Lu[C]Ka Cinta

Lu[C]Ka Cinta
54. KECEWA, MAAF DAN CINTA


__ADS_3

Kabar mengenai kedekatan Lucka dan Sally yang sudah merebak di dunia maya, akhirnya terdengar juga ke telinga Jessi. Wanita renta ini tak mengira jika cucunya akan kembali mengulang kesalahan yang sama.


Sejak dulu, Jessi memang kurang suka dengan Sally. Dia menentang habis-habisan ketika Lucka berhubungan dengan Sally dan bahkan mengenalkan gadis itu ke rumah keluarga Bahari.


Kini rasa kecewa kembali dirasakan Jessi. Bahkan cucunya itu tidak memberikan konfirmasi apapun padanya.


"Sejak kemarin tuan Lucka masih sibuk dengan pekerjaannya, Nyonya," jelas Teddy.


"Anak itu! Selalu saja membuatku tidak tenang! Bagaimana jika Cinta dan keluarganya mendengar kabar ini? Bahkan kemarin dia sudah melamar Cinta. Kenapa sekarang...?" Jessi memegangi kepalanya.


"Nyonya jangan khawatir. Saya yakin ini hanya kesalahpahaman saja."


Teddy pamit undur diri dari kamar Jessi. Ia segera menghubungi Tommy yang pastinya lebih tahu tentang masalah ini.


Di tempat berbeda, Tommy yang baru saja mendapat panggilan dari ayahnya, tak langsung memberitahu masalah ini kepada Lucka. Ia yakin jika tuannya tidak akan mampu mengontrol diri jika mengetahui hal ini.


Beruntung ponsel Lucka sedang rusak dan ia meminta Tommy untuk membeli yang baru. Namun baru saja ingin memberikannya pada Lucka, ia ragu untuk menyerahkannya. Dengan cepat pasti Lucka akan mengetahui kabar ini.


Tommy ingat tentang Cinta. Ia langsung menghubungi gadis itu namun ternyata ponsel Cinta tidak aktif. Berbagai macam pemikiran buruk pun mulai menghampiri.


"Jangan-jangan Cinta sudah tahu soal ini? Bagaimana ini?"


Di sisi Cinta, pagi ini ia bangun dengan tidak bersemangat. Rasanya semua hal membuatnya ingin pergi sejauh mungkin. Tapi itu tidak mungkin.


Masih ada orang-orang yang menyayanginya seperti ibu dan tetangganya yang baik hati. Cinta tidak akan bisa menyakiti mereka.


Cinta membersihkan diri terlebih dahulu sebelum keluar dari kamar. Terdengar riuh canda tawa di ruang tamu. Cinta pun penasaran. Ia segera keluar dari kamar.


Ia melihat sosok yang sedang berbincang renyah dengan ibunya.


"Kak Lucki?" ucap Cinta bengong.


"Hai, Cinta. Aku mau numpang sarapan disini nih! Kebetulan aku habis lari pagi di sekitar sini."


Cinta mengernyit bingung namun tetap mengulas senyumnya. Ia segera menuju dapur dan membuat menu sarapan untuk tamu tak terduganya.


"Apa kak Lucki sudah tahu masalah ini? Hah! Aku memang tidak bisa bersembunyi dari dunia semenjak aku masuk dalam keluarga Bahari," batin Cinta.


Tiga puluh menit ia membuat sarapan sederhana untuk dirinya, Inah dan Lucki.

__ADS_1


"Wah, sepertinya enak!" gumam Lucki dengan ekspresi kelaparan. "Aku langsung makan ya!"


"Memangnya kakak lari kemana saja? Kok makannya kayak orang yang gak makan dua hari?" Cinta terkekeh.


"Hmm, hanya sekitar sini saja. Tapi ini memang sangat lezat, Cinta."


Cinta tersenyum kemudian ikut menyantap sarapannya. Usai sarapan, Cinta mengajak Lucki untuk bicara di teras rumah setelah Inah pergi ke warung.


"Aku tahu kakak kesini bukan karena habis berolahraga. Pasti ada hal lain kan?" terka Cinta.


"Kamu sudah bisa menebak rupanya."


Cinta menatap Lucki. "Aku tahu kakak ingin menghiburku..."


"Kenapa ponselmu tidak aktif?"


Cinta menghela napas. "Aku sengaja mematikannya."


"Jadi, kamu sudah tahu soal..."


"Iya, aku sudah tahu. Makanya aku gak ingin mendengar kabar apapun lagi."


Cinta diam. "Entahlah. Rasanya aku sulit mempercayainya. Tapi, saat ini hubunganku dan Lucka..."


Lucki terkejut. "Kalian baik-baik saja kan?"


"Entahlah, Kak. Aku kecewa padanya..."


...***...


Lucka meregangkan otot-ototnya setelah bekerja seharian ini. Seminggu ini harinya sangat sibuk dan tidak memikirkan hal lain selain pekerjaan.


Bahkan ia tidak ingat untuk bermain ponsel. Ponselnya rusak karena terjatuh dan terkena air. Ia sudah meminta Tommy untuk membeli yang baru, namun ia belum membuka ponsel barunya itu.


Lucka harus tetap berkomunikasi dengan Cinta meski hubungan mereka sedang tidak baik. Lucka membuka ponselnya dan mencari kontak Cinta.


Ads sebongkah rindu yang ia rasakan ketika beberapa hari tidak mendengar kabar dari Cinta. Lucka mendial nomor ponsel Cinta, namun ponselnya tidak aktif.


Lucka melirik jam tangannya. Ini adalah waktunya Cinta mengajar di tempat kursus. Pastilah ponselnya tidak diaktifkan.

__ADS_1


Lucka memutuskan untuk menemui Cinta di tempat kursus. Sebelum pergi, Lucka bertemu dengan Tommy.


Tommy menceritakan semuanya pada Lucka. Meski awalnya Tommy ingin merahasiakan masalah gosip hangat mengenai Lucka dan Sally, namun ketika memikirkan tentang Cinta, Tommy tidak tega dan ia harus membantu Lucka untuk mendapatkan kepercayaan Cinta lagi.


Dan disinilah Lucka berada. Di depan sebuah ruko yang dijadikan sebagai tempat kursus memasak untuk para ibu rumah tangga.


Setelah menunggu selama satu jam, akhirnya penantian Lucka usai sudah. Cinta keluar dari ruko dan sedang mengutak atik ponselnya.


Dengan tiba-tiba Lucka mengambil ponsel Cinta.


"Hei!" Cinta marah namun seketika itu juga dia terdiam.


"Abang ojolmu sudah datang, Cinta..." ucap Lucka dengan nada bercanda.


"Tidak lucu! Kembalikan ponselku!" kesal Cinta.


"Cinta..." Kini Lucka mulai serius.


"Aku minta maaf atas apa yang terjadi. Aku tidak menghubungimu karena ponselku rusak. Dan aku baru membuka ponsel yang baru hari ini. Kamu bilang kamu ingin ruang dan waktu, jadi aku memberimu sebuah ruang agar kamu bisa memikirkan soal hubungan kita. Lalu, soal ... gosip yang beredar. Aku harap kamu bisa percaya padaku. Aku menyibukkan diri dengan bekerja karena aku tidak ingin terus mengingat tentangmu. Tapi kamu harus tahu, aku hanya mencintai kamu saja. Kuharap kamu mengerti..."


Cinta hanya diam. Ia bingung harus bicara apa. Satu sisi ia ingin percaya pada Lucka. Namun sisi yang lain ia memikirkan tentang perbedaan diantara dirinya dan Lucka.


"Tolong percaya padaku!" pinta Lucka dengan memegangi kedua tangan Cinta.


"........."


"Katakan sesuatu, Cinta!"


"Aku ... bingung..."


"Baiklah, kita bicara di tempat lain saja." Lucka membawa Cinta masuk ke dalam mobilnya.


Entah akan pergi kemana Lucka membawa Cinta. Yang jelas Lucka akan terus meyakinkan Cinta hingga gadis itu mau memaafkannya.


Di tempat berbeda, Sally bersiap untuk melakukan konferensi pers untuk meluruskan berita yang sedang beredar di dunia maya. Sally menggandeng seorang pria berwajah asing yang ia akui adalah kekasihnya sesama model.


Mereka bertemu saat bekerja di Paris. Sally mengkonfirmasi jika semua berita tentangnya dan Lucka itu tidaklah benar. Mereka hanya sebatas rekan kerja saja. Bahkan untuk membuktikan kebenaran hubungannya dengan sang kekasih, Sally tak malu untuk berciuman di depan seluruh awak media.


Tentu saja hal itu membuat heboh seisi ruangan. Namun hanya ada satu orang yang malah mengernyit heran dengan apa yang dilakukan Sally. Dialah Lucki. Sejak tadi ia menonton konferensi pers Sally secara live.

__ADS_1


"Astaga! Tidak harus sampai berciuman segala kan!" Lucki menggelengkan kepalanya.


__ADS_2