratnya malam ini karena dia sudah janji tidak akan menyentuh Leana.


"Gimana aku bisa marah lama-lama kalau istriku ternyata sepintar ini merayu suaminya." ucap Max gemas.


Leana tersenyum lebar. Dia senang karena Max sudah tidak kesal lagi padanya karena berusaha menguak masa lalu Max.


Max menaruh Leana dengan hati-hati. "Aku ambilkan dulu pakaian untukmu." "Tunggu sebentar." Max segera menghilang dan masuk walk in closet.


Ponsel Max yang ada di atas nakas bergetar. Leana mengambil ponsel Max itu dengan maksud hanya melihat siapa yang menelepon suaminya malam-malam seperti ini. Lama Leana memandang ponsel itu sampai deringnya berhenti. Telepon lalu berganti dengan pesan WA masuk. Leana nekat membukanya tanpa seijin Max. Rasa penasarannya lebih besar daripada rasa takutnya pada Max.


Tuan, saya sudah pakai tiketnya.. makasi ya..


Pesan dari Rani. Dan di bawah pesan itu, Rani mengirimkan foto dirinya di kolam renang menggunakan baju renang two pieces.

__ADS_1


"Siapa Le?" Max datang dan mendapati Leana sedang membuka ponselnya. Max memang sudah memberitau kode ponselnya pada Leana. Jadi, dia tidak marah jika wanita itu membuka ponselnya tanpa ijin.


"Sekretarismu. Lihat, dia kirim foto yang sangat seksi." Leana menyerahkan ponsel Max dengan kesal.


Max melihat layar ponselnya, lalu dia menghapus foto itu. Tapi dia pura-pura untuk diam karena ingin lihat reaksi Leana.


"Menarik."


"Menarik kamu bilang?" pekik Leana.


Melihat Leana berteriak, Max malah tersenyum dan itu membuat wajahnya 2x lipat lebih tampan.


"Maksudnya, kamu makin menarik kalau lagi cemburu." goda Max.


"Siapa yang cemburu?" Leana melengos saat Max makin mendekatkan wajahnya.


"Le, mengaku saja kalau kamu cemburu pada Rani."


"Yaa, aku cemburu Max. Kamu lebih banyak habiskan waktu sama dia di kantor. Dia itu juga kirim foto seksi sama kamu. Apa dia gak tau kalau kamu itu sudah..."


Sebelum Leana menyelesaikan ucapannya, Max sudah lebih dulu membungkam Leana dengan sebuah ciuman.


"Leana Scotts.. aku jamin aku gak akan berpaling darimu." ucap Max setelah tautan bibir mereka terlepas.


Leana mengangguk. Dia memeluk Max erat seperti memeluk boneka beruang raksasa. Tapi, Leana merasa ada yang ganjil dengannya.


"Max,, aku lupa aku belum ganti baju." Leana lupa jika dia belum berpakaian dan handuknya sudah melorot entah kemana.


Max memberi ruang pada Leana untuk menggunakan bajunya. Sementara itu, Max membalas pesan dari Rani.


Jangan kirim foto yang aneh lagi, atau kamu aku pecat.


Tak lama Rani membalas pesan dari Max.


Tuan gak bisa pecat saya karena Nyonya Vero tidak akan mengijinkan.


Apa urusan Mom?


Tanya saja Nyonya Vero. Saya hanya menjalankan tugas saya untuk membantu dan merawat anda. Meskipun seharusnya lebih dari itu.

__ADS_1


"Sayang,, sudah. Ayo kita tidur."


Max menaruh ponselnya kembali di nakas. Dia dan Leana segera naik ke ranjang. Leana langsung memeluk Max, sedangkan Max membelai rambut istrinya itu. Tapi, di sela-sela kegiatannya, pikiran Max masih mengarah pada WA dari Rani. Apa maksud perkataan Rani yang bilang 'lebih dari itu?'


__ADS_2