Lu[C]Ka Cinta

Lu[C]Ka Cinta
12. MARAH BUKAN SOLUSI


__ADS_3

Hari ini jadwal belajar Cinta bersama Ibu Rini berlangsung hingga pukul tiga sore. Karena besok pagi Ibu Rini ada urusan pribadi dan tidak bisa datang mengajar. Dan seperti biasa, selama proses belajar Cinta tidak diperkenankan menggunakan ponsel agar lebih fokus.


Seharian mengisi waktu dengan belajar dan belajar, membuat Cinta cukup lelah dan langsung ingin beristirahat di kamarnya. Ketika baru saja mendaratkan tubuhnya di ranjang, Alisa datang dan memberitahunya.


"Nona, dari tadi ponsel Nona terus berbunyi. Jangan-jangan ada sesuatu yang penting. Coba Nona cek dulu." Alisa menyerahkan ponsel Cinta.


Dengan malas Cinta meraih ponsel dari tangan Alisa. Dilihatnya siapa yang sudah menghubunginya berkali-kali.


Bulik Tati? Jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Ibu?


Cinta langsung menelepon balik nomor Tati di ponselnya.


"Halo..."


"Halo, Bulik. Tadi beberapa kali Bulik telepon, ada apa ya? Apa terjadi sesuatu dengan Ibu?"


"Ooh, enggak Nduk. Tadi itu ada teman kamu yang nyari kamu kesini. Trus bulik bilang kalo kamu udah gak tinggal disini lagi. Tapi di rumah calon suamimu."


"Teman Cinta? Siapa bulik?"


"Duh, klalen mau sapa arane (Lupa tadi siapa namanya)


Lanang koh, Nduk (cowok kok, nak)


Kalo gak salah kayaknya namanya Reno. Iya bener, Reno."


"Apa? Reno? Mau apa dia kesana, Bulik?"


"Ya mau ketemu kamu lah, masa ketemu bulik? Kayaknya dia orang baik. Trus bulik kasih aja alamat kamu disana."


"Hah? Apa? Bulik kasih tahu alamat sini?"


"Iya. Katanya mau kesana buat ketemu kamu."


Dan saat Cinta sedang bergelayut dengan pikirannya yang mulai runyam, Alisa kembali datang memberitahu jika ada tamu yang menunggunya di ruang tamu utama.


Seketika Cinta memutus sambungan teleponnya dengan Tati dan berlari ke ruang tamu utama yang jaraknya cukup jauh dari kamarnya.


Jantungnya berdegup kencang dan pikirannya sudah tak karuan. Ia sudah menebak kalau yang datang adalah Reno, kakak kelas yang terobsesi dengannya.


Alisa tahu pasti ada yang tidak beres disini. Ia segera menghubungi kakaknya untuk mengetahui keberadaan Lucka.


Cinta tiba di ruang tamu utama dan melihat Reno sedang duduk di sofa mewah keluarga Bahari.


"Cinta,akhirnya aku menemukanmu..." Reno tersenyum bahagia melihat Cinta ada di depannya.


"Kak Reno, apa yang kakak lakukan disini?" tanya Cinta dengan raut wajah panik. Ia takut jika Lucka mengetahui kedatangan Reno


"Aku ingin membawamu pulang."


"Apa?! Jangan bicara sembarangan! Sebaiknya Kak Reno pergi dari sini." usir Cinta yang tak ingin ada masalah di rumah keluarga Bahari.


Sementara itu, di tempat berbeda...

__ADS_1


"Halo, Alisa, ada apa?"


"Kakak ada dimana sekarang?"


"Kenapa? Kakak sedang menuju rumah."


"Apa Tuan Lucka juga bersama kakak?"


"Tentu saja."


"Kak, jangan sampai Tuan Lucka sampai di rumah. Suruh sopir berkeliling dulu saja."


"Sudah terlambat, kami sudah memasuki halaman rumah."


"Apa? Ini gawat!!" pekik Alisa.


"Gawat kenapa, Al? Halo?" Telepon terputus.


Lucka turun dari mobil dan bingung karena melihat ada mobil yang tak dikenalnya terparkir di halaman rumah.


"Mobil siapa ini?" Tanya Lucka pada security di rumahnya.


"Itu milik temannya Nona Cinta, Tuan." jawab si security, Pak Jalal.


"Teman? Berani sekali dia bawa orang asing masuk ke rumahku." Lucka menggertakkan giginya dengan marah.


Lucka berjalan cepat memasuki rumah. Begitu pintu akan ia buka, ia terkejut karena dari dalam rumahnya keluarlah pria yang tak dikenal dan juga Cinta.


"Ada apa ini? Siapa pria ini? Berani sekali kamu bawa laki-laki masuk ke rumahku?" geram Lucka.


"Lucka! tolong ak..." Cinta tak sempat melanjutkan kalimatnya karena langsung dipotong oleh Reno.


"Aku akan membawa Cinta pergi dari sini!" tegas Reno.


"Apa?!" Lucka sudah di ujung kemarahannya.


"Aku tahu Cinta terpaksa menerima perjodohan ini. Begitu juga denganmu. Benar begitu, kan? Jadi, alangkah baiknya jika kalian memilih jalan kalian masing-masing. Kamu dijalurmu, dan Cinta, dia akan ikut denganku."


"Tidak! Lucka! Ini tidak seperti yang kamu kira. Lucka, dengarkan aku!" pinta Cinta.


Reno tak menggubris Cinta yang terus meronta dan tetap menyeretnya menuju mobil.


Alisa tak tega melihat nonanya di seret seperti itu. Ia meminta tolong pada Lucka untuk membantu Cinta. Namun, Lucka tetap bergeming dan memilih diam.


Cinta menatap Lucka dengan harapan jika Lucka akan menolongnya. Air mata sudah membanjiri pipi dan matanya.


Lucka, aku mohon, sekali ini saja tolong aku!


Lucka menatap Cinta dengan penuh kebencian. Ia tak bisa berbuat apa-apa jika kenyataannya Cinta ingin pergi dari rumahnya.


Sial! Kenapa aku tak bisa membiarkannya saja!! sungut Lucka dalam hati.


Dengan cepat Lucka menuju arah Reno dan melepas genggaman tangannya dari tangan Cinta, dan sebuah pukulan berhasil mendarat di wajah Reno.

__ADS_1


BUGH!


BUGH!


BUGH!


Lucka menghajar Reno tanpa ampun. Dan Reno pun membalas hantaman dari Lucka. Mereka adu jotos sekarang. Orang yang melihatnya hanya diam dan tak melakukan apapun.


Karena mereka tahu perangai Lucka. Bila Lucka belum memberikan perintah, pantang untuk mereka bertindak sesuka hati.


Cinta menjerit histeris melihat adegan yang tak pernah ia saksikan secara langsung seumur hidupnya.


"Hentikan, Lucka! Kak Reno!"


AARRGGHHH!


Lucka mulai kehilangan keseimbangan. Tubuhnya mulai sempoyongan. Rupanya Reno tak bisa dianggap remeh. Ia jago berkelahi juga.


Tangan Reno sudah bersiap untuk menghantam wajah tampan Lucka kembali. Namun kali ini, sesuatu hal terjadi...


"Tidaaaaaakkkk! Awas Luckaa!"


BUGH!


ARRRRGGHHHH, BRUK!


Cinta menghalangi tinju dari Reno untuk Lucka, dan malah mengenai pipi kirinya. Cinta jatuh tersungkur setelah mendapat satu pukulan dari Reno.


Lucka makin murka setelah melihat Reno memukul Cinta.


"Tommy!" Lucka memberikan titahnya.


Dan dengan segera Tommy dan beberapa security menangkap tubuh Reno.


Reno meronta namun tak dihiraukan oleh para anak buah Lucka.


"Beri dia pelajaran yang setimpal. Dan hapalkan wajahnya! Jangan sampai dia menginjakkan kakinya di rumah ini lagi."


"Baik, Tuan!"


Reno di seret oleh security ke sebuah tempat agak jauh dari rumah. Entah pelajaran apa yang akan Tommy berikan padanya.


Alisa menangis histeris memanggil-manggil nama Nonanya. Namun si pemilik nama masih tak sadarkan diri. Alisa memanggil Lucka dan memintanya agar membawa Cinta ke dalam rumah dan mengobatinya.


Lucka menggendong tubuh Cinta ala bridal dan membawanya ke kamar. Ia memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Cinta. Kini ia mulai mengkhawatirkan keadaan Cinta.


Gadis bodoh! Kenapa melakukan hal konyol seperti ini?! Kalau kamu celaka bagaimana?!


Dan berkali-kali Lucka mengumpat dalam hati.


...©©©...


Bersambung,,,

__ADS_1


__ADS_2