Lu[C]Ka Cinta

Lu[C]Ka Cinta
33. Touch Your Heart


__ADS_3

Sudah satu bulan aku berada disini. Aku pikir aku tidak akan mampu melakukan ini. Aku pikir aku tidak akan bisa bertemu denganmu lagi, tapi satu bulan ini adalah hal yang mendebarkan untukku.


Setelah insiden beberapa waktu lalu, ternyata Lucka tak melakukan apapun padaku. Bukan berarti Lucka tak marah padaku. Ini lebih karena Chef Juna membelaku. Ia berjuang keras agar aku tetap bisa bertanggung jawab menyusun menu meski Lucka menentang. Dan akhirnya Lucka luluh dan membiarkanku membuat menu.


Berhari-hari aku mencoba untuk membuat menu yang bisa membuat orang jatuh hati. Beberapa orang sudah merasakan debaran itu, tapi Lucka? Ia masih tak merasakan apapun dari masakan kami. Semua harus dilakukan dengan perlahan. Sama seperti dulu saat aku menunggu hatinya untukku.


Aku tidak akan berharap lebih, Lucka. Bisa melihatmu dari jauh saja sudah merupakan kebahagiaan tersendiri untukku. Ternyata semua memang sulit. Aku masih tak bisa melupakanmu, Lucka. . .


"Selamat ya, Cinta. Kamu berhasil membuat semua orang jatuh cinta dengan makananmu," ujar Chef Juna padaku.


"Terima kasih, Chef. Ini semua berkat Chef juga." Aku tersenyum bangga.


"Ya meskipun masih belum menyentuh hati sang tuan muda..."


Senyum di wajahku mendadak hilang.


Chef tampan ini selalu mengatakan hal yang benar. Meski terkadang, terdengar sangat menyebalkan di telingaku.


"Kamu berhasil memasak menggunakan logika. Itu adalah hal yang benar."


"Saya memasak dari hati, Chef," jawabku lantang.


"Tidak-tidak! Kamu tidak akan bisa memasak hanya dengan menggunakan hati. Kamu butuh logika. Logika untuk menyatukan beberapa cita rasa dalam satu menu, dan menghasilkan rasa yang enak dan pas."

__ADS_1


Aku tidak pernah mengerti apa yang dia bicarakan. Tapi itu semua memang benar.


"Kamu sudah berhasil menggunakan logikamu dalam memasak. Lalu kenapa hatimu masih tidak bisa memilih dengan logika?"


"Heh?" Aku tak paham dengan ucapan Chef Juna.


"Kamu terlalu banyak berbohong, Cinta. Kamu tidak bisa jujur soal perasaanmu. Seharusnya kamu jujur saja pada hatimu. Tidak perlu terus menutupinya."


"Apa maksud Chef berkata begitu?" Aku mulai tak suka dengan obrolan ini.


"Ya sudah! Jangan dipikirkan! Kembalilah bekerja!" Dengan cuek Chef Juna meninggalkan aku yang meremas apron karena kesal.


...***...


Shift malam hari ini, di isi oleh Cinta, Jerry, dan Bobby. Hanya tinggal beberapa karyawan saja yang masih lembur dikantor.


Jerry meminta ijin pada Cinta untuk berganti baju. Seharian memakai Chef Jacket membuatnya cukup gerah.


Sementara Cinta masih menimang-nimang apakah akan menemui Lucka atau tidak. Ia dapat cerita dari teman-temannya kalau Lucka sering pulang terlambat beberapa hari ini.


"Shift malam tidak akan datang tiap hari. Belum tentu aku dapat kesempatan lagi. Aku harus melihat sendiri apa Lucka masih dikantornya atau tidak." batin Cinta.


Cinta mengendap-endap menuju ruang kantor Lucka. Jendelanya tak tertutup tirai. Dan memang benar Lucka ada disana.

__ADS_1


Lucka masih berkutat dengan notebooknya. Cinta memandang Lucka dari jauh. Ia merasa iba.


"Pasti sangat melelahkan menjadi dirimu, Lucka."


Kemudian ia kembali ke dapur dan memikirkan sesuatu.


"Cinta, kamu gak ganti baju? Shift kita sebentar lagi selesai. Dan kayaknya gak ada lagi karyawan yang ingin makan malam," ucap Jerry.


"Bobby mana?" tanya Cinta.


"Tadi aku ketemu dia di ruang ganti. Katanya langsung cabut setelah ganti baju."


"Ooh, emh, Jer. Sepertinya aku ingin memasak sesuatu dulu. Tiba-tiba aku ingin makan, hehe. Jadi, kamu bisa pulang lebih dulu," bohong Cinta.


"Ooh gitu. Ya udah. Aku mau cek ke cafe dulu, lalu menguncinya. Aku akan bilang ke security di depan kalau kamu masih ada disini. Supaya dia tidak mengunci pintu dapur. Segeralah pulang kalau sudah selesai ya!"


"Iya. Tenang saja." Cinta tersenyum pada Jerry.


Sepeninggal Jerry, Cinta menuju ruang freezer untuk mengambil beberapa bahan makanan untuk dimasak. Ruangan itu cukup besar dan tentu saja dingin.


Cinta ingin membuat makanan kesukaan Lucka yaitu pasta. Namun seperti biasa, akan Cinta masak dengan cara Indonesia, yaitu jadi bakmie jowo andalan Cinta.


"Kenapa tidak kepikiran dari kemarin sih? Aku yakin Lucka akan jatuh hati dengan bakmie jowo buatanku." Cinta sangat bersemangat.

__ADS_1


Setelah satu bulan menu yang ia buat belum menyentuh hati Lucka, maka malam ini, akan Cinta pastikan kalau masakannya akan menyentuh hati Lucka, seperti dulu.


Aku yakin kamu bisa merasakan ini, Lucka. Aku akan membuatmu jatuh hati untuk kedua kalinya.


__ADS_2