Lu[C]Ka Cinta

Lu[C]Ka Cinta
53. RUMOR HANGAT


__ADS_3

Lucka mengantar Cinta kembali ke rumahnya setelah tadi makan malam bersama di mansion keluarga Bahari lalu berjalan-jalan malam keliling taman bunga yang dulu di rawat Cinta.


Sebenarnya Lucka masih berat untuk melepas Cinta, karena ia ingin Cinta tinggal kembali di mansionnya.


"Apa gak bisa kamu tinggal di rumahku lagi?" tanya Lucka.


"Tidak, Lucka. Lagipula, aku dan kamu..."


"Oke! Aku akan umumkan pertunangan kita!"


"Bukan itu maksudku!" elak Cinta.


"Lalu?"


"Berikan aku waktu, Lucka. Aku sudah memilihmu tapi rasanya..."


"Kenapa? Kamu tidak bisa menerima sifat posesifku?"


Cinta terdiam. "Aku akan mencobanya. Tolong beri aku ruang!"


"Baiklah." pasrah Lucka.


Cinta turun dari mobil Lucka. Ia melambaikan tangan ketika mobil pria itu mulai melaju.


Cinta kembali berjalan menyusuri gang kecil menuju rumahnya. Hatinya mulai bertanya-tanya apakah ia memang pantas untuk Lucka? Begitu besar perbedaan diantara dirinya dan Lucka. Terlebih jika bicara soal materi dan kekuasaan.


"Huft! Aku bukan Cinderella! Jadi jangan berpikiran macam-macam, Cinta!" batin Cinta.


#


#


#


Hari ini adalah hari pernikahan kak Reno. Aku dan Lala sudah saling berkirim pesan untuk datang bersama. Namun, malam itu, Lucka bilang dia akan ikut ke acara pernikahan kak Reno.


Lala memakluminya. Dan aku minta Lala tetap ikut denganku bersama Lucka.


Oke! Dan disinilah kami. Aku dan Lala sedang menunggu Lucka. Seharusnya ia sudah dalam perjalanan menuju rumahku.


Lala mulai bosan karena menunggu Lucka. Aku memutuskan menghubungi ponsel Lucka. Ponselnya tidak aktif.


"Astaga! Apa yang sedang dilakukan oleh pria itu?" batinku mulai tak tenang.


Aku harus memutuskan sesuatu.


"La, kita berangkat saja yuk! Kurasa Lucka tidak akan datang..."


Lala menatapku. "Lo yakin gak mau nunggu dia?"


Aku menggeleng. Ponselnya bahkan tidak aktif. Namun aku tidak mengatakan hal itu pada Lala.


"Mungkin dia sedang sibuk. Ini kan hari kerja." ucapku beralasan logis. Dan ini memang hari kerja.

__ADS_1


Akhirnya aku berangkat ke acara pernikahan kak Reno bersama Lala. Hanya berdua. Kami banyak bertemu dengan kakak kelas sewaktu SMA dulu. Anggap saja kami sedang bernostalgia.


"Gue pikir Reno bakalan nunggu Cinta selamanya. Secara dulu dia kayaknya cinta banget sama si Cinta," celetuk Arman, sahabat kak Reno.


Oke! Saat mendengarnya aku hanya bisa tersenyum simpul. Toh itu hanya bahan guyonan mereka saja. Aku tidak perlu terbawa perasaan.


"Hei, emangnya kalian gak tahu ya, Cinta itu sekarang sama..."


Aku langsung membekap mulut Lala. Aku memberi kode padanya untuk tidak banyak bicara tentang apapun.


Sudah tiga tahun berlalu dan kurasa semua orang sudah melupakan perjodohanku dengan Lucka di waktu dulu. Aku membawa Lala menyingkir dari kerumunan banyak orang itu.


"Jangan keceplosan gitu deh, La!" leraiku.


"Sorry, Ta. Abisnya mulut si Arman itu perlu di kasih sambel deh!"


"Biarin aja! Kan dari dulu dia memang begitu."


"Ya udah, kamu mau pulang aja?" tanya Lala.


"Aku mengajar pukul tiga sore. Masih ada waktu kok. Lo kalau mau gabung sama yang lain, silakan aja. Gue mau disini dulu."


"Oke! Gue tinggal ya! Jangan kemana-mana lho!"


"Iya iya. Gue disini aja kok!"


Lala meninggalkanku sendiri. Aku kembali melihat layar ponselku yang masih menghitam. Tak ada notifikasi apapun disana.


Sejenak aku terpikirkan soal itu, tapi ... pasti akan sangat aneh jika aku mencari tahu melalui Tommy. Kuurungkan niatku untuk menghubungi Tommy.


"Bukankah kemarin aku memintanya untuk memberiku ruang? Mungkin sekarang dia sedang melakukan itu. Baiklah! Maka harusnya aku senang karena dia mengikuti keinginanku." ucapku untuk menghibur diri.


#


#


#


Di tempat berbeda, Lucka sedang mengawasi pengambilan gambar bersama brand ambassador JB Grup yaitu Sally. Lucka memastikan jika semua hal sesuai dengan keinginannya. Bahkan detil kecilpun sangat diperhatikan oleh Lucka. Ia menyukai kesempurnaan.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Lucka pada sang fotografer setelah Sally selesai pemotretan.


"Ini, Tuan! Apa ada yang perlu diulang?"


"Hmm, bagus. Aku suka. Tapi yang ini ... sepertinya agak kurang ya. Kita coba take sekali lagi. Sally!" seru Lucka memanggil Sally.


Gadis itu cukup lelah bekerja dengan Lucka yang selalu menuntut kesempurnaan. Inilah yang terkadang membuat Sally jengah. Menjadi kekasih Lucka selama tiga tahun bukanlah hal yang mudah.


Hari sudah berganti sore ketika Sally selesai mengambil semua gambar sesuai dengan yang diinginkan Lucka.


"Gimana? Capek?" tanya Lucka yang melihat raut kesal di wajah Sally.


"Kamu sama sekali gak berubah, Lucka." kesal Sally.

__ADS_1


Lucka tersenyum smirk. "Kamu tahu aku seperti apa, Sally."


Lucka menyerahkan satu kaleng jus untuk Sally. "Minumlah! Ini bagus untuk mengembalikan moodmu yang kacau."


"Cih, kamu mau menyuapku?" Sally menggeleng. Ia menerima sekaleng jus dari Lucka.


"Thanks, anyway." ucap Sally.


"Kamu akan melakukan proses syuting hingga malam nanti. Jaga staminamu!" nasihat Lucka.


"Iya, aku tahu. Aku sedang berpikir, gimana caranya si Cinta bisa tahan dengan sikapmu yang begini?"


"Hei, jangan bawa-bawa Cinta! Dia sangat berbeda denganmu!"


"Cih, menyebalkan!" Sally tertawa sambil memukul lengan Lucka. Mereka masih nampak akrab meski hubungan mereka telah lama berakhir. Kini mereka hanya berhubungan sebagai rekan kerja saja.


#


#


#


Sore harinya, Cinta selesai dengan kelas mengajarnya. Ia menyalakan ponselnya yang tadi ia matikan. Masih tidak ads notifikasi apapun di ponselnya.


"Huft! Apa kamu sesibuk itu hingga tidak bisa mengabariku? Kamu sudah mengingkari janjimu dan sekarang tidak ada kabar. Menyebalkan!" gumam Cinta.


Cinta memesan ojek online melalui ponselnya. Kini ia sedang menunggu ojek onlinenya datang.


Sambil menunggu, Cinta berselancar di dunia maya. Sebuah berita yang sedang ramai diperbincangkan menjadi perhatiannya. Ia mulai membuka tautan yang ada disana.


Trending topic! Foto-foto kebersamaan Lucka dan model cantik Sally tersebar di dunia maya. Tubuh Cinta terhuyung ke belakang.


"Apa ini, Lucka? Jadi seharian ini kamu bersama dengan dia?" gumam Cinta dalam hati.


Semua orang menyukai kabar yang sedang hangat itu. Bahkan mereka mendoakan hubungan Lucka dan Sally kembali bersama dan langgeng.


"Cocok banget! Balikan lagi aja!"


"Sejak dulu mereka selalu jadi idola. Sally! Aku menyukaimu bersama Tuan Muda Lucka!"


Cinta memejamkan matanya sejenak. Ia mematikan ponselnya. Lebih baik ia tidak mengetahui apapun soal ini.


"Mbak Cinta?" Suara abang ojol membuyarkan lamunan Cinta.


"Ah iya, Bang. Sesuai aplikasi ya, Bang!"


Cinta naik ke motor abang ojol. Selama perjalanan, Cinta hanya melamun. Ia merasa sangat sesak. Hatinya sakit melihat kebersamaan Lucka dan Sally.


Meski dulu Sally pernah bilang padanya jika mereka tak ada hubungan lagi, tapi kini rasanya semua memang berubah. Cinta mulai menyesali kalimatnya kemarin yang meminta ruang dan waktu.


"Haaaah! Semua seakan berbalik kepadaku!"


Cinta merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sesaat setelah tiba di rumah. Ia tak keluar kamar hingga makan malam tiba. Rasanya apapun yang dilakukannya membuatnya tidak bersemangat sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2